Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGEMBANGAN OBJEK WISATA LEMBAH HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta kelayakan pengembangan objek wisata Lembah Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantatif. Subjek penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Subjek penelitian adalah Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Lima Puluh Kota, pengunjung objek wisata Lembah Harau dan masyarakat Lembah Harau. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi, kuisioner dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan yaitu teknik reduksi data, display data, penarikan kesimpulan dan analisis SWOT disertai AHP. Hasil penelitian mengungkapkan: 1) Faktor kekuatan yang menjadi prioritas adalah meningkatkan daya tarik objek wisata. 2) Faktor kelemahan yang menjadi prioritas adalah mengatasi tempat-tempat tersembunyi yang dikhawatirkan akan digunakan untuk hal-hal yang negatif dari warga setempat maupun dari pengunjung. 3) Faktor peluang yang menjadi prioritas adalah menggerakkan sektor perekonomian masyarakat. 4) Faktor ancaman yang menjadi prioritas untuk dicegah adalah ketidakstabilan ekonomi akibat kondisi pariwisata yang fluktuatif. 5) Dalam kuadran SWOT menunjukkan bahwa wisata Lembah Harau berada pada kuadran 1 dengan skor faktor internal 0,28 dan skor faktor eksternal 0,382 yang berarti objek wisata Lembah Harau layak untuk dikembangkan.
Universitas Negeri Padang (UNP)
Title: PENGEMBANGAN OBJEK WISATA LEMBAH HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta kelayakan pengembangan objek wisata Lembah Harau Kabupaten Lima Puluh Kota.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantatif.
Subjek penelitian ditentukan dengan purposive sampling.
Subjek penelitian adalah Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Lima Puluh Kota, pengunjung objek wisata Lembah Harau dan masyarakat Lembah Harau.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi, kuisioner dan dokumentasi.
Teknik analisa data yang digunakan yaitu teknik reduksi data, display data, penarikan kesimpulan dan analisis SWOT disertai AHP.
Hasil penelitian mengungkapkan: 1) Faktor kekuatan yang menjadi prioritas adalah meningkatkan daya tarik objek wisata.
2) Faktor kelemahan yang menjadi prioritas adalah mengatasi tempat-tempat tersembunyi yang dikhawatirkan akan digunakan untuk hal-hal yang negatif dari warga setempat maupun dari pengunjung.
3) Faktor peluang yang menjadi prioritas adalah menggerakkan sektor perekonomian masyarakat.
4) Faktor ancaman yang menjadi prioritas untuk dicegah adalah ketidakstabilan ekonomi akibat kondisi pariwisata yang fluktuatif.
5) Dalam kuadran SWOT menunjukkan bahwa wisata Lembah Harau berada pada kuadran 1 dengan skor faktor internal 0,28 dan skor faktor eksternal 0,382 yang berarti objek wisata Lembah Harau layak untuk dikembangkan.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
PKM KULINER HALAL BERBAHAN BAKU LOKAL BERBASIS REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI NAGARI HARAU KECAMATAN HARAU KABUPATEN LIMAPULUH KOTA
PKM KULINER HALAL BERBAHAN BAKU LOKAL BERBASIS REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI NAGARI HARAU KECAMATAN HARAU KABUPATEN LIMAPULUH KOTA
Salah satu objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota adalah Lembah Harau. Selama ini orang hanya tahu Lembah Harau sebagai Icon wisata, sementara jika dikembangkan akan bisa menjad...
Prioritas Pengembangan Objek Wisata Bono berbasis Partisipasi Masyarakat dengan Pendekatan Analisis SOAR
Prioritas Pengembangan Objek Wisata Bono berbasis Partisipasi Masyarakat dengan Pendekatan Analisis SOAR
Pengembangan potensi pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah memerlukan dukungan masyarakat dalam mempromosikan dan terlibat secara aktif. Potensi besar pariwisata yang ada di Ka...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Buleleng memiliki berbagai objek wisata yang dapat dinikmati oleh wi...
PENGEMBANGAN WISATA PENANGKARAN TAMAN BUDAYA ASAM KUMBANG SEBAGAI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA KOTA MEDAN
PENGEMBANGAN WISATA PENANGKARAN TAMAN BUDAYA ASAM KUMBANG SEBAGAI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA KOTA MEDAN
Penelitian ini berjudul “Pengembangan wisata penangkaran Taman Buaya AsamKumbang sebagai objek dan daya tarik wisata Kota Medan”. Membahas tentangbagaimana pengembangan wisata pena...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...

Back to Top