Javascript must be enabled to continue!
Perilaku Peserta Didik Dalam Lembaga Pendidikan Islam
View through CrossRef
Student behavior is a key indicator of the success of the educational process, particularly in Islamic educational institutions based on the values of the Qur'an and Sunnah. From the perspective of Islamic educational psychology, student behavior is not understood solely as an outward response, but rather as a manifestation of the integration of human innate potential, the educational process undertaken, and the influence of the social and spiritual environment. Every student inherently possesses an innate desire for good deeds, which needs to be guided and developed through holistic and continuous education. Islamic educational psychology views student behavior as influenced by various factors, both internal and external. Internal factors include the student's faith, motivation, psychological readiness, and spiritual awareness. Meanwhile, external factors include the role of educators, the family environment, school culture, and the educational methods applied. In Islamic educational institutions, educators hold a strategic position as role models (uswah hasanah) who not only transfer knowledge but also instill values and guide the formation of morals. A religious and conducive educational environment plays a significant role in shaping student behavior. Through the practice of worship, discipline, and social interaction based on Islamic values, students are trained to internalize religious teachings in their daily lives. Consistent and sustainable habituation methods are an effective means of shaping positive character and behavior. The literature review indicates that the internalization of spiritual values, the role models of educators, and the religious culture of educational institutions are dominant factors in shaping student behavior. Thus, Islamic education plays a strategic role in producing a generation of faith, noble character, discipline, and responsibility, in line with the primary goals of Islamic education itself.
Abstrak
Perilaku peserta didik merupakan indikator utama keberhasilan proses pendidikan, terutama dalam lembaga pendidikan Islam yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam perspektif psikologi pendidikan Islam, perilaku peserta didik tidak dipahami semata-mata sebagai respons lahiriah, melainkan sebagai manifestasi integrasi antara potensi fitrah manusia, proses pendidikan yang dijalani, serta pengaruh lingkungan sosial dan spiritual. Setiap peserta didik pada dasarnya memiliki fitrah untuk berbuat baik, yang perlu diarahkan dan dikembangkan melalui pendidikan yang holistik dan berkesinambungan. Pendidikan psikologi Islam memandang bahwa perilaku peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi keimanan, motivasi, kesiapan psikologis, dan kesadaran spiritual peserta didik. Sementara itu, faktor eksternal mencakup peran pendidik, lingkungan keluarga, budaya sekolah, serta metode pendidikan yang diterapkan. Dalam lembaga pendidikan Islam, pendidik memiliki posisi strategis sebagai teladan (uswah hasanah) yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai dan membimbing pembentukan akhlak. Lingkungan pendidikan yang religius dan kondusif turut berperan besar dalam membentuk perilaku peserta didik. Melalui pembiasaan ibadah, disiplin, serta interaksi sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam, peserta didik dilatih untuk menginternalisasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Metode pembiasaan yang konsisten dan berkelanjutan menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter dan perilaku positif. Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa internalisasi nilai spiritual, keteladanan pendidik, dan budaya religius lembaga pendidikan merupakan faktor dominan dalam membentuk perilaku peserta didik. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab, sejalan dengan tujuan utama pendidikan Islam itu sendiri.
Yayasan Al-Qur'an Shalahuddin Al-Ayyubi
Title: Perilaku Peserta Didik Dalam Lembaga Pendidikan Islam
Description:
Student behavior is a key indicator of the success of the educational process, particularly in Islamic educational institutions based on the values of the Qur'an and Sunnah.
From the perspective of Islamic educational psychology, student behavior is not understood solely as an outward response, but rather as a manifestation of the integration of human innate potential, the educational process undertaken, and the influence of the social and spiritual environment.
Every student inherently possesses an innate desire for good deeds, which needs to be guided and developed through holistic and continuous education.
Islamic educational psychology views student behavior as influenced by various factors, both internal and external.
Internal factors include the student's faith, motivation, psychological readiness, and spiritual awareness.
Meanwhile, external factors include the role of educators, the family environment, school culture, and the educational methods applied.
In Islamic educational institutions, educators hold a strategic position as role models (uswah hasanah) who not only transfer knowledge but also instill values and guide the formation of morals.
A religious and conducive educational environment plays a significant role in shaping student behavior.
Through the practice of worship, discipline, and social interaction based on Islamic values, students are trained to internalize religious teachings in their daily lives.
Consistent and sustainable habituation methods are an effective means of shaping positive character and behavior.
The literature review indicates that the internalization of spiritual values, the role models of educators, and the religious culture of educational institutions are dominant factors in shaping student behavior.
Thus, Islamic education plays a strategic role in producing a generation of faith, noble character, discipline, and responsibility, in line with the primary goals of Islamic education itself.
