Javascript must be enabled to continue!
PEMBINAAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA WILAYAH KERJA PUSKESMAS CISAYONG KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2018
View through CrossRef
Pergaulan bebas dan hamil pranikah menjadi potret buram kehidupan remaja saat ini di Indonesia. Seks bebas (free sex), hamil di luar nikah, aborsi, perkosaan, pelecehan seksual, peredaran VCD porno, pornografi, dan pornoaksi merajalela di kalangan remaja saat ini. Gejala demikian, nampaknya dipengaruhi oleh eksploitasi seksual dalam video klip, majalah, televisi dan film-film “orang dewasa”. Tampilan atau tayangan seks di media yang mudah diakses, melahirkan anggapan para remaja bahwa seks adalah sesuatu yang bebas dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Sebagaimana film-film dewasa yang mereka tonton. Para remaja mengadopsi gaya pergaulan hidup yang berasal dari tontonan tersebut, termasuk soal hubungan seks di luar nikah dianggap suatu kewajaran.(WorldPress.com).
Kekhasan karakteristik remaja dan dengan gencarnya arus budaya Barat yang membidik remaja membuat tuntutan kebebasan bergeser menjadi liar tidak terkendali. Pola hidup sekuler yang dipraktikkan masyarakat Barat, jelas bertolak belakang dengan kehidupan budaya Timur yang mayoritas beragama Islam. Parahnya, gaya hidup sekuler menjadi acuan dalam perjalanan remaja mencari identitas. Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Accuired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya adalah pergaulan bebas. Semakin banyak penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul di antara remaja. Perusahaan riset Internasional Synovate atas nama DKT Indonesia melakukan penelitian perilaku seksual remaja berusia 14-24 tahun kepada 450 orang remaja dari Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya. Hasilnya, 64% remaja mengakui secara sadar melakukan hubungan seks pranikah, karena tidak memiliki pengetahuan khusus dan komprehensif atau menyeluruh mengenai seks.
Melihat kondisi tersebut maka penulis tergerak untuk menyusun sebuah program pengabdian masyarakat dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang perilaku seks yang sehat. Program ini bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi.
Title: PEMBINAAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA WILAYAH KERJA PUSKESMAS CISAYONG KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2018
Description:
Pergaulan bebas dan hamil pranikah menjadi potret buram kehidupan remaja saat ini di Indonesia.
Seks bebas (free sex), hamil di luar nikah, aborsi, perkosaan, pelecehan seksual, peredaran VCD porno, pornografi, dan pornoaksi merajalela di kalangan remaja saat ini.
Gejala demikian, nampaknya dipengaruhi oleh eksploitasi seksual dalam video klip, majalah, televisi dan film-film “orang dewasa”.
Tampilan atau tayangan seks di media yang mudah diakses, melahirkan anggapan para remaja bahwa seks adalah sesuatu yang bebas dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja.
Sebagaimana film-film dewasa yang mereka tonton.
Para remaja mengadopsi gaya pergaulan hidup yang berasal dari tontonan tersebut, termasuk soal hubungan seks di luar nikah dianggap suatu kewajaran.
(WorldPress.
com).
Kekhasan karakteristik remaja dan dengan gencarnya arus budaya Barat yang membidik remaja membuat tuntutan kebebasan bergeser menjadi liar tidak terkendali.
Pola hidup sekuler yang dipraktikkan masyarakat Barat, jelas bertolak belakang dengan kehidupan budaya Timur yang mayoritas beragama Islam.
Parahnya, gaya hidup sekuler menjadi acuan dalam perjalanan remaja mencari identitas.
Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Accuired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya adalah pergaulan bebas.
Semakin banyak penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul di antara remaja.
Perusahaan riset Internasional Synovate atas nama DKT Indonesia melakukan penelitian perilaku seksual remaja berusia 14-24 tahun kepada 450 orang remaja dari Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Hasilnya, 64% remaja mengakui secara sadar melakukan hubungan seks pranikah, karena tidak memiliki pengetahuan khusus dan komprehensif atau menyeluruh mengenai seks.
Melihat kondisi tersebut maka penulis tergerak untuk menyusun sebuah program pengabdian masyarakat dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang perilaku seks yang sehat.
Program ini bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi.
.
Related Results
PERSEPSI REMAJA TERHADAP FAKTOR PENGHAMBAT PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DI PUSKESMAS GAMBOK KABUPATEN SIJUNJUNG
PERSEPSI REMAJA TERHADAP FAKTOR PENGHAMBAT PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DI PUSKESMAS GAMBOK KABUPATEN SIJUNJUNG
PERSEPSI REMAJA TERHADAP FAKTOR PENGHAMBATPEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSIDI PUSKESMAS GAMBOK KABUPATEN SIJUNJUNGVella Dwi Yani, Ova Emilia, Hari KusnantoABSTRACTBackgrou...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi dalam Program Pik-Krr (Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) Terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja 2020
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi dalam Program Pik-Krr (Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) Terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja 2020
Kesehatan reproduksi remaja tidak hanya mencakup kondisi fisik seperti penyakit atau kelainan pada organ reproduksi, tetapi juga kesehatan mental dan sosial yang terkait. Faktor-fa...
Kesehatan reproduksi remaja di Desa Sukowati Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro
Kesehatan reproduksi remaja di Desa Sukowati Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro
Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah keadaan sehat yang menyuluruh, meliputi aspek fisik, mental dan social dan bukan hanya sekedar tidak adanya penyakit atau gangguan di segala...
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Permasalahan kesehatan remaja di Indonesia semakin kompleks yang harus ditangani secara komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan unsur dari lintas program dan lintas sektor ...
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pembentukan Pos Bimbingan Dan Pelayanan Kelompok Kader Sebaya
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pembentukan Pos Bimbingan Dan Pelayanan Kelompok Kader Sebaya
Berdasarkan data hasil survei pada remaja Kabupaten Kendal tahun 2019 diperoleh 52 % remaja merokok, menonton gambar porno 95 %, 16 % remaja miras dan narkoba serta 7 % pergaulan b...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Berisiko terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Berisiko terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja
Adolescent reproductive health is a healthy condition involving the reproductive systems, functions, components and processes possessed by adolescents. Adolescents who are unable t...
KELOMPOK REMAJA SEHAT REPRODUKSI DI MTs MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN
KELOMPOK REMAJA SEHAT REPRODUKSI DI MTs MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN
ABSTRAK
MTs Muhammadiyah Pekajangan merupakan salah satu madrasah yang menyelenggarakan pendidikan bagi remaja putra dan putrid yang berada di Desa Ambukembang Kecamatan Kedu...

