Javascript must be enabled to continue!
Penerapan Modifikasi Pursed Lips Breathing dan Aromaterapi Eucalyptus terhadap Saturasi Oksigen dan Frekuensi Napas Anak dengan ISPA
View through CrossRef
Anak rentan mengalami ISPA yang merupakan masuk dan berkembangnya mikroorganisme di saluran pernafasan sehingga menyebabkan timbulnya gejala kurang lebih selama 14 hari. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan modifikasi pursed lips breathing dan aromaterapi eucalyptus terhadap saturasi oksigen dan frekuensi napas anak dengan ISPA. Keluhan utama pasien adalah batuk berdahak. Saturasi oksigen menunjukkan 95% dan frekuensi napas 30 kali/menit Diagnosa yang diambil adalah bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan proses infeksi dan pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas. Dilakukan intervensi modifikasi pursed lips breathing dengan meniup botol berisi air melalui sedotan yang dikombinasikan dengan terapi inhalasi aromaterapi eucalyptus. Intervensi dilakukan selama tiga hari, dengan tindakan satu kali sehari. Intervensi modifikasi pursed lips breathing dilakukan 40 kali dalam waktu 10 menit dan dikombinasikan dengan terapi inhalasi eucalyptus secara bersamaan. Setelah dilakukan intervensi terjadi peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi napas pada pasien. Selain itu, pasien masih menunjukkan batuk berdahak dengan respon lebih ringan dan intensitas batuk berkurang. Terjadi peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi napas pada anak dengan ISPA setelah diberikan intervensi kombinasi modifikasi pursed lips breathing dan terapi inhalasi uap minyak eucalyptus.
Title: Penerapan Modifikasi Pursed Lips Breathing dan Aromaterapi Eucalyptus terhadap Saturasi Oksigen dan Frekuensi Napas Anak dengan ISPA
Description:
Anak rentan mengalami ISPA yang merupakan masuk dan berkembangnya mikroorganisme di saluran pernafasan sehingga menyebabkan timbulnya gejala kurang lebih selama 14 hari.
Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan modifikasi pursed lips breathing dan aromaterapi eucalyptus terhadap saturasi oksigen dan frekuensi napas anak dengan ISPA.
Keluhan utama pasien adalah batuk berdahak.
Saturasi oksigen menunjukkan 95% dan frekuensi napas 30 kali/menit Diagnosa yang diambil adalah bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan proses infeksi dan pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas.
Dilakukan intervensi modifikasi pursed lips breathing dengan meniup botol berisi air melalui sedotan yang dikombinasikan dengan terapi inhalasi aromaterapi eucalyptus.
Intervensi dilakukan selama tiga hari, dengan tindakan satu kali sehari.
Intervensi modifikasi pursed lips breathing dilakukan 40 kali dalam waktu 10 menit dan dikombinasikan dengan terapi inhalasi eucalyptus secara bersamaan.
Setelah dilakukan intervensi terjadi peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi napas pada pasien.
Selain itu, pasien masih menunjukkan batuk berdahak dengan respon lebih ringan dan intensitas batuk berkurang.
Terjadi peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi napas pada anak dengan ISPA setelah diberikan intervensi kombinasi modifikasi pursed lips breathing dan terapi inhalasi uap minyak eucalyptus.
Related Results
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
Literatur Review Pengaruh Teknik Pursed Lips Breathing (PLB) Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
Literatur Review Pengaruh Teknik Pursed Lips Breathing (PLB) Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
PPOK adalah adanya obstruksi saluran napas yang sangat bervariasi, mulai dari tanpa gejala, gejala ringan, hingga berat. Dampak yang sering terjadi pada pasien PPOK dengan nilai sa...
Penerapan Teknik Pursed Lip Breathing dan Aromaterapi Daun Mint pada Pasien Dyspnea di IGD RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Penerapan Teknik Pursed Lip Breathing dan Aromaterapi Daun Mint pada Pasien Dyspnea di IGD RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Dyspnea adalah keadaan seseorang mengalami kesulitan bernapas karena tidak cukup udara yang masuk ke paru-paru. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis untuk mengatasi pasien d...
EFFECT OF PURSED LIP BREATHING (PLB) EXERCISE ON RESPIRATORY STATUS IN PATIENTS WITH CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE (COPD)
EFFECT OF PURSED LIP BREATHING (PLB) EXERCISE ON RESPIRATORY STATUS IN PATIENTS WITH CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE (COPD)
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) terjadi karena obstruksi jalan napas. Obstruksi ini menyebabkan penderitaPPOK mengalami kesulitan untuk mengeluarkan napas. Dengan memberikan...
PENERAPAN TEKNIK PURSED LIP BREATHING PADA PENURUNAN SESAK NAFAS TERHADAP PASIEN ASMA BRONKIAL
PENERAPAN TEKNIK PURSED LIP BREATHING PADA PENURUNAN SESAK NAFAS TERHADAP PASIEN ASMA BRONKIAL
Penyakit asma ditandai dengan peradangan, peningkatan responsivitas terhadap berbagai rangsangan, dan obstruksi jalan napas yang dapat muncul kembali secara spontan atau memerlukan...
Tugas Metodologi Penelitian
Tugas Metodologi Penelitian
Latar Belakang : Congestive Heart Failure atau lebih sering dikenal dengan penyakit gagal jantung adalah penyakit sindrom klinis yang ditandai dengan sesak nafas saat istirahat ata...
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya...
PEMBERIAN TRIPOD POSITION DAN PURSED-LIP BREATHING PADA PASIEN PPOK DENGAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF
PEMBERIAN TRIPOD POSITION DAN PURSED-LIP BREATHING PADA PASIEN PPOK DENGAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi, serta menjadi penyebab kematian ketiga menurut WHO pada tah...

