Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERUBAHAN ANTROPONIMI DALAM MASYARAKAT JAWA

View through CrossRef
This anthroponymic research is focused on studying the proper names of Javanese people living in the Special Region of Yogyakarta (DIY). DIY was designated as the research location because it is one of the places that have historical value in Javanese civilization. In addition, in DIY there is also a palace which is rich in Javanese cultural values. This study aims to determine the proper name contained in DIY, whether there are still retaining Javanese elements or Javanese elements have been lost and replaced with proper names originating from other regions. The theory used in this study is the theory of anthroponymy by Crystal (2008). The data was collected by using the method of documentation, sampling technique, and interviews. This documentation method is used to obtain proper name data from written sources, such as print, electronic, and internet media. The informants were selected based on the criteria of being married and having children; Javanese ethnic; come from low, middle, and high social status. Data analysis used the contextual method. Based on this research, it is known that cultural acculturation and technological advances affect the choice of the proper name for the Javanese people in Yogyakarta. There has been a shift in naming children, from traditional Javanese to 'modern' names and to people's names of Arabic origin.Penelitian antroponimi ini difokuskan pada nama diri orang Jawa yang tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). DIY ditetapkan sebagai lokasi penelitian karena merupakan salah satu tempat yang me-miliki nilai sejarah dalam peradaban Jawa. Selain itu, di DIY juga terdapat keraton yang kaya nilai-nilai budaya Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan nama diri yang terdapat di DIY, apakah masih ada yang mempertahankan unsur Jawa atau unsur Jawa telah hilang dan diganti dengan nama diri yang berasal dari daerah lain. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori antroponimi oleh Crystal (2008). Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, teknik sampling, dan wawancara. Metode dokumentasi ini digunakan untuk memperoleh data nama diri dari sumber tulis, seperti media cetak, elektronik, dan internet.  Informan dipilih berdasarkan kriteria sudah menikah dan memiliki anak; bersuku Jawa; berasal dari status sosial rendah, menengah, dan tinggi. Dalam nalisis data digunakan metode kontekstual. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa akulturasi budaya dan kemajuan teknologi berpengaruh pada pemilihan nama diri pada masyarakat Jawa di DIY. Telah terjadi pergeseran dalam penamaan anak, dari nama tradisional Jawa ke modern dan ke nama orang yang berasal dari bahasa Arab.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Title: PERUBAHAN ANTROPONIMI DALAM MASYARAKAT JAWA
Description:
This anthroponymic research is focused on studying the proper names of Javanese people living in the Special Region of Yogyakarta (DIY).
DIY was designated as the research location because it is one of the places that have historical value in Javanese civilization.
In addition, in DIY there is also a palace which is rich in Javanese cultural values.
This study aims to determine the proper name contained in DIY, whether there are still retaining Javanese elements or Javanese elements have been lost and replaced with proper names originating from other regions.
The theory used in this study is the theory of anthroponymy by Crystal (2008).
The data was collected by using the method of documentation, sampling technique, and interviews.
This documentation method is used to obtain proper name data from written sources, such as print, electronic, and internet media.
The informants were selected based on the criteria of being married and having children; Javanese ethnic; come from low, middle, and high social status.
Data analysis used the contextual method.
Based on this research, it is known that cultural acculturation and technological advances affect the choice of the proper name for the Javanese people in Yogyakarta.
There has been a shift in naming children, from traditional Javanese to 'modern' names and to people's names of Arabic origin.
Penelitian antroponimi ini difokuskan pada nama diri orang Jawa yang tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
DIY ditetapkan sebagai lokasi penelitian karena merupakan salah satu tempat yang me-miliki nilai sejarah dalam peradaban Jawa.
Selain itu, di DIY juga terdapat keraton yang kaya nilai-nilai budaya Jawa.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan nama diri yang terdapat di DIY, apakah masih ada yang mempertahankan unsur Jawa atau unsur Jawa telah hilang dan diganti dengan nama diri yang berasal dari daerah lain.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori antroponimi oleh Crystal (2008).
Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, teknik sampling, dan wawancara.
Metode dokumentasi ini digunakan untuk memperoleh data nama diri dari sumber tulis, seperti media cetak, elektronik, dan internet.
  Informan dipilih berdasarkan kriteria sudah menikah dan memiliki anak; bersuku Jawa; berasal dari status sosial rendah, menengah, dan tinggi.
Dalam nalisis data digunakan metode kontekstual.
Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa akulturasi budaya dan kemajuan teknologi berpengaruh pada pemilihan nama diri pada masyarakat Jawa di DIY.
Telah terjadi pergeseran dalam penamaan anak, dari nama tradisional Jawa ke modern dan ke nama orang yang berasal dari bahasa Arab.

Related Results

Kritik Sosial Terhadap Masyarakat Jawa Dalam Naskah Jawa Tetep Jawa (Kajian Sosiologi Ian Watt's)
Kritik Sosial Terhadap Masyarakat Jawa Dalam Naskah Jawa Tetep Jawa (Kajian Sosiologi Ian Watt's)
Lunturnya kedudayaan Jawa masih menjadi banyak dibincangkan hingga saat ini. Pesatnya perkembangan budaya global menjadi salah satu sebab hilangnya minat para generasi muda terhada...
Pilihan Bahasa Masyarakat Bilingual Dayak-Jawa di Malinau dalam Ranah Keluarga
Pilihan Bahasa Masyarakat Bilingual Dayak-Jawa di Malinau dalam Ranah Keluarga
Masyarakat bilingual Dayak-Jawa dalam ranah keluarga yang dimaksud yaitu pasangan suami istri yang melakukan pernikahan silang atau pernikahan beda suku dalam satu keluarga ataupun...
PERUBAHAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
PERUBAHAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
Penulis mencoba menguraikan soal perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat berdasarkan teori-teori perubahan sosial. Perubahan sosial merupakan suatu proses pergeseran struktu...
Perspektif Pendidikan Islam Tentang Manajemen Perubahan Untuk Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam
Perspektif Pendidikan Islam Tentang Manajemen Perubahan Untuk Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam
Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengkaji perspektif pendidikan Islam tentang manajemen perubahan untuk pengembangan lembaga pendidikan Islam2) menganalisis perspektif pendid...
“Memproduksi” Manusia lewat Psikologi
“Memproduksi” Manusia lewat Psikologi
Saat membicarakan mengenai tegangan politik antara Red Shirts dengan Yellow Shirts di Thailand, Benedict Anderson (2016) – seorang ahli Kajian Asia Tenggara – menuliskan bahwa seor...
PERUBAHAN SOSIAL
PERUBAHAN SOSIAL
Modernisasi merupakan perubahan masyarakat dari yang tradisional ke modern.masyarakat modern adalah masyarakat yang telah mengalami transformasi dari segala bentuk.masyarakat moder...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Meretas Narasi Dewi Sri: Etnografi Sastra Terhadap Peran Perempuan dalam Folklor Jawa
Meretas Narasi Dewi Sri: Etnografi Sastra Terhadap Peran Perempuan dalam Folklor Jawa
Melalui keindahan dan kedalaman mitologi Jawa, masyarakat meresapi keberadaan Dewi Sri sebagai entitas yang menghiasi warisan budaya dengan makna mendalam. Dewi Sri bukan sekadar k...

Back to Top