Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Determinasi Belanja APBDESA Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kota Lhokseumawe

View through CrossRef
Indonesia sebagai negara berkembang juga masih dihinggapi oleh permasalahan kemiskinan. Pemerintah telah melakukan berbagai terobosan dalam pengentasasan kemiskinan, salah satunya melalui penyaluran dana desa. Dana desa (APBDesa) digunakan untuk: penyelenggaraan pemerintah desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat desa, serta penanggulangan bencana. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan desa, peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan. Kemiskinan diindikasikan melalui Keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima Program Keluarga harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Uji Chow dan Uji Hausman test merekomendasikan Fixed Effect Model, sedangkan Uji Lagrange Multiplier merekomendasikan Common Effect Model. Determinasi dari ketiganya menunjukkan bahwa belanja melalui APBDesa hanya relatif kecil dapat menjelaskan penurunan tingkat kemiskinan di Kota Lhokseumawe. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe harus lebih meningkatkan proses pendampingan kepada desa khususnya dalam perencanaan belanja yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan karena masih terdapat belanja desa yang tidak bersentuhan langsung dengan program penanggulangan kemiskinan.
Title: Determinasi Belanja APBDESA Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kota Lhokseumawe
Description:
Indonesia sebagai negara berkembang juga masih dihinggapi oleh permasalahan kemiskinan.
Pemerintah telah melakukan berbagai terobosan dalam pengentasasan kemiskinan, salah satunya melalui penyaluran dana desa.
Dana desa (APBDesa) digunakan untuk: penyelenggaraan pemerintah desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat desa, serta penanggulangan bencana.
Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan desa, peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan.
Kemiskinan diindikasikan melalui Keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima Program Keluarga harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Uji Chow dan Uji Hausman test merekomendasikan Fixed Effect Model, sedangkan Uji Lagrange Multiplier merekomendasikan Common Effect Model.
Determinasi dari ketiganya menunjukkan bahwa belanja melalui APBDesa hanya relatif kecil dapat menjelaskan penurunan tingkat kemiskinan di Kota Lhokseumawe.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe harus lebih meningkatkan proses pendampingan kepada desa khususnya dalam perencanaan belanja yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan karena masih terdapat belanja desa yang tidak bersentuhan langsung dengan program penanggulangan kemiskinan.

Related Results

PEMETAAN EFEK SPASIAL KEMISKINAN SELURUH KABUPATEN DI INDONESIA
PEMETAAN EFEK SPASIAL KEMISKINAN SELURUH KABUPATEN DI INDONESIA
Kemiskinan menjadi salah satu penghambat sulitnya suatu daerah/negara untuk maju. Kemiskinan menyebabkan menurunnya kualitas sumberdaya manusia, akibat ketidakmampuan mengakses pen...
DAMPAK ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH (ZIS) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KEMISKINAN DAN PERCEPATAN PENGENTASAN KEMISKINAN
DAMPAK ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH (ZIS) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KEMISKINAN DAN PERCEPATAN PENGENTASAN KEMISKINAN
Tujuan Penelitian: Untuk menganalisa dampak pendistribusian ZIS dalam mereduksi tingkat kemiskinan dan mempercepat proses pengentasan kemiskinan dengan mengambil studi kasus Lembag...
Analisis Kemiskinan di Provinsi D.I Yogyakarta
Analisis Kemiskinan di Provinsi D.I Yogyakarta
Abstract. Poverty is a serious problem that exists in Indonesia, especially the Province in D.I Yogyakarta. Poverty occurs due to various factors, including the high unemployment r...
PENGARUH PDRB, PENGANGGURAN DAN PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA
PENGARUH PDRB, PENGANGGURAN DAN PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA
Kemiskinan merupakan permasalahan yang dihadapi oleh berbagai negara didunia. Faktor makro seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran dan indeks pembangunan manusia merupaka...
Pemanfaatan Banner Bekas sebagai Tas Belanja Layak Pakai
Pemanfaatan Banner Bekas sebagai Tas Belanja Layak Pakai
Hampir di setiap sudut jalan kita temui berbagai macam banner terpasang. Dan apabila masa waktunya telah habis maka banner tersebut akan dicopot dan dibersihkan oleh petugas yang b...
Pemodelan Indeks Kedalaman Kemiskinan di Kabupaten/ Kota Provinsi D.I. Yogyakarta Tahun 2017-2022 dengan Regresi Data Panel
Pemodelan Indeks Kedalaman Kemiskinan di Kabupaten/ Kota Provinsi D.I. Yogyakarta Tahun 2017-2022 dengan Regresi Data Panel
Kemiskinan merupakan salah satu indikator terjadinya kesenjangan pembangunan. Salah satu alat ukur untuk mengetahui tingkat kemiskinan di suatu daerah adalah Indeks Kedalaman Kemis...

Back to Top