Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efektivitas Sport Massage Dalam Mengurangi Kelelahan Otot Pada Pemain Basket DBL SMA Lab UM

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sport massage dalam mengurangi kelelahan otot pada pemain basket DBL dari SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Kelelahan otot merupakan masalah umum yang dialami oleh atlet setelah menjalani latihan intensif atau pertandingan yang jika tidak ditangani dengan baik dapat menurunkan performa dan meningkatkan risiko cedera. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pre-test dan post-test. Subjek penelitian terdiri dari 12 pemain basket yang aktif mengikuti kompetisi DBL. Pengukuran tingkat kelelahan otot dilakukan dengan menggunakan Borg Rating of Perceived Exertion dan tes kekuatan otot leg dynamometer sebelum dan sesudah perlakuan. Perlakuan berupa sport massage dilakukan selama 20 menit pasca latihan intensif. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada skor RPE dan peningkatan kekuatan otot setelah diberikan sport massage. Dengan demikian sport massage terbukti efektif dalam membantu pemulihan otot dan mengurangi kelelahan pada pemain basket SMA Lab UM. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sport massage sebagai bagian dari program pemulihan pasca latihan bagi atlet. This study aimed to determine the effectiveness of sports massage in reducing muscle fatigue in DBL basketball players from SMA Laboratorium, State University of Malang. Muscle fatigue is a common problem experienced by athletes after intensive training or matches. If not properly managed, it can reduce performance and increase the risk of injury. The research method used was an experimental design with a pre-test and post-test. The study subjects consisted of 12 basketball players actively participating in DBL competitions. Muscle fatigue levels were measured using the Borg Rating of Perceived Exertion and a leg dynamometer muscle strength test before and after treatment. Sports massage was administered for 20 minutes after intensive training. The results showed a significant decrease in the RPE score and an increase in muscle strength after sports massage. Thus, sports massage has been proven effective in promoting muscle recovery and reducing fatigue in SMA Lab UM basketball players. This study recommends the implementation of sports massage as part of a post-training recovery program for athletes..
Title: Efektivitas Sport Massage Dalam Mengurangi Kelelahan Otot Pada Pemain Basket DBL SMA Lab UM
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sport massage dalam mengurangi kelelahan otot pada pemain basket DBL dari SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang.
Kelelahan otot merupakan masalah umum yang dialami oleh atlet setelah menjalani latihan intensif atau pertandingan yang jika tidak ditangani dengan baik dapat menurunkan performa dan meningkatkan risiko cedera.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pre-test dan post-test.
Subjek penelitian terdiri dari 12 pemain basket yang aktif mengikuti kompetisi DBL.
Pengukuran tingkat kelelahan otot dilakukan dengan menggunakan Borg Rating of Perceived Exertion dan tes kekuatan otot leg dynamometer sebelum dan sesudah perlakuan.
Perlakuan berupa sport massage dilakukan selama 20 menit pasca latihan intensif.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada skor RPE dan peningkatan kekuatan otot setelah diberikan sport massage.
Dengan demikian sport massage terbukti efektif dalam membantu pemulihan otot dan mengurangi kelelahan pada pemain basket SMA Lab UM.
Penelitian ini merekomendasikan penerapan sport massage sebagai bagian dari program pemulihan pasca latihan bagi atlet.
This study aimed to determine the effectiveness of sports massage in reducing muscle fatigue in DBL basketball players from SMA Laboratorium, State University of Malang.
Muscle fatigue is a common problem experienced by athletes after intensive training or matches.
If not properly managed, it can reduce performance and increase the risk of injury.
The research method used was an experimental design with a pre-test and post-test.
The study subjects consisted of 12 basketball players actively participating in DBL competitions.
Muscle fatigue levels were measured using the Borg Rating of Perceived Exertion and a leg dynamometer muscle strength test before and after treatment.
Sports massage was administered for 20 minutes after intensive training.
The results showed a significant decrease in the RPE score and an increase in muscle strength after sports massage.
Thus, sports massage has been proven effective in promoting muscle recovery and reducing fatigue in SMA Lab UM basketball players.
This study recommends the implementation of sports massage as part of a post-training recovery program for athletes.

Related Results

Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Di PT. FKS Multi Agro Tbk. Makassar
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Di PT. FKS Multi Agro Tbk. Makassar
Tenaga kerja merupakan sumber daya yang berperan sebagai pengerak dalam pekerjaan dan dapat dikatakan sebagai ujung tombak pada suatu pekerjaan, sehingga tenaga kerja seharusnya le...
Pembinaan Manajemen Prestasi untuk Sekolah Sepakbola
Pembinaan Manajemen Prestasi untuk Sekolah Sepakbola
Kebugaran tubuh merupakan komponen vital bagi mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi yang rutin terlibat dalam aktivitas fisik intensif. Sport massage, sebagai metod...
TINJAUAN KONDISI FISIK PEMAIN FUTSAL SMA NEGERI 12 PADANG
TINJAUAN KONDISI FISIK PEMAIN FUTSAL SMA NEGERI 12 PADANG
Masalah dalam penelitian ini adalah  diduga menurunnya performa pemain saat melakukan pertandingan, hal ini diduga dipengaruhi oleh kemampuan kondisi fisik pemain kurang baik. Tuju...
Kontribusi Kekuatan Ekstensi Otot Tungkai Dan Kelentukan Pinggul Terhadap Kemampuan Long Passing
Kontribusi Kekuatan Ekstensi Otot Tungkai Dan Kelentukan Pinggul Terhadap Kemampuan Long Passing
Masalah yang ditemukan bahwa dalam setiap latihan dan setiap turnamen-turnamen para pemain Pulau Tengah melakukan Long Passing tetapi bola tersebut tidak sesuai dengan apa yang dih...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

Back to Top