Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Optimalisasi UMKM Melalui Triple Helix Kolaborasi

View through CrossRef
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kolaborasi Triple Helix akademisi,pemerintah, dan sektor swasta dalam pemberdayaan UMKM berbasis perbankan syariah diKecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganmenggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh melalui dokumentasi program danwawancara, data dianalisis secara tematik dengan menggunakan triangulasi sumber dan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Triple Helix belum berjalandengan baik. Sebagian besar nasabah menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan rumah tangga,pengelolaan keuangan belum terpisah, inovasi produk baru belum dilakukan, dan akses pasar masihterbatas. Lembaga akademisi hanya berfokus pada memotivasi dan penyuluhan dasar, sektor swastamembantu nasabah tanpa bertindak terlalu jauh, dan pemerintah hampir tidak terlibat dalamdukungan nyata. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun model Triple Helix berpotensimengoptimalkan UMKM, diperlukan strategi sinergi yang lebih integratif, termasuk peningkatanliterasi keuangan, pengembangan produk inovatif, dan penyediaan fasilitasi seperti izin usaha sertaakses pasar digital yang berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis implementasipraktis model Triple Helix dalam konteks UMKM di bidang perbankan syariah melalui programpemberdayaan berbasis komunitas, yang jarang dieksplorasi dalam penelitian sebelumnya. ABSTRACT This study aims to analyze the effectiveness of Triple Helix collaboration between academics, government,and the private sector in empowering MSMEs based on Islamic banking in Pedurungan District, SemarangCity. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection was obtained throughprogram documentation and interviews, and the data was analyzed thematically using source triangulationand member checking. The results show that the implementation of the Triple Helix model has not beensuccessful. Most customers use the funds for household needs, financial management is not yet separate, newproduct innovations have not been made, and market access is still limited. Academic institutions only focuson motivation and basic counseling, the private sector helps customers without going too far, and thegovernment is hardly involved in providing real support. These findings indicate that although the TripleHelix model has the potential to optimize MSMEs, a more integrative synergy strategy is needed, includingimproving financial literacy, developing innovative products, and providing facilitation such as businesslicenses and sustainable digital market access. The novelty of this research lies in the analysis of the practicalimplementation of the Triple Helix model in the context of MSMEs in the field of Islamic banking throughcommunity-based empowerment programs, which have rarely been explored in previous studies.
Title: Optimalisasi UMKM Melalui Triple Helix Kolaborasi
Description:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kolaborasi Triple Helix akademisi,pemerintah, dan sektor swasta dalam pemberdayaan UMKM berbasis perbankan syariah diKecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganmenggunakan metode deskriptif.
Pengumpulan data diperoleh melalui dokumentasi program danwawancara, data dianalisis secara tematik dengan menggunakan triangulasi sumber dan membercheck.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Triple Helix belum berjalandengan baik.
Sebagian besar nasabah menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan rumah tangga,pengelolaan keuangan belum terpisah, inovasi produk baru belum dilakukan, dan akses pasar masihterbatas.
Lembaga akademisi hanya berfokus pada memotivasi dan penyuluhan dasar, sektor swastamembantu nasabah tanpa bertindak terlalu jauh, dan pemerintah hampir tidak terlibat dalamdukungan nyata.
Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun model Triple Helix berpotensimengoptimalkan UMKM, diperlukan strategi sinergi yang lebih integratif, termasuk peningkatanliterasi keuangan, pengembangan produk inovatif, dan penyediaan fasilitasi seperti izin usaha sertaakses pasar digital yang berkelanjutan.
Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis implementasipraktis model Triple Helix dalam konteks UMKM di bidang perbankan syariah melalui programpemberdayaan berbasis komunitas, yang jarang dieksplorasi dalam penelitian sebelumnya.
ABSTRACT This study aims to analyze the effectiveness of Triple Helix collaboration between academics, government,and the private sector in empowering MSMEs based on Islamic banking in Pedurungan District, SemarangCity.
This study uses a qualitative approach with a descriptive method.
Data collection was obtained throughprogram documentation and interviews, and the data was analyzed thematically using source triangulationand member checking.
The results show that the implementation of the Triple Helix model has not beensuccessful.
Most customers use the funds for household needs, financial management is not yet separate, newproduct innovations have not been made, and market access is still limited.
Academic institutions only focuson motivation and basic counseling, the private sector helps customers without going too far, and thegovernment is hardly involved in providing real support.
These findings indicate that although the TripleHelix model has the potential to optimize MSMEs, a more integrative synergy strategy is needed, includingimproving financial literacy, developing innovative products, and providing facilitation such as businesslicenses and sustainable digital market access.
The novelty of this research lies in the analysis of the practicalimplementation of the Triple Helix model in the context of MSMEs in the field of Islamic banking throughcommunity-based empowerment programs, which have rarely been explored in previous studies.

Related Results

MEMBANGUN KOLABORASI TRIPLE HELIX YANG IDEAL
MEMBANGUN KOLABORASI TRIPLE HELIX YANG IDEAL
Penerapan triple helix yang ideal di daerah melalui kolaborasi antara Pusat Riset, Pemda dan Pelaku usaha (UMKM) telah dijabarkan oleh pengarang. Suatu perjalanan yang panjang dala...
Pendaftaran Merek Sebagai Bentuk Perlindungan Hukum Pada UMKM
Pendaftaran Merek Sebagai Bentuk Perlindungan Hukum Pada UMKM
Currently, UMKM play an important role in helping the country's economy, because it is very important to register trademarks on UMKM, so that UMKM brands can get legal protection. ...
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN MARKETPLACE UNTUK PENJUALAN PRODUK UMKM
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN MARKETPLACE UNTUK PENJUALAN PRODUK UMKM
UMKM is a business that someone, group, or company has already fulfill the terms or conditions as micro business.Base on the Jambi news site which can be accessed on February, 1 st...
Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Umkm Melalui Pendampingan Hukum dan Pengembangan Paguyuban di Desa Jambangan
Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Umkm Melalui Pendampingan Hukum dan Pengembangan Paguyuban di Desa Jambangan
Desa Jambangan merupakan salah satu desa di Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur yang memiliki Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) potensial. Permasalahan yang dialami UMKM Desa Jamb...
The Revolution Of Helix Theory: Transforming Public Policy
The Revolution Of Helix Theory: Transforming Public Policy
This research aims to analyze the urgency and impact of the helix theory revolution on transforming public policy. Using a comparative analysis method that includes bibliometric an...
Sosialisasi Digital Marketing Pelaku UMKM Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa
Sosialisasi Digital Marketing Pelaku UMKM Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa
Pelaku UMKM dalam  kegiatan mengolah produk serta memasarkan produk mereka  , diperoleh informasi bahwa UMKM di Kabupaten Gowa tepatnya dikacamatan Pattallassang belum mampu secara...
Digitalisasi UMKM sebagai upaya peningkatan pemasaran online di Desa Sindangpanon
Digitalisasi UMKM sebagai upaya peningkatan pemasaran online di Desa Sindangpanon
Digitalisasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Indonesia, karena membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya yang...
PENGEMBANGAN USAHA UMKM DI MASA PANDEMI MELALUI OPTIMALISASI DIGITAL MARKETING DI KABUPATEN BULELENG
PENGEMBANGAN USAHA UMKM DI MASA PANDEMI MELALUI OPTIMALISASI DIGITAL MARKETING DI KABUPATEN BULELENG
Ketidakstabilan ekonomi ditengah masa pandemi covid-19, memberikan banyak dampak buruk, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Secara umum, mayoritas dari pelaku UMKM mengalam...

Back to Top