Javascript must be enabled to continue!
Pilocytic Astrocytoma Cerebellum
View through CrossRef
Tumor intrakranial dapat timbul di dalam rongga tengkorak baik di dalam kompartemen supratentorial maupun infratentorial.. Pasien mengeluh nyeri kepala dan kadang pusing ketika beraktivitas. Pasien memiliki riwayat tumor dan operasi pengangkatan tumor 3 tahun lalu. Pasien dengan keadaan umum baik, GCS E4V5M6, tekanan darah 100/80 mmHg, Nadi 76 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 36.9oC. Refleks cahaya +/+, pupil isokor, dengan diameter 3 mm/3 mm, bentuk bulat, visus pasien Visus OD 1/60 – OS ≥2/60, intentional tremor (+). Pemeriksaan refleks fisiologis +/+, refleks patologis. Didapatkan truncal ataxia, pemeriksaan koordinasi tes Romberg tidak dapat dilakukan pasien, tes telunjuk-hidung tidak normal, tes tumit-lutut tidak normal. Dari hasil pemeriksaan CT Scan kepala dengan kontras dan MRI Kepala, didapatkan massa solid pada fossa posterior di cerebellum dextra dengan area kistik di sekelilingnya, didapatkan mural nodul, mengesankan suatu pilocytic astrocytoma. Dilakukan eksisi total tumor dengan guiding mikroskopik, pasca operasi kondisi membaik. Astrocytoma merupakan neoplasma yang berasal dari sel-sel astrosit dan merupakan tipe tumor otak yang paling banyak ditemukan pada anak-anak. Diagnosis dini terhadap astrositoma penting karena jika ditemukan pada stadium awal, astrocytoma dapat diterapi melalui eksisi total melalui pembedahan. Pilocytic astrocytoma tumbuh lambat, jarang menyebar ke jaringan disekitarnya. Tumor ini biasa terjadi pada anak-anak dan dewasa muda, dapat disembuhkan secara tuntas dengan pembedahan. Tatalaksana tumor cerebellum berupa tindakan Operatif, target dari tindakan operatif berbeda tergantung dari patologi tumor otak yang akan diambil. Pada tumor fossa posterior, reseksi total dapat dilakukan pada tumor astrocytoma. Pilocytic astrocytoma merupakan grade 1 dari astrocytoma tidak memerlukan radioterapi dan kemoterapi.
Title: Pilocytic Astrocytoma Cerebellum
Description:
Tumor intrakranial dapat timbul di dalam rongga tengkorak baik di dalam kompartemen supratentorial maupun infratentorial.
Pasien mengeluh nyeri kepala dan kadang pusing ketika beraktivitas.
Pasien memiliki riwayat tumor dan operasi pengangkatan tumor 3 tahun lalu.
Pasien dengan keadaan umum baik, GCS E4V5M6, tekanan darah 100/80 mmHg, Nadi 76 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 36.
9oC.
Refleks cahaya +/+, pupil isokor, dengan diameter 3 mm/3 mm, bentuk bulat, visus pasien Visus OD 1/60 – OS ≥2/60, intentional tremor (+).
Pemeriksaan refleks fisiologis +/+, refleks patologis.
Didapatkan truncal ataxia, pemeriksaan koordinasi tes Romberg tidak dapat dilakukan pasien, tes telunjuk-hidung tidak normal, tes tumit-lutut tidak normal.
Dari hasil pemeriksaan CT Scan kepala dengan kontras dan MRI Kepala, didapatkan massa solid pada fossa posterior di cerebellum dextra dengan area kistik di sekelilingnya, didapatkan mural nodul, mengesankan suatu pilocytic astrocytoma.
Dilakukan eksisi total tumor dengan guiding mikroskopik, pasca operasi kondisi membaik.
Astrocytoma merupakan neoplasma yang berasal dari sel-sel astrosit dan merupakan tipe tumor otak yang paling banyak ditemukan pada anak-anak.
Diagnosis dini terhadap astrositoma penting karena jika ditemukan pada stadium awal, astrocytoma dapat diterapi melalui eksisi total melalui pembedahan.
Pilocytic astrocytoma tumbuh lambat, jarang menyebar ke jaringan disekitarnya.
Tumor ini biasa terjadi pada anak-anak dan dewasa muda, dapat disembuhkan secara tuntas dengan pembedahan.
Tatalaksana tumor cerebellum berupa tindakan Operatif, target dari tindakan operatif berbeda tergantung dari patologi tumor otak yang akan diambil.
Pada tumor fossa posterior, reseksi total dapat dilakukan pada tumor astrocytoma.
Pilocytic astrocytoma merupakan grade 1 dari astrocytoma tidak memerlukan radioterapi dan kemoterapi.
Related Results
Tracing the Benign Nature of Pilocytic Astrocytoma with a Focus on How Gliogenic Regulators Impact its Tumorigenesis: a systematic review
Tracing the Benign Nature of Pilocytic Astrocytoma with a Focus on How Gliogenic Regulators Impact its Tumorigenesis: a systematic review
Abstract
Objective
The objective of this study is to determine how gliogenic regulators impact the Pilocytic Astrocytoma tumori...
Characteristics of Astrocytoma in Indonesia
Characteristics of Astrocytoma in Indonesia
Astrocytoma is a primary brain tumor originating from astrocyte cells. The study was conducted using scientific literature review methods from various sources such as google search...
Clinicopathological study of pilocytic astrocytoma
Clinicopathological study of pilocytic astrocytoma
Objective: This study aims to explore the demographics, management strategies, and prognostic factors associated with pilocytic astrocytoma at a single center in Pakistan.
Material...
Expression of delta-catenin is associated with progression of human astrocytoma
Expression of delta-catenin is associated with progression of human astrocytoma
AbstractBackgroundδ-Catenin (CTNND2), which encodes a scaffold protein in humans, has been found in a few malignancies. However, the expression pattern and contribution of δ-cateni...
<b>Nestin and WT-1: Potential Interplay in Astrocytoma Tumor Biology</b>
<b>Nestin and WT-1: Potential Interplay in Astrocytoma Tumor Biology</b>
Background: Glial cells are the origin of gliomas, a diverse group of brain tumors including Astrocytoma, Oligodendrogliomas and Ependymoma, classified based on their cellular orig...
Motor performance after treatment of pilocytic astrocytoma in the posterior fossa in childhood
Motor performance after treatment of pilocytic astrocytoma in the posterior fossa in childhood
Aims The aim was to investigate if patients treated for pilocytic
astrocytoma in the posterior fossa had motor complications, including
balance, motor and process skills. Methods T...
Human-Level Differentiation of Medulloblastoma from Pilocytic Astrocytoma: A Real-World Multicenter Pilot Study
Human-Level Differentiation of Medulloblastoma from Pilocytic Astrocytoma: A Real-World Multicenter Pilot Study
Medulloblastoma and pilocytic astrocytoma are the two most common pediatric brain tumors with overlapping imaging features. In this proof-of-concept study, we investigated using a ...
A Late Diagnosis of Pilocytic Astrocytoma in a Dandy-Walker Complex: Case Report
A Late Diagnosis of Pilocytic Astrocytoma in a Dandy-Walker Complex: Case Report
Abstract
Dandy-Walker Malformation (DWM) and Pilocytic Astrocitoma are both rare disease entities that typically manifest early in life are associated with congenital etiol...

