Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STUDI KOMPARATIF EKSISTENSI MANUSIA DALAM PANDANGAN J.P SARTRE DAN S.H NASHR

View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji eksistensi manusia dalam pandangan J.P Sartre dan S.H Nashr. Penelitian inimenggunakan pendekatan hermeneutika dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Metode deskriptif analisis digunakan untuk memaparkan bagaimana eksistensi manusia pandangan Barat dan Islam yang dalam hal ini difokuskan pada pemikiran Sartre dan Nashr. Jenis penelitian ini adalah library research. Hasilnya ditemukan ada titik temu sekaligus titik pisah dalam pemikiran keduanya. Titik pisah yang sangat mencolok terutama terilihat bagaimana keduanya melihat faktor lain di luar diri manusia, bisa jadi itu makhluk lain, manusia lain atau bahkan Tuhan. Dilihat dari sisi manusia sebagai objek Sartre berpendapat bahwa manusia yang tidak memiliki kesadaran akan nasibnya maka manusia itu tergolong ’etre-en-soi, sementara Nashr melihatnya sebagai fitrah bagi manusia, karena Tuhan telah menentukan nasib manusia sebelumnya. Dari sisi subjek, Nashr berpendapat manusia memang memiliki kekuasaan atas dirinya (khalīfah) sebagai subjek namun realitas itu merupakan amanat yang diberikan Tuhan kepada manusia, sementara Sartre mengartikan kekuasaan atau kebebasan itu sebagai sesuatu yang mutlak (’etre-pour-soi). Meski faktisitas menjerat, dan menghantui manusia Sartre menganggapnya sebagai materi kosong belaka. Nashr mengatakan manusia aktif sebagai khalīfah dan pasif menjadi hamba. Berkenaan dengan fungsi khalīfah, manusia harus mengaktifkan potensinya sebagai manusia universal dan manusia yang utuh.
Universitas Pendidikan Ganesha
Title: STUDI KOMPARATIF EKSISTENSI MANUSIA DALAM PANDANGAN J.P SARTRE DAN S.H NASHR
Description:
Penelitian ini mengkaji eksistensi manusia dalam pandangan J.
P Sartre dan S.
H Nashr.
Penelitian inimenggunakan pendekatan hermeneutika dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis.
Metode deskriptif analisis digunakan untuk memaparkan bagaimana eksistensi manusia pandangan Barat dan Islam yang dalam hal ini difokuskan pada pemikiran Sartre dan Nashr.
Jenis penelitian ini adalah library research.
Hasilnya ditemukan ada titik temu sekaligus titik pisah dalam pemikiran keduanya.
Titik pisah yang sangat mencolok terutama terilihat bagaimana keduanya melihat faktor lain di luar diri manusia, bisa jadi itu makhluk lain, manusia lain atau bahkan Tuhan.
Dilihat dari sisi manusia sebagai objek Sartre berpendapat bahwa manusia yang tidak memiliki kesadaran akan nasibnya maka manusia itu tergolong ’etre-en-soi, sementara Nashr melihatnya sebagai fitrah bagi manusia, karena Tuhan telah menentukan nasib manusia sebelumnya.
Dari sisi subjek, Nashr berpendapat manusia memang memiliki kekuasaan atas dirinya (khalīfah) sebagai subjek namun realitas itu merupakan amanat yang diberikan Tuhan kepada manusia, sementara Sartre mengartikan kekuasaan atau kebebasan itu sebagai sesuatu yang mutlak (’etre-pour-soi).
Meski faktisitas menjerat, dan menghantui manusia Sartre menganggapnya sebagai materi kosong belaka.
Nashr mengatakan manusia aktif sebagai khalīfah dan pasif menjadi hamba.
Berkenaan dengan fungsi khalīfah, manusia harus mengaktifkan potensinya sebagai manusia universal dan manusia yang utuh.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Ekonomi syariah-03112220013-fika musfika
Ekonomi syariah-03112220013-fika musfika
PANDANGAN DASAR EKONOMI ISLAM Pandangan Dasar Ekonomi Islam menyatakan bahwa ekonomi Islam memandang bahwa kelangkaan (kelangkaan) bukanlah masalah yang asasi dari ekonomi manusia....
Pandangan dasar ekonomi islam
Pandangan dasar ekonomi islam
Pandangan Dasar Ekonomi Islam menyatakan bahwa ekonomi Islam memandang bahwa kelangkaan (kelangkaan) bukanlah masalah yang asasi dari ekonomi manusia. Sehingga persoalan produksi, ...
KONSEP MANUSIA SEMPURNA MENURUT MUHAMMAD TAQÎ MISBÂH YAZDÎ
KONSEP MANUSIA SEMPURNA MENURUT MUHAMMAD TAQÎ MISBÂH YAZDÎ
AbstrakIlmu pengetahuan dengan pelbagai metodenya, telah menempatkan manusia pada jurang keterasingan yang dalam nan gelap. Tak hanya itu, ilmu pengetahuan yang mulanya dipahami se...
Jean-Paul Sartre
Jean-Paul Sartre
Jean-Paul Sartre (b. 1905–d. 1980) was one of the most influential public intellectuals of the twentieth century and one of the very few philosophers to share this distinction. His...
STUDI KASUS EKSISTENSI DIRI PESERTA DIDIK KELAS XII SMA NEGERI 4 SURAKARTA DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
STUDI KASUS EKSISTENSI DIRI PESERTA DIDIK KELAS XII SMA NEGERI 4 SURAKARTA DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
Setiap orang memiliki eksistensi diri yang berbeda karena eksistensi merupakan miliki pribadi yang keberadaanya tidak dapat digantikan oleh siapapun. Hal ini diperkuat dengan penda...
Eksistensialisme Tokoh Eren Yeager Dalam Manga "Shingeki no Kyojin"
Eksistensialisme Tokoh Eren Yeager Dalam Manga "Shingeki no Kyojin"
Penelitian ini membahas tentang prinsip eksistensialisme Jean-Paul Sartre pada tokoh Eren Yeager dalam manga “Shingeki no Kyojin” karya Hajime Isayama. Manga ini menceritakan tenta...

Back to Top