Javascript must be enabled to continue!
Strategi guru matematika dalam membudayakan pembelajaran berbasis HOTS: Studi deskriptif kualitatif
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan menelaah apakah strategi guru matematika dalam membiasakan pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) berkontribusi pada peningkatan prestasi belajar sekaligus penguatan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah siswa. Pembelajaran berbasis HOTS menuntut perancangan tugas dan pertanyaan tingkat tinggi, fasilitasi penalaran, serta kesempatan refleksi yang berkelanjutan. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur kepada pemangku kepentingan pembelajaran dan dianalisis secara tematik untuk memetakan praktik, tantangan, serta prasyarat implementasi. Hasil pemetaan menggambarkan bahwa upaya pembiasaan HOTS bergantung pada konsistensi perencanaan (perumusan tujuan kognitif tingkat tinggi dan indikator terukur), pelaksanaan (pemodelan penalaran, pertanyaan pengarah, dan waktu berlatih yang memadai), serta asesmen formatif yang selaras. Temuan juga menyoroti kebutuhan penguatan kapasitas guru dalam merancang tugas autentik, ketersediaan sumber belajar aksesibel, dan dukungan budaya kelas yang mendorong elaborasi jawaban siswa. Secara implikatif, praktik yang lebih terstandar dan dukungan pengembangan profesional dipandang penting untuk mendorong keterukuran dampak pada prestasi dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Studi ini memberikan gambaran awal mengenai strategi pembiasaan HOTS dan area perbaikan yang perlu diprioritaskan pada konteks pembelajaran matematika.
Mathematics teachers’ strategies for cultivating HOTS-based instruction: A qualitative descriptive study
Abstract: his study examines whether mathematics teachers’ strategies for habituating Higher-Order Thinking Skills (HOTS) contribute to improving academic achievement while strengthening students’ critical thinking, creativity, and problem-solving. HOTS-oriented instruction requires the deliberate design of higher-level tasks and questions, facilitation of reasoning, and sustained opportunities for reflection. A qualitative descriptive design was employed. Data were collected through structured interviews with instructional stakeholders and analyzed thematically to map practices, challenges, and enabling conditions. The analysis indicates that the habituation of HOTS depends on consistent planning (explicit higher-order cognitive goals and measurable indicators), enactment (modeled reasoning, guiding questions, and sufficient practice time), and aligned formative assessment. The findings also highlight the need to strengthen teacher capacity in authentic task design, ensure access to suitable learning resources, and cultivate a classroom culture that supports elaborated student responses. Practically, more standardized routines and targeted professional development are warranted to make the effects on achievement and higher-order thinking more observable and traceable. The study offers an initial landscape of HOTS-habituation strategies in mathematics instruction and identifies priority areas for improvement.
Title: Strategi guru matematika dalam membudayakan pembelajaran berbasis HOTS: Studi deskriptif kualitatif
Description:
Penelitian ini bertujuan menelaah apakah strategi guru matematika dalam membiasakan pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) berkontribusi pada peningkatan prestasi belajar sekaligus penguatan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah siswa.
Pembelajaran berbasis HOTS menuntut perancangan tugas dan pertanyaan tingkat tinggi, fasilitasi penalaran, serta kesempatan refleksi yang berkelanjutan.
Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur kepada pemangku kepentingan pembelajaran dan dianalisis secara tematik untuk memetakan praktik, tantangan, serta prasyarat implementasi.
Hasil pemetaan menggambarkan bahwa upaya pembiasaan HOTS bergantung pada konsistensi perencanaan (perumusan tujuan kognitif tingkat tinggi dan indikator terukur), pelaksanaan (pemodelan penalaran, pertanyaan pengarah, dan waktu berlatih yang memadai), serta asesmen formatif yang selaras.
Temuan juga menyoroti kebutuhan penguatan kapasitas guru dalam merancang tugas autentik, ketersediaan sumber belajar aksesibel, dan dukungan budaya kelas yang mendorong elaborasi jawaban siswa.
Secara implikatif, praktik yang lebih terstandar dan dukungan pengembangan profesional dipandang penting untuk mendorong keterukuran dampak pada prestasi dan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Studi ini memberikan gambaran awal mengenai strategi pembiasaan HOTS dan area perbaikan yang perlu diprioritaskan pada konteks pembelajaran matematika.
Mathematics teachers’ strategies for cultivating HOTS-based instruction: A qualitative descriptive study
Abstract: his study examines whether mathematics teachers’ strategies for habituating Higher-Order Thinking Skills (HOTS) contribute to improving academic achievement while strengthening students’ critical thinking, creativity, and problem-solving.
HOTS-oriented instruction requires the deliberate design of higher-level tasks and questions, facilitation of reasoning, and sustained opportunities for reflection.
A qualitative descriptive design was employed.
Data were collected through structured interviews with instructional stakeholders and analyzed thematically to map practices, challenges, and enabling conditions.
The analysis indicates that the habituation of HOTS depends on consistent planning (explicit higher-order cognitive goals and measurable indicators), enactment (modeled reasoning, guiding questions, and sufficient practice time), and aligned formative assessment.
The findings also highlight the need to strengthen teacher capacity in authentic task design, ensure access to suitable learning resources, and cultivate a classroom culture that supports elaborated student responses.
Practically, more standardized routines and targeted professional development are warranted to make the effects on achievement and higher-order thinking more observable and traceable.
The study offers an initial landscape of HOTS-habituation strategies in mathematics instruction and identifies priority areas for improvement.
Related Results
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PARTISIPASI SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (Survey pada Siswa Kelas VIII di MTs Attaqwa Cicurug Sukabumi)
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PARTISIPASI SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (Survey pada Siswa Kelas VIII di MTs Attaqwa Cicurug Sukabumi)
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang mengikuti strategi pembelajaran berbasis masalah dan strategi pembelaj...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS SYAIR BERTEMA GURU SEKUMPUL KARYA GURU ABDUL HAKIM DAN GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTIK DAN HERMENEUTIK (ANALYSIS OF POETRY THEMED GURU SEKUMPUL BY GURU ABDUL HAKIM AND GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTICS AND HERMENEUTICS)
ANALISIS SYAIR BERTEMA GURU SEKUMPUL KARYA GURU ABDUL HAKIM DAN GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTIK DAN HERMENEUTIK (ANALYSIS OF POETRY THEMED GURU SEKUMPUL BY GURU ABDUL HAKIM AND GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTICS AND HERMENEUTICS)
AbstractAnalysis of Poetry Themed Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Guru Akhmad Syairazi: Heuristics and Hermeneutics. This research aims to describe the results of heuristic a...
Keterkaitan Filsafat Matematika dengan Model Pembelajaran Berbasis IT
Keterkaitan Filsafat Matematika dengan Model Pembelajaran Berbasis IT
Filsafat dan matematika mempunyai keterkaitan dalam pembelajaran matematika, keterkaitan dapat dilihat pada model pembelajaran matematika terutama yang berbasis konstruktivistik da...
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) MELALUI WORKSHOP
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) MELALUI WORKSHOP
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) melalui workshop di SMP Negeri 43 Med...
WORKSHOP PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KURIKULUM MERDEKA
WORKSHOP PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KURIKULUM MERDEKA
Berpijak pada hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh tim PPM dari Prodi Pendidikan Matematika FST bersama dengan ketua MGMP Matematika SMP di Mojokerto beserta wakil dar...
PENDAMPINGAN GURU SD DALAM PEMBUATAN ALAT PERAGA SEDERHANA MATEMATIKA DI KECAMATAN MINASATE’NE KABUPATEN PANGKEP
PENDAMPINGAN GURU SD DALAM PEMBUATAN ALAT PERAGA SEDERHANA MATEMATIKA DI KECAMATAN MINASATE’NE KABUPATEN PANGKEP
Pemanfaatan alat peraga dalam pembelajaran matematika di SD merupakan kebutuhan penting mengingat sifat matematika yang abstrak, dan usia siswa SD yang masih berada pada tahap perk...
Pentingnya kemampuan literasi matematika dalam pembelajaran matematika
Pentingnya kemampuan literasi matematika dalam pembelajaran matematika
Untuk menyelesaikan suatu masalah dalam matematika diperlukan literasi matematika. Literasi matematika merupakan kapasitas untuk memformulasikan, menafsirkan dan menjabarkan matema...

