Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kritik Sanad terhadap Hadits Larangan Tertawa

View through CrossRef
Disuatu perkumpulan atau pertemuan dalam hubungan sosial, tertawa banyak dijumpai. Dikarenakan manusia memiliki kecenderungan terhadap kesenangan dan kebahagiaan, hal tersebut mampu mendorong untuk timbulnya ekspresi tertawa. Pada tahun 2019 telah dilakukannya penelitian, hasil penelitian dari Medical Hypotheses terkait manfaat dari tertawa adalah baik untuk kesehatan jantung, membantu menjadi lebih baiknya aliran darah seseorang, dan sistem kardiovaskular. Namun, harus dipastikan melakukan tertawa diwaktu yang tepat dan dapat dikontrol.Berdasarkan penelitian penulis terhadap hadits-hadits tertawa melalui takhrij hadits, tertawa banyak menjadi perhatian di dalam hadits. Banyak hadits yang membicarakan tentang tertawa, etika tertawa, tertawa pada kehidupan rasulullah, hingga hadits terkesan memandang negatif aktivitas tertawa. Penulis juga menggunakan penelitian kepustakaan dengan metode library research.Setelah melakukan penelitian sanad hadits penulis berkesimpulan bahwasannya hadits tentang larangan tertawa, pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ahmad memiliki sanad yang terputus hingga hadits tersebut berkualitas Gharib. Untuk hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah memiliki kualitas hadits shahih baik dari segi matan dan sanadnya. Demikian hadits tersebut dapat dijadikan hujjah untuk tidak tertawa secara berlebih-lebihan.
Center for Open Science
Title: Kritik Sanad terhadap Hadits Larangan Tertawa
Description:
Disuatu perkumpulan atau pertemuan dalam hubungan sosial, tertawa banyak dijumpai.
Dikarenakan manusia memiliki kecenderungan terhadap kesenangan dan kebahagiaan, hal tersebut mampu mendorong untuk timbulnya ekspresi tertawa.
Pada tahun 2019 telah dilakukannya penelitian, hasil penelitian dari Medical Hypotheses terkait manfaat dari tertawa adalah baik untuk kesehatan jantung, membantu menjadi lebih baiknya aliran darah seseorang, dan sistem kardiovaskular.
Namun, harus dipastikan melakukan tertawa diwaktu yang tepat dan dapat dikontrol.
Berdasarkan penelitian penulis terhadap hadits-hadits tertawa melalui takhrij hadits, tertawa banyak menjadi perhatian di dalam hadits.
Banyak hadits yang membicarakan tentang tertawa, etika tertawa, tertawa pada kehidupan rasulullah, hingga hadits terkesan memandang negatif aktivitas tertawa.
Penulis juga menggunakan penelitian kepustakaan dengan metode library research.
Setelah melakukan penelitian sanad hadits penulis berkesimpulan bahwasannya hadits tentang larangan tertawa, pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ahmad memiliki sanad yang terputus hingga hadits tersebut berkualitas Gharib.
Untuk hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah memiliki kualitas hadits shahih baik dari segi matan dan sanadnya.
Demikian hadits tersebut dapat dijadikan hujjah untuk tidak tertawa secara berlebih-lebihan.

Related Results

PESANTREN AND THE TRANSMISSION OF SANAD AL-QUR’AN: TRACKING SANAD TAHFIZ CONNECTIONS IN INDONESIA
PESANTREN AND THE TRANSMISSION OF SANAD AL-QUR’AN: TRACKING SANAD TAHFIZ CONNECTIONS IN INDONESIA
This research aims to trace the connection between the sanad of the Qur’an at the Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember, which has recently developed along with the spread of the Qu...
Prinsip Manajemen Pendidikan Islam
Prinsip Manajemen Pendidikan Islam
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis 1) prinsip Manajemen Pendidikan Islam, sepuluh ciri/indikator iman dan akhlak, 2) prinsip Manajemen Pendidikan Islam (stud...
Melacak Keterhubungan Sanad Tahfidz Studi Tokoh KH. Amiruddin Ulama Pembawa Sanad Tahfidz Di Kabupaten Situbondo
Melacak Keterhubungan Sanad Tahfidz Studi Tokoh KH. Amiruddin Ulama Pembawa Sanad Tahfidz Di Kabupaten Situbondo
This research aims to trace the connectedness of the sanad of KH Amiruddin, a cleric who carries the sanad in the city of Situbondo. This study uses a descriptive qualitative appro...
KAJIAN KETERSAMBUNGAN SANAD (ITTIŞĀL AL-SANAD)
KAJIAN KETERSAMBUNGAN SANAD (ITTIŞĀL AL-SANAD)
The study of sanad’s quality was so broad then implies to the existence of ittiṣāl and inqiṭā’ al-sanad. The muttaṣi al-sanad hadith might be claimed a probable ṣahih when it is ex...

Back to Top