Abstrak
Perilaku peserta didik merupakan indikator utama keberhasilan proses pendidikan, terutama dalam lembaga pendidikan Islam yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah.
Dalam perspektif psikologi pendidikan Islam, perilaku peserta didik tidak dipahami semata-mata sebagai respons lahiriah, melainkan sebagai manifestasi integrasi antara potensi fitrah manusia, proses pendidikan yang dijalani, serta pengaruh lingkungan sosial dan spiritual.
Setiap peserta didik pada dasarnya memiliki fitrah untuk berbuat baik, yang perlu diarahkan dan dikembangkan melalui pendidikan yang holistik dan berkesinambungan.
Pendidikan psikologi Islam memandang bahwa perilaku peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.
Faktor internal meliputi keimanan, motivasi, kesiapan psikologis, dan kesadaran spiritual peserta didik.
Sementara itu, faktor eksternal mencakup peran pendidik, lingkungan keluarga, budaya sekolah, serta metode pendidikan yang diterapkan.
Dalam lembaga pendidikan Islam, pendidik memiliki posisi strategis sebagai teladan (uswah hasanah) yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai dan membimbing pembentukan akhlak.
Lingkungan pendidikan yang religius dan kondusif turut berperan besar dalam membentuk perilaku peserta didik.
Melalui pembiasaan ibadah, disiplin, serta interaksi sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam, peserta didik dilatih untuk menginternalisasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Metode pembiasaan yang konsisten dan berkelanjutan menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter dan perilaku positif.
Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa internalisasi nilai spiritual, keteladanan pendidik, dan budaya religius lembaga pendidikan merupakan faktor dominan dalam membentuk perilaku peserta didik.
Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab, sejalan dengan tujuan utama pendidikan Islam itu sendiri.
Related Results
Karakteristik Peserta Didik Home Schooling Di Lembaga Bumi Baca Ceria
Karakteristik Peserta Didik Home Schooling Di Lembaga Bumi Baca Ceria
Pendidikan non-formal adalah pendidikan yang dilakukan di luar sistem pendidikan formal. Pendidikan non-formal dapat dilakukan secara berjenjang ataupun tidak berjenjang. Dan peser...
Survei Minat dan Motivasi dalam Mengikti Belajar Renang pada Peserta Didik Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu
Survei Minat dan Motivasi dalam Mengikti Belajar Renang pada Peserta Didik Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran minat dan motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran renang di Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggu...
PENGARUH KELEKATAN GURU DAN PESERTA DIDIK TERHADAP MOTIVASI MENGHAFAL AL-QUR’AN PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN BTQ DI MTS MADANI ALAUDDIN PAOPAO
PENGARUH KELEKATAN GURU DAN PESERTA DIDIK TERHADAP MOTIVASI MENGHAFAL AL-QUR’AN PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN BTQ DI MTS MADANI ALAUDDIN PAOPAO
Artikel ini bertujuan: 1) Mendeskripsikan pengaruh kelekatan guru dan peserta didik terhadap motivasi menghafal al-Qur’an peserta didik pada mata pelajaran BTQ di MTs Madani Alaudd...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
RELASI DAN REKONSILIASI ANTARA PENDIDIKAN ISLAM DENGAN PENDIDIKAN BARAT
RELASI DAN REKONSILIASI ANTARA PENDIDIKAN ISLAM DENGAN PENDIDIKAN BARAT
Mengacu pada daftar yang dilansir http://www.mbctimes.com/, 20 negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik pada tahun 2015/2016 adalah: 1) Korea Selatan; 2) Jepang; 3) Singapura...
Implementasi Manajemen Peserta Didik di MAS Salafiyah Kabupaten Cirebon
Implementasi Manajemen Peserta Didik di MAS Salafiyah Kabupaten Cirebon
Abstrak – Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan manajemen peserta didik di MAS Salafiyah untuk mewujudkan visi dan misi sekolah. Penelitian ini m...
PERAN GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI KELAS VII SMP PERSIAPAN TOMI – TOMI KECAMATAN WAESALA KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT
PERAN GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI KELAS VII SMP PERSIAPAN TOMI – TOMI KECAMATAN WAESALA KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT
Abstract: The purpose of this study was to determine the role of PAI teachers in improving the discipline of students in the classroom VII SMP Preparation Tomi-Tomi District Waesa...
Manajemen Peserta Didik Bernuansa Pendidikan Karakter
Manajemen Peserta Didik Bernuansa Pendidikan Karakter
Penulisan buku ini didorong oleh suatu permasalahan di mana banyak kalangan hanya memahami bahwa manajemen peserta didik adalah sekedar mengurusi 'pendataan peserta didik' sehingga...

