Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Panelist's Level of Favor for Natural Non-MSG Flavor from Different Fish Meat

View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap penyedap rasa alami non MSG yang dibuat dari daging ikan yang berbeda. Prosedur pada penelitian ini yaitu pembuatan penyedap rasa alami dari ikan kembung dan ikan layang, perhitungan rendemen ikan dan analisis tingkat kesukaan panelis terhadap penyedap rasa alami non MSG dari daging ikan yang berbeda.  Berdasarkan hasil penelitian, tahapan pengolahan penyedap rasa alami non MSG berbahan baku ikan meliputi proses pemilihan bahan baku, pencucian I, pemfilletan, pencucian II, penghalusan I, penimbangan I, pengeringan, penghalusan II, pengayakan, penimbangan II dan pengemasan.  Jumlah rendemen ikan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku utama pembuatan penyedap rasa alami non MSG yaitu sebesar 50-53 %.  Pengujian analisis tingkat kesukaan panelis terhadap penyedap rasa alami non MSG dari daging ikan yang berbeda diperoleh hasil bahwa tingkat kesukaan rasa dan aroma penyedap rasa ikan layang lebih disukai di bandingkan dengan rasa dan aroma penyedap rasa ikan kembung.  Hal ini dikarenakan rasa dan aroma yang dihasilkan dari asam glutamate pada penyedap rasa ikan layang lebih kuat.  Tingkat kesukaan terhadap tekstur penyedap rasa ikan kembung dan ikan layang masing-masing sebesar 6,6 dan 6,2 (agak suka).  Sedangkan tingkat kesukaan terhadap warna penyedap rasa ikan kembung lebih disukai dari pada ikan layang dengan nilai tingkat kesukaan penyedap rasa ikan kembung 7,4 (suka).   Kata Kunci : Tingkat Kesukaan, Penyedap Rasa Alami, Ikan Kembung, Ikan Layang.
Universitas Wiralodra
Title: Panelist's Level of Favor for Natural Non-MSG Flavor from Different Fish Meat
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap penyedap rasa alami non MSG yang dibuat dari daging ikan yang berbeda.
Prosedur pada penelitian ini yaitu pembuatan penyedap rasa alami dari ikan kembung dan ikan layang, perhitungan rendemen ikan dan analisis tingkat kesukaan panelis terhadap penyedap rasa alami non MSG dari daging ikan yang berbeda.
  Berdasarkan hasil penelitian, tahapan pengolahan penyedap rasa alami non MSG berbahan baku ikan meliputi proses pemilihan bahan baku, pencucian I, pemfilletan, pencucian II, penghalusan I, penimbangan I, pengeringan, penghalusan II, pengayakan, penimbangan II dan pengemasan.
  Jumlah rendemen ikan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku utama pembuatan penyedap rasa alami non MSG yaitu sebesar 50-53 %.
  Pengujian analisis tingkat kesukaan panelis terhadap penyedap rasa alami non MSG dari daging ikan yang berbeda diperoleh hasil bahwa tingkat kesukaan rasa dan aroma penyedap rasa ikan layang lebih disukai di bandingkan dengan rasa dan aroma penyedap rasa ikan kembung.
  Hal ini dikarenakan rasa dan aroma yang dihasilkan dari asam glutamate pada penyedap rasa ikan layang lebih kuat.
  Tingkat kesukaan terhadap tekstur penyedap rasa ikan kembung dan ikan layang masing-masing sebesar 6,6 dan 6,2 (agak suka).
  Sedangkan tingkat kesukaan terhadap warna penyedap rasa ikan kembung lebih disukai dari pada ikan layang dengan nilai tingkat kesukaan penyedap rasa ikan kembung 7,4 (suka).
  Kata Kunci : Tingkat Kesukaan, Penyedap Rasa Alami, Ikan Kembung, Ikan Layang.

Related Results

Characteristic Flavor Analysis of Inner Mongolia Air‐Dried Meat and the Impact of Vacuum Tumbling Curing on Flavor
Characteristic Flavor Analysis of Inner Mongolia Air‐Dried Meat and the Impact of Vacuum Tumbling Curing on Flavor
Air‐dried beef is a traditional specialty dried meat product that has a rich history in Inner Mongolia. In‐depth understanding of the characteristic flavor substances of air‐dried ...
PSI-14 Effects of replacing molasses with MSG-CMS on growth performance and economics in growing-finishing pigs.
PSI-14 Effects of replacing molasses with MSG-CMS on growth performance and economics in growing-finishing pigs.
Abstract This study aimed to evaluate the effects of replacing molasses in growing-finishing pig diets with Mono-Sodium Glutamate (MSG)-Condensed Molasses Soluble (C...
GOAT MEAT: BENEFITS AND POTENTIAL
GOAT MEAT: BENEFITS AND POTENTIAL
The purpose of research is to summarize and systematize data on the nutritional value of goat meat, benefits for human health and the potential for goat meat production. Objectives...
Effect of Physiological State on Meat Quality: An Insight from Buffalo
Effect of Physiological State on Meat Quality: An Insight from Buffalo
The present study aimed to observe the effect of buffalo's physiological stage (heifers, postpartum, dry) on the physiochemical and organoleptic characteristics of meat. The collec...
The impact of Sarcocystis infection on lamb flavor metabolites and its underlying molecular mechanisms
The impact of Sarcocystis infection on lamb flavor metabolites and its underlying molecular mechanisms
IntroductionMeat flavor is a critical factor for consumers to evaluate meat quality and a key determinant of its market value. Sarcocystis spp. are widely distributed parasitic pro...
British Food Journal Volume 22 Issue 11 1920
British Food Journal Volume 22 Issue 11 1920
In his report for the year 1919, Dr. WILLIAM J. HOWARTH, C.B.E., Medical Officer of Health for the City of London, makes some very important observations in regard to the conveyanc...
EVALUATION OF THE DEGREE OF SNAIL MEAT FRESHNESS BY THE PHOTOMETRIC METHOD
EVALUATION OF THE DEGREE OF SNAIL MEAT FRESHNESS BY THE PHOTOMETRIC METHOD
This work focuses on developing a method of determining the degree of freshness of snail meat by means of a photoelectric photometer. For this, the absorbance was measured in filte...
Butcher-house related factors, Antibiogram signatures, and Bacteriological quality, of raw meat, sold in Adama town, Ethiopia.
Butcher-house related factors, Antibiogram signatures, and Bacteriological quality, of raw meat, sold in Adama town, Ethiopia.
Background: Foodborne diseases, mostly from animal sources (contaminated raw meat), remain important local and global public health challenges worsened by the widespread preparatio...

Back to Top