Javascript must be enabled to continue!
Perbandingan Plastik Dari Material-Material Bioplastik
View through CrossRef
Plastik merupakan suatu polimer yang mempunyai sifat unik dan merupakan benda yang luar biasa. Polimer merupakan bahan yang terdiri dari molekul-molekul yang disebut dengan monomer dengan jenis homopolimer. Polimer biasa dikenal dalam kehidupan sehari-hari seperti selulosa, protein, karet dan bahan alam lainnya. Peningkatan penggunaan plastik merupakan dampak dari berkembangnya dunia perindustrian, teknologi dan meningkatnya jumlah penduduk dunia. Di Indonesia, kebutuhan plastik terus mengalami peningkatan dengan rata-rata 200 ton per tahun. Pada tahun 2002 telah tercatat sekitar 1,9 juta ton sampah plastik, dan ditahun 2011 jumlah sampah plastik meningkat menjadi 2,6 juta ton pertahun. Berdasarkan asumsi Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), setiap hari penduduk Indonesia dapat mengahsilkan 0,8 kg sampah per orang dan jika ditotal maka sebanyak 189 ribu ton sampah per hari. Sampah yang dihasilkan sebanyak 15% berupa sampah plastik atau sekitar 28,4 ribu ton per hari. Pada awalnya polimer alam digunakan sebagai bahan pembuatan perkakas dan pembuatan senjata. Monomer dalam pembentukan polimer merupakan molekul yang memiliki ikatan rangkap atau yang memiliki gugus fungsi tertentu. Polimer digolongkan atas polimer alam dan polimer sintetik. Polimer alam seperti selulosa, pati, kitin, kitosan, gelatin, dekstran, alginat, pektin, gum guar dan karet digunakan dalam pembuatan nanokomposit. Polimer alam menunjukkan sifat seperti kemurnian, kristalinitas, solditas tarik, meningkatkan elastisitas dan memilikki permukaan yang luas. Kesimpulannya adalah daya tarik pada bioplastik memiliki kekuatan yang sama namun jika ditambahkan dengan material-material yang lainĀ maka daya hantar akan semakin kuat dan semakin baik.
Universitas Palangka Raya
Title: Perbandingan Plastik Dari Material-Material Bioplastik
Description:
Plastik merupakan suatu polimer yang mempunyai sifat unik dan merupakan benda yang luar biasa.
Polimer merupakan bahan yang terdiri dari molekul-molekul yang disebut dengan monomer dengan jenis homopolimer.
Polimer biasa dikenal dalam kehidupan sehari-hari seperti selulosa, protein, karet dan bahan alam lainnya.
Peningkatan penggunaan plastik merupakan dampak dari berkembangnya dunia perindustrian, teknologi dan meningkatnya jumlah penduduk dunia.
Di Indonesia, kebutuhan plastik terus mengalami peningkatan dengan rata-rata 200 ton per tahun.
Pada tahun 2002 telah tercatat sekitar 1,9 juta ton sampah plastik, dan ditahun 2011 jumlah sampah plastik meningkat menjadi 2,6 juta ton pertahun.
Berdasarkan asumsi Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), setiap hari penduduk Indonesia dapat mengahsilkan 0