Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Implementasi Algoritma Machine Learning untuk Deteksi Penyakit Daun Tebu: Analisis Perbandingan Kinerja

View through CrossRef
Tebu merupakan komoditas perkebunan penting yang menjadi bahan baku utama industri gula nasional. Produktivitas tebu sangat dipengaruhi oleh serangan penyakit daun seperti karat daun, bercak daun, dan mozaik tebu, yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan. Identifikasi penyakit secara manual oleh tenaga ahli masih menjadi kendala karena sifatnya subjektif, memerlukan waktu lama, serta sulit dilakukan pada area perkebunan yang luas. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan teknologi seperti algoritma Machine Learning (ML). Tujuan penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja dan kompleksitas komputasi beberapa algoritma klasifikasi citra digital dalam mendeteksi penyakit daun tebu secara otomatis. Metode penelitian meliputi pengumpulan dataset citra daun tebu, pra-pemrosesan, ekstraksi citra, serta penerapan beberapa algoritma klasifikasi seperti Naive Bayes (NB), Support Vector Machine (SVM), k-Nearest Neighbor (KNN), Random Forest (RF), dan Neural Network (NN). Setiap algoritma dievaluasi berdasarkan akurasi, precision, recall, serta kompleksitas komputasi yang diukur melalui waktu komputasi (train). Hasil pengujian kinerja menunjukkan bahwa algoritma NN memberikan akurasi tertinggi, sedangkan algoritma Random Forest (RF) lebih efisien secara komputasi. Temuan ini akan memberikan kontribusi penting dalam pengembangan sistem deteksi penyakit daun tebu berbasis citra digital yang akurat dan efisien, sebagai bagian dari penerapan pertanian presisi (precision agriculture) di Indonesia.
Title: Implementasi Algoritma Machine Learning untuk Deteksi Penyakit Daun Tebu: Analisis Perbandingan Kinerja
Description:
Tebu merupakan komoditas perkebunan penting yang menjadi bahan baku utama industri gula nasional.
Produktivitas tebu sangat dipengaruhi oleh serangan penyakit daun seperti karat daun, bercak daun, dan mozaik tebu, yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan.
Identifikasi penyakit secara manual oleh tenaga ahli masih menjadi kendala karena sifatnya subjektif, memerlukan waktu lama, serta sulit dilakukan pada area perkebunan yang luas.
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan teknologi seperti algoritma Machine Learning (ML).
Tujuan penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja dan kompleksitas komputasi beberapa algoritma klasifikasi citra digital dalam mendeteksi penyakit daun tebu secara otomatis.
Metode penelitian meliputi pengumpulan dataset citra daun tebu, pra-pemrosesan, ekstraksi citra, serta penerapan beberapa algoritma klasifikasi seperti Naive Bayes (NB), Support Vector Machine (SVM), k-Nearest Neighbor (KNN), Random Forest (RF), dan Neural Network (NN).
Setiap algoritma dievaluasi berdasarkan akurasi, precision, recall, serta kompleksitas komputasi yang diukur melalui waktu komputasi (train).
Hasil pengujian kinerja menunjukkan bahwa algoritma NN memberikan akurasi tertinggi, sedangkan algoritma Random Forest (RF) lebih efisien secara komputasi.
Temuan ini akan memberikan kontribusi penting dalam pengembangan sistem deteksi penyakit daun tebu berbasis citra digital yang akurat dan efisien, sebagai bagian dari penerapan pertanian presisi (precision agriculture) di Indonesia.

Related Results

Perancangan Desain Produk Alat Pemeras Tebu Elektrik dengan Menggunakan Metode Quality Deployment(QFD)
Perancangan Desain Produk Alat Pemeras Tebu Elektrik dengan Menggunakan Metode Quality Deployment(QFD)
Tebu merupakan tanaman yang mengandung sari gula. Alat pemeras tebu adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memisahkan antara sari tebu dengan ampas tebu. Cara kerja mesin pemeras ...
KARAKTERISTIK BIOBRIKET AMPAS TEBU PT.MADUBARU PG MADUKISMO YOGYAKARTA
KARAKTERISTIK BIOBRIKET AMPAS TEBU PT.MADUBARU PG MADUKISMO YOGYAKARTA
Sebagai salah satu usaha untuk meminimalisir limbah ampas tebu dan tetes tebu (molase) di PT.Madubaru PG.Madukismo Kecamatan Kasihan Bantul Yogyakarta, dibutuhkan penanganan dan pe...
BELA NEGARA UNTUK MEWUJUDKAN USATANI TEBU BERKELANJUTAN
BELA NEGARA UNTUK MEWUJUDKAN USATANI TEBU BERKELANJUTAN
Artikel Bela Negara Untuk Mewujudkan Usahatani Tebu Berkelanjutan ditulis sebagai aktualisasi diri, mencurahkan bakti kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menunjukkan kepedul...
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
Populasi manusia saat ini yang semakin meningkat tiap tahunnya mengakibatkan meningkatnya jumlah kebutuhan pangan dan papan. Dua kebutuhan tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan de...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Penggunaan daun cemangi oleh masyarakat Pammana kabupatenWajo sebagai tradisi turun - temurun yang dipercayai masyarakat sebagai pengobatan. Etnomedicine penggunaan daun cemangi da...
TRADISI TABU MANTEN
TRADISI TABU MANTEN
Tradisi Tebu Manten merupakan salah satu bentuk keariafan lokal yang berkembang di masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki indutrsi gula. Pabrik Gula memiliki tradisi unik sa...

Back to Top