Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

LATAR BELAKANG SEJARAH DAN PERTIMBANGAN LOKASI PERMUKIMAN CANDI BARU DI SEMARANG

View through CrossRef
Abstract. The Historical Background and Site Consideration Candi Baru Settlement in Semarang. Semarang is a port city in Java that had rapid development during the late Colonial era. The city has developed into an industrial and administrative center since the Dutch influence in the archipelago. The growth of job opportunities led to an increase in the urbanization rate as people moved to Semarang. The Area of Candi Baru Settlement was developed in the 1900th by the Dutch colonial government, located south of Semarang in Gajahmungkur Hill, which is quite far from the city and in the hilly area. This study aimed to determine the historical background and considerations for selecting the location of the Candi Baru Settlement during the Colonial period. The data used in the research include old maps to understand the development of the settlement and its environmental context, as well as literature data such as historical archives to explore its social and political aspects. The qualitative analysis was carried out by connecting historical data with environmental data to identify the environmental factors and colonial government intervention. The results of this study indicate that poor ecological sanitation, disease outbreak, and population mortality rates are the driving factors for the opening of settlements south of Semarang City. Gajahmungkur Hills provides an alternative healthy living environment and is comfortable for its residents. Keywords: Candi Baru, Semarang, Settlement   Abstrak. Semarang adalah kota pelabuhan di Pulau Jawa yang cukup pesat perkembangannya pada era akhir Kolonial. Semarang tumbuh menjadi pusat perdagangan dan industri sejak ditetapkan sebagai kota praja. Berkembangnya lapangan pekerjaan berdampak pada meningkatnya laju urbanisasi penduduk menuju Semarang. Area Permukiman Candi Baru dikembangkan pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1900-an, yang terletak di sebelah selatan Semarang, tepatnya di Bukit Gajahmungkur. Lokasinya terbilang cukup jauh dari pusat Kota Semarang dan berada pada area bukit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang sejarah dan pertimbangan pemilihan lokasi Permukiman Candi Baru Semarang pada masa Kolonial. Data yang digunakan berupa peta lama untuk mengetahui perkembangan permukiman dan konteks lingkungannya serta data pustaka berupa arsip-arsip sejarah untuk mengetahui aspek sosial, politik, dan lingkungan yang melatarbelakanginya. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan mengaitkan data sejarah dengan lingkungan sehingga dapat diperoleh faktor pertimbangan lingkungan dan intervensi yang dilakukan oleh pemerintah kolonial. Hasil penelitian ini menunjukkan buruknya sanitasi lingkungan, wabah penyakit, dan tingginya angka kematian penduduk di Kota Semarang sebagai faktor pendorong dibukanya permukiman baru di sebelah selatan Kota Semarang. Bukit Gajahmungkur memberikan alternatif lingkungan tempat tinggal yang sehat dan nyaman para penghuninya. Kata Kunci: Candi Baru, Permukiman, Semarang
Title: LATAR BELAKANG SEJARAH DAN PERTIMBANGAN LOKASI PERMUKIMAN CANDI BARU DI SEMARANG
Description:
Abstract.
The Historical Background and Site Consideration Candi Baru Settlement in Semarang.
Semarang is a port city in Java that had rapid development during the late Colonial era.
The city has developed into an industrial and administrative center since the Dutch influence in the archipelago.
The growth of job opportunities led to an increase in the urbanization rate as people moved to Semarang.
The Area of Candi Baru Settlement was developed in the 1900th by the Dutch colonial government, located south of Semarang in Gajahmungkur Hill, which is quite far from the city and in the hilly area.
This study aimed to determine the historical background and considerations for selecting the location of the Candi Baru Settlement during the Colonial period.
The data used in the research include old maps to understand the development of the settlement and its environmental context, as well as literature data such as historical archives to explore its social and political aspects.
The qualitative analysis was carried out by connecting historical data with environmental data to identify the environmental factors and colonial government intervention.
The results of this study indicate that poor ecological sanitation, disease outbreak, and population mortality rates are the driving factors for the opening of settlements south of Semarang City.
Gajahmungkur Hills provides an alternative healthy living environment and is comfortable for its residents.
Keywords: Candi Baru, Semarang, Settlement   Abstrak.
Semarang adalah kota pelabuhan di Pulau Jawa yang cukup pesat perkembangannya pada era akhir Kolonial.
Semarang tumbuh menjadi pusat perdagangan dan industri sejak ditetapkan sebagai kota praja.
Berkembangnya lapangan pekerjaan berdampak pada meningkatnya laju urbanisasi penduduk menuju Semarang.
Area Permukiman Candi Baru dikembangkan pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1900-an, yang terletak di sebelah selatan Semarang, tepatnya di Bukit Gajahmungkur.
Lokasinya terbilang cukup jauh dari pusat Kota Semarang dan berada pada area bukit.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang sejarah dan pertimbangan pemilihan lokasi Permukiman Candi Baru Semarang pada masa Kolonial.
Data yang digunakan berupa peta lama untuk mengetahui perkembangan permukiman dan konteks lingkungannya serta data pustaka berupa arsip-arsip sejarah untuk mengetahui aspek sosial, politik, dan lingkungan yang melatarbelakanginya.
Analisis dilakukan secara kualitatif dengan mengaitkan data sejarah dengan lingkungan sehingga dapat diperoleh faktor pertimbangan lingkungan dan intervensi yang dilakukan oleh pemerintah kolonial.
Hasil penelitian ini menunjukkan buruknya sanitasi lingkungan, wabah penyakit, dan tingginya angka kematian penduduk di Kota Semarang sebagai faktor pendorong dibukanya permukiman baru di sebelah selatan Kota Semarang.
Bukit Gajahmungkur memberikan alternatif lingkungan tempat tinggal yang sehat dan nyaman para penghuninya.
Kata Kunci: Candi Baru, Permukiman, Semarang.

Related Results

Stabilitas Struktur Candi Mendut
Stabilitas Struktur Candi Mendut
Kajian Stabilitas Struktur Candi Mendut ini sangat penting guna mengevaluasi kondisi stabilitas struktur bangunan Candi Mendut sehingga kelestariannya akan terjaga. Berbagai kegiat...
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Lingkungan permukiman Kekalik Timur mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan, hal ini dapat mempengaruhi ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan ya...
FUNGSI DAN NILAI CANDI BOROBUDUR DI ERA GLOBALISASI
FUNGSI DAN NILAI CANDI BOROBUDUR DI ERA GLOBALISASI
Candi Borobudur merupakan bangunan warisan budaya bangsa Indonesia yang memiliki fungsi dan nilai, masyarakat Indonesia sebagai pewaris budaya memiliki tanggung jawab dalam pelesta...
Path, Portal, Place sebagai Strategi Penguat Karakter Aksesibilitas Wisata Candi Plaosan
Path, Portal, Place sebagai Strategi Penguat Karakter Aksesibilitas Wisata Candi Plaosan
ABSTRACTCultural tourism is a type of tourist attraction object based on the work of human creativity in the form of cultural heritage and cultural values that are still lively tod...
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH MASYARAKAT PESISIR DI DESA SANGSIT
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH MASYARAKAT PESISIR DI DESA SANGSIT
Desa Sangsit merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Buleleng yang memiliki sumberdaya kelautan yang potensial. Kenyataan ini didukung dengan peningkatan produktivitas hasil tangka...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Kelayakan Aksesibilitas Disabilitas di Taman Wisata Candi Borobudur
Analisis Kelayakan Aksesibilitas Disabilitas di Taman Wisata Candi Borobudur
Ketersediaan aksesibilitas dalam pariwisata tidak hanya diperuntukan bagi wisatawan umum namun juga bagi wisatawan disabilitas. Candi Borobudur sebagai situs peninggalan budaya yan...
APLIKASI GIS UNTUK PEMETAAN POLA ALIRAN AIR TANAH DI KAWASAN BOROBUDUR
APLIKASI GIS UNTUK PEMETAAN POLA ALIRAN AIR TANAH DI KAWASAN BOROBUDUR
Candi Borobudur merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Unesco telah menetapkan Candi Borobudur masuk ke dalam WHL (World Heritage List) se...

Back to Top