Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Konflik Kekerasan antar anggota kelompok beladiri dalam paradigma sosiologi olahraga (Kajian Kepemimpinan)

View through CrossRef
Kata Kunci: Konflik kekerasan, kelompok beladiri, paradigma sosiologi olahraga dan kepemimpinanAktualisasi konflik kekerasan dipandang sebagai fenomena sosial untuk mengekspresikan diri dalam perilaku agresif. Namun perilaku ini pada dasarnya merupakan proses pembelajaran sosial anggota tentang bagaimana melatih keterampilan, sifat-sifat, nilai, sikap, norma dan pengetahuan yang dikaitkan dengan peranan dalam olahraga. Mengingat begitu luasnya permasalahan yang dikaji dalam perspektif sosiologi olahraga, maka peneliti membatasi permasalahan yang difokuskan pada kajian kepemimpinan dalam organisasi beladiri yang masih rentan dengan terjadinya konflik antar kelompok anggotanya. Realita sumber data nantinya akan didiskripsikan dan dianalisis untuk membangun sebuah proposisi.Penelitian ini merupakan bentuk studi kasus, yang difokuskan pada fenomena sosial tentang konflik kekerasan yang sering terjadi pada anggota kelompok organisasi khususnya beladiri Pencak silat. Kasus konflik kekerasan tersebut diteliti melalui pendekatan metode kualitatif, sehingga kajian permasalahan dan penerapan metode penelitiannya menjadi pilihan yang argumentatif.Simpulan bahwa konflik kekerasan yang selama ini terjadi karena dipengaruhi oleh kepemimpinan yang masih mengedepankan pada pendekatan pola humanis dan prestise organisasi.Hal ini didasarkan pada temuan tentang pemahaman nilai ajaran Pencak silat anggota yang belum maksimal dan transformasi nilai Pencak silat sebagai budaya ke cabang olahraga yang tidak tuntas.Proposisi yang dibangun adalah bahwa solidaritas yang kuat akan membangun kelompok  ingroup-outgroup, Solidaritas yang kuat dibangun melalui rutinitas kegiatan, Solidaritas sosial yang dibangun bersifat fungsional dan disfungsional. Sifat fungsionalnya memerkuat solidaritas kelompok sedangkan disfungsionalnya menimbulkan sikap deglorifikasi anggota, Sikap deglorifikasi ini dimanfaatkan oleh sebagian anggota untuk kepentingan pribadi sehingga memperluas wilayah konflik dan terus berkepanjangan, Konflik kekerasan yang terus menerus juga diakibatkan oleh ketidakmaksimalan pemahaman nilai ajaran pencak silat dan ketidaktuntasan transformasi budaya ke cabang olahraga, Ketidaktuntasan transformasi budaya ke cabang olahraga menyebabkan organisasi beladiri Pencak silat lebih dekat dengan organisasi masyarakat, sedangkan Organisasi masyarakat banyak berhimpitan dengan politik, ekonomi dan sosial (secara Politik: organisasi masyarakat menjadi sumber kekuasaan, secara ekonomi: organisasi masyarakat menjadi sumber pendapatan, secara sosial: mereka membangun solidaritas sosial untuk memertahankan eksistensinya).
Title: Konflik Kekerasan antar anggota kelompok beladiri dalam paradigma sosiologi olahraga (Kajian Kepemimpinan)
Description:
Kata Kunci: Konflik kekerasan, kelompok beladiri, paradigma sosiologi olahraga dan kepemimpinanAktualisasi konflik kekerasan dipandang sebagai fenomena sosial untuk mengekspresikan diri dalam perilaku agresif.
Namun perilaku ini pada dasarnya merupakan proses pembelajaran sosial anggota tentang bagaimana melatih keterampilan, sifat-sifat, nilai, sikap, norma dan pengetahuan yang dikaitkan dengan peranan dalam olahraga.
Mengingat begitu luasnya permasalahan yang dikaji dalam perspektif sosiologi olahraga, maka peneliti membatasi permasalahan yang difokuskan pada kajian kepemimpinan dalam organisasi beladiri yang masih rentan dengan terjadinya konflik antar kelompok anggotanya.
Realita sumber data nantinya akan didiskripsikan dan dianalisis untuk membangun sebuah proposisi.
Penelitian ini merupakan bentuk studi kasus, yang difokuskan pada fenomena sosial tentang konflik kekerasan yang sering terjadi pada anggota kelompok organisasi khususnya beladiri Pencak silat.
Kasus konflik kekerasan tersebut diteliti melalui pendekatan metode kualitatif, sehingga kajian permasalahan dan penerapan metode penelitiannya menjadi pilihan yang argumentatif.
Simpulan bahwa konflik kekerasan yang selama ini terjadi karena dipengaruhi oleh kepemimpinan yang masih mengedepankan pada pendekatan pola humanis dan prestise organisasi.
Hal ini didasarkan pada temuan tentang pemahaman nilai ajaran Pencak silat anggota yang belum maksimal dan transformasi nilai Pencak silat sebagai budaya ke cabang olahraga yang tidak tuntas.
Proposisi yang dibangun adalah bahwa solidaritas yang kuat akan membangun kelompok  ingroup-outgroup, Solidaritas yang kuat dibangun melalui rutinitas kegiatan, Solidaritas sosial yang dibangun bersifat fungsional dan disfungsional.
Sifat fungsionalnya memerkuat solidaritas kelompok sedangkan disfungsionalnya menimbulkan sikap deglorifikasi anggota, Sikap deglorifikasi ini dimanfaatkan oleh sebagian anggota untuk kepentingan pribadi sehingga memperluas wilayah konflik dan terus berkepanjangan, Konflik kekerasan yang terus menerus juga diakibatkan oleh ketidakmaksimalan pemahaman nilai ajaran pencak silat dan ketidaktuntasan transformasi budaya ke cabang olahraga, Ketidaktuntasan transformasi budaya ke cabang olahraga menyebabkan organisasi beladiri Pencak silat lebih dekat dengan organisasi masyarakat, sedangkan Organisasi masyarakat banyak berhimpitan dengan politik, ekonomi dan sosial (secara Politik: organisasi masyarakat menjadi sumber kekuasaan, secara ekonomi: organisasi masyarakat menjadi sumber pendapatan, secara sosial: mereka membangun solidaritas sosial untuk memertahankan eksistensinya).

Related Results

MENANGKAL INTOLERANSI DALAM PENCAK SILAT KEBERAGAMAN BUDAYA UNTUK HARMONI SOSIAL
MENANGKAL INTOLERANSI DALAM PENCAK SILAT KEBERAGAMAN BUDAYA UNTUK HARMONI SOSIAL
Organisasi perguruan seni beladiri pencak silat adalah merupakan organisasi kemasyarakatan, yang mengajarkan ilmu beladiri juga mengajarkan cara untuk menegakkan kebenaran dan memb...
KEPEMIMPINAN DEMOKRASI PADA MADRASAH
KEPEMIMPINAN DEMOKRASI PADA MADRASAH
Tujuan artikel ini untuk menjelaskan tentang kepemimpinan demokratis yang tepat untuk diterapkan di Madrasah. Masalah yang urgen di madrasah saat ini kepemimpinan belum menunjukkan...
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat partisipasi pada Kelompok Tani Mekar Bakti 3 sebagai anggota, sebagai pengelola, sebagai manajer (2) Pendapatan pada Kelompok...
Pengantar Sosiologi Olahraga
Pengantar Sosiologi Olahraga
Penulisan buku "Pengantar Sosiologi Olahraga" ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar kepada pembaca mengenai kajian tentang hubungan antara olahraga dan masyarakat. Penge...
Peran Kepemimpinan Berkarakter Sosiologis Digital dalam Kontruksi Pendidikan di Abad ke-21
Peran Kepemimpinan Berkarakter Sosiologis Digital dalam Kontruksi Pendidikan di Abad ke-21
Penelitian ini memfokuskan pada peran kepemimpinan dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21, terutama dalam konteks digital. Tantangan di era digitalisasi semakin kompleks ...
Konflik para Rasul: konflik Paulus dan Barnabas (Kisah Para Rasul 15:35-41) serta implementasinya dengan Perpecahan Gereja
Konflik para Rasul: konflik Paulus dan Barnabas (Kisah Para Rasul 15:35-41) serta implementasinya dengan Perpecahan Gereja
Abstrak: konflik adalah suatu hal yang kerap kali terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Konflik tidak hanya terjadi dalam kemasyarakatan tetapi juga terjadi dalam kehidupan berjem...
Analisis kemampuan VO2max cabang olahraga beladiri
Analisis kemampuan VO2max cabang olahraga beladiri
Pondasi untuk melakukan aktivitas dalam waktu yang lama, salah satunya adalah kemampuan VO2max. Kemampuan VO2max tidak secara mudah dan singkat dimiliki oleh setiap atlet, perlu la...
MENUJU SOSIOLOGI BERAGAMA: Paradigma Keilmuan dan Tantangan Kontemporer Kajian Sosiologi Agama di Indonesia
MENUJU SOSIOLOGI BERAGAMA: Paradigma Keilmuan dan Tantangan Kontemporer Kajian Sosiologi Agama di Indonesia
Artikel ini membahas paradigma, perkembangan, serta tantangan kajian sosiologi agama di Indonesia. Kajian Sosiologi Agama di Indonesia yang telah tumbuh di lingkungan Perguruan Tin...

Back to Top