Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karawitan Composition of "Siwa Lingga" | Komposisi Karawitan “Siwa Lingga"

View through CrossRef
Karya Seni karawitan Tabuh Kreasi yang Berjudul “Siwa Lingga” ini merupakan sebuah karya seni yang dipresentaskan dengan gamelan Semara Pegulingan saih pitu dengan menggunakan 24 orang pemain gamelan. Struktrur dari karya ini masih mengadopsi struktrur konvensional dalam gamelan bali khususnya tabuh kreasi yang meliputi Gineman, Gegenderan, Bapang, dan Pengecet. Ide utama dari karya ini merupakan sebuah arca yang dipercaya oleh umat Hindu sebagai simbol dari Dewa Siwa, arca ini juga tempat untuk melakukan pemujaan dan persembahan yang ditujukan kepada Dewa Siwa. Siwa Lingga sebagi judul dalam karya ini terdiri dari dua kata yaitu Siwa dan Lingga, dalam bahasa sansekerta Siwa berarti baik hati, memberikan harapan, membahagiakan dan suka memaafkan, selain itu kata Siwa juga merupakan nama kehormatan Tuhan yaitu Dewa Siwa yang dalam Tri Murti berfungsi sebagai pemrelina atau pelebur. Dan Lingga dalam bahasa sansekerta berarti ciri/tanda sedangkan dalam bahasa Bali diartikan sebagai Linggih dengan demikian dapat penulis simpulkan Siwa Lingga merupakan tempat untuk melakukan pemujaan, penghormatan dan mencari Dewa Siwa. Tujuan dibuatnya karya ini untuk merealisasikan sebuah ide, konsep yang sudah dipikirkan dan sebagai ajang untuk memperbanyak pengalaman dalam bidang penciptaan karya seni khususnya di bidang seni karawitan. Di dalam merealisasikannya karya ini dilakukan dengan mengadopsi metode yang dipaparkan oleh Alma M. Hawkins dalam bukunya Creating Through Dance, bahwa penciptaan karya seni itu ditempuh melalui tiga tahapan yaitu, eksplorasi, improvisasi dan pembentukan.
Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar
Title: Karawitan Composition of "Siwa Lingga" | Komposisi Karawitan “Siwa Lingga"
Description:
Karya Seni karawitan Tabuh Kreasi yang Berjudul “Siwa Lingga” ini merupakan sebuah karya seni yang dipresentaskan dengan gamelan Semara Pegulingan saih pitu dengan menggunakan 24 orang pemain gamelan.
Struktrur dari karya ini masih mengadopsi struktrur konvensional dalam gamelan bali khususnya tabuh kreasi yang meliputi Gineman, Gegenderan, Bapang, dan Pengecet.
Ide utama dari karya ini merupakan sebuah arca yang dipercaya oleh umat Hindu sebagai simbol dari Dewa Siwa, arca ini juga tempat untuk melakukan pemujaan dan persembahan yang ditujukan kepada Dewa Siwa.
Siwa Lingga sebagi judul dalam karya ini terdiri dari dua kata yaitu Siwa dan Lingga, dalam bahasa sansekerta Siwa berarti baik hati, memberikan harapan, membahagiakan dan suka memaafkan, selain itu kata Siwa juga merupakan nama kehormatan Tuhan yaitu Dewa Siwa yang dalam Tri Murti berfungsi sebagai pemrelina atau pelebur.
Dan Lingga dalam bahasa sansekerta berarti ciri/tanda sedangkan dalam bahasa Bali diartikan sebagai Linggih dengan demikian dapat penulis simpulkan Siwa Lingga merupakan tempat untuk melakukan pemujaan, penghormatan dan mencari Dewa Siwa.
Tujuan dibuatnya karya ini untuk merealisasikan sebuah ide, konsep yang sudah dipikirkan dan sebagai ajang untuk memperbanyak pengalaman dalam bidang penciptaan karya seni khususnya di bidang seni karawitan.
Di dalam merealisasikannya karya ini dilakukan dengan mengadopsi metode yang dipaparkan oleh Alma M.
Hawkins dalam bukunya Creating Through Dance, bahwa penciptaan karya seni itu ditempuh melalui tiga tahapan yaitu, eksplorasi, improvisasi dan pembentukan.

Related Results

LINGGA BERHIAS PADMA ASTADALA
LINGGA BERHIAS PADMA ASTADALA
Worship of Lord Siwa with medium lingga is very popular in Bali, evidenced by the large number of lingga on holy places in Bali, with various forms. The purpose of this study was t...
AKULTURASI BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL DALAM GENDING JAWA KONTEMPORER KREASI SENIMAN KARAWITAN DI SURAKARTA
AKULTURASI BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL DALAM GENDING JAWA KONTEMPORER KREASI SENIMAN KARAWITAN DI SURAKARTA
<div class="Section0"><p><em>Javanese karawitan music is a part of Javanese community cultural. Globalization, and time and technology development lead to cultura...
Eksistensi Karawitan Putri Di Kota Budaya (Studi Kasus Karawitan Sekar Praja Putri, Pemerintah Kota Surakarta)
Eksistensi Karawitan Putri Di Kota Budaya (Studi Kasus Karawitan Sekar Praja Putri, Pemerintah Kota Surakarta)
ABSTRAKKarawitan adalah bagian dari hidup oleh masyarakat Solo. Kondisi psykologis masyarakat Solo juga mempengaruhi berkembangnya karawitan di kota budaya. Salah satunya fenomena ...
Iringan Karawitan Pergelaran Wayang Golek Menak Yogyakarta Versi Ki Sukarno
Iringan Karawitan Pergelaran Wayang Golek Menak Yogyakarta Versi Ki Sukarno
This article aims to describe the musical accompaniment in the Menak Sukarno Golek Golek performance by Ki Sukarno. Musicology analysis is done using karawitan to reveal the struct...
Integrasi Seni Karawitan ke dalam Kurikulum Pendidikan Seni
Integrasi Seni Karawitan ke dalam Kurikulum Pendidikan Seni
Traditional arts education, such as Karawitan, plays an important role in building cultural identity and social skills among students amidst the forces of globalization. Karawitan,...
KOMPOSISI BERUNSUR ANGGOTA TUBUH DALAM NOVEL-NOVEL KARYA ANDREA HIRATA
KOMPOSISI BERUNSUR ANGGOTA TUBUH DALAM NOVEL-NOVEL KARYA ANDREA HIRATA
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan hubungan makna-makna gramatikal leksem anggota tubuh yang ada di dalam Novel-Novel karya Andrea Hirata, antara lai...
Siwa Tandawa di Padanglawas
Siwa Tandawa di Padanglawas
AbstractBiaros in Padanglawas area have many sculpter related with Siwa God. It is shows much relief about some man or giant in different pose or in dancing poses, such as Biaro Ba...
Music Composition “Ngulat-Gedig” | Komposisi Karawitan “Ngulet-Gedig”
Music Composition “Ngulat-Gedig” | Komposisi Karawitan “Ngulet-Gedig”
Ngulat-Gedig merupakan karya seni karawitan baru yang bermakna jalinan nada saling-silang dan saling melengkapi untuk mendapatkan disain yang kuat dan indah. Komposisi karawitan ba...

Back to Top