Javascript must be enabled to continue!
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN MESIN PERAJANG TALAS
View through CrossRef
Mesin perajang talas ini akan bekerja ketika motor listrik dihidupkan maka akan berputar kemudian gerak putar dari mesin ditransmisikan ke pulley dengan menggunakan v-belt untuk menggerakkan poros maka piringan tempat pisau akan berputar dan talas siap untuk dirajang. Setelah talas dirajang maka akan keluar melalui corong. Selama ini industri atau produk-produk mesin industri menunjukkan kemampuan yang sangat pesat, baik dari segi volume maupun segi keragaman produk yang dihasilkan. Perkembangan produk tidak hanya di tandai dengan terpenuhnya kepentingan masyarakat akan produk industri baik skala kecil maupun besar, tetapi juga mengarah ke arah ekspor yang akan meningkatkan devisa bagi negara Indonesia. Komonitas pertanian sangatlah banyak salah satunya adalah talas, dikarenakan musim yang cocok dengan wilayah Indonesia. Dengan perkembangan kemajuan teknologi tepat guna dapat ditemukan alat–alat teknologi yang dapat mengolah hasil tani, jadi dibuatkan lah pemikiran bagaimana meningkatkan dan meringankan pekerjaan atau mengolah hasil panen atau mengolah hasil talas ntuk meningkatkan harga jual yang lebih baik lagi. Tujuan penelitian secara umum yaitu untuk mempermudah pengirisan talas bagi pengusaha keripik terutama keripik talas, dan bisa juga dioperasikan untuk pemotongan atau pengirisan seperti tempe, kentang, ubi-ubian, wortel, dll. Adapun tujuan khusus untuk pembuatan alat ini adalah Mengetahui kapasitas alat perajang talas, Mengetahui komponen-komponen yang ada pada alat perajang talas dan Menganalisa hasil potongan alat perajang talas. Dari pembuatan alat dapat diambil kesimpulan Alat perajang talas ini dioperasikan secara semi otomatis dengan menggunakan motor listrik. Metode perajangan mesin ini adalah perajangan tunggal dengan 1 jenis pisau yang memotong talas secara berkesinambungan. Desain mesin perajang talas ini membutuhkan daya dari motor listrik sebesar ¾ HP. Kapasitas efektif alat yang diperoleh mesin perajang talas yaitu 33,3 gr/s.
Title: PEMBUATAN DAN PENGUJIAN MESIN PERAJANG TALAS
Description:
Mesin perajang talas ini akan bekerja ketika motor listrik dihidupkan maka akan berputar kemudian gerak putar dari mesin ditransmisikan ke pulley dengan menggunakan v-belt untuk menggerakkan poros maka piringan tempat pisau akan berputar dan talas siap untuk dirajang.
Setelah talas dirajang maka akan keluar melalui corong.
Selama ini industri atau produk-produk mesin industri menunjukkan kemampuan yang sangat pesat, baik dari segi volume maupun segi keragaman produk yang dihasilkan.
Perkembangan produk tidak hanya di tandai dengan terpenuhnya kepentingan masyarakat akan produk industri baik skala kecil maupun besar, tetapi juga mengarah ke arah ekspor yang akan meningkatkan devisa bagi negara Indonesia.
Komonitas pertanian sangatlah banyak salah satunya adalah talas, dikarenakan musim yang cocok dengan wilayah Indonesia.
Dengan perkembangan kemajuan teknologi tepat guna dapat ditemukan alat–alat teknologi yang dapat mengolah hasil tani, jadi dibuatkan lah pemikiran bagaimana meningkatkan dan meringankan pekerjaan atau mengolah hasil panen atau mengolah hasil talas ntuk meningkatkan harga jual yang lebih baik lagi.
Tujuan penelitian secara umum yaitu untuk mempermudah pengirisan talas bagi pengusaha keripik terutama keripik talas, dan bisa juga dioperasikan untuk pemotongan atau pengirisan seperti tempe, kentang, ubi-ubian, wortel, dll.
Adapun tujuan khusus untuk pembuatan alat ini adalah Mengetahui kapasitas alat perajang talas, Mengetahui komponen-komponen yang ada pada alat perajang talas dan Menganalisa hasil potongan alat perajang talas.
Dari pembuatan alat dapat diambil kesimpulan Alat perajang talas ini dioperasikan secara semi otomatis dengan menggunakan motor listrik.
Metode perajangan mesin ini adalah perajangan tunggal dengan 1 jenis pisau yang memotong talas secara berkesinambungan.
Desain mesin perajang talas ini membutuhkan daya dari motor listrik sebesar ¾ HP.
Kapasitas efektif alat yang diperoleh mesin perajang talas yaitu 33,3 gr/s.
.
Related Results
Desain dan simulasi mesin perajang cengkeh dengan pisau putar
Desain dan simulasi mesin perajang cengkeh dengan pisau putar
Desain mesin perajang cengkeh guna untuk menyederhanakan peralatan mesin produksi, dikenal dengan istilah teknologi tepat guna. Sering sekali perajangan cengkeh dilakukan secara ma...
Rancang Bangun Mesin Pengupas Talas
Rancang Bangun Mesin Pengupas Talas
Talas berpotensi besar dalam pemnfaatan diberbagai bidang baik pangan maupun obat–obatan, talas memiliki nilai ekonomis tinggi ketika dapat diolah dengan baik sesuai kebutuhan pasa...
Pengaruh Substitusi Tepung Talas Beneng (Xantoshoma Undipes K. Koch) Terhadap Kualitas Kerupuk Berbahan Dasar Pati Tapioka
Pengaruh Substitusi Tepung Talas Beneng (Xantoshoma Undipes K. Koch) Terhadap Kualitas Kerupuk Berbahan Dasar Pati Tapioka
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung talas beneng (xantoshoma undipes k. koch) terhadap kualitas kerupuk berbahan dasar pati tap...
mesin bubut
mesin bubut
Perkembangan teknologi komputer saat ini telah mengalami kemajuan yang amat pesat. Dalam hal ini komputer telah diaplikasikan ke dalam alat-alat mesin perkakas di antaranya mesin b...
Pembuatan mesin Amplas Sistem Sabuk Penggerak Motor Listrik
Pembuatan mesin Amplas Sistem Sabuk Penggerak Motor Listrik
<p><em>Rancang bangun mesin amplas sistem sabuk bertujuan untuk melengkapi peralatan uji kekerasan dan metalografi pada laboratorium Teknik Mesin Politeknik Negeri Sema...
RANCANG BANGUN MESIN STIRLING TIPE GAMA BERKAPASITAS 157 ML MENGGUNAKAN SISTEM PENDINGIN FLUIDA CAIR
RANCANG BANGUN MESIN STIRLING TIPE GAMA BERKAPASITAS 157 ML MENGGUNAKAN SISTEM PENDINGIN FLUIDA CAIR
Penelitian tentang pengembangan mesin stirling saat ini sedang berkembang terkusus diakibatkan oleh karakteristik mesin stirling yang dapat mengunakan banyak jenis bahan bakar. Per...
Pengaruh substitusi tepung talas (Colocasia esculenta) dan tepung beras merah (Oryza nivara) terhadap kadar proksimat dan kadar zat besi pada mochi
Pengaruh substitusi tepung talas (Colocasia esculenta) dan tepung beras merah (Oryza nivara) terhadap kadar proksimat dan kadar zat besi pada mochi
Latar Belakang: Prevalensi kejadian anemia pada semua kelompok usia masih cukup tinggi disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi. Salah satu sumber pangan nabati yang kaya akan zat...
Titanyum Alaşımının Yüksek-Hızlı İşleme Süreci: Kapsamlı Sonlu Eleman Modelleme
Titanyum Alaşımının Yüksek-Hızlı İşleme Süreci: Kapsamlı Sonlu Eleman Modelleme
Bu çalışma, titanyum alaşımının talaş oluşumu süreci için iki boyutlu sonlu eleman (SE) modelleme ve benzetimini kapsamlı bir şekilde ele almaktadır. Yüksek hızlı işleme sırasında ...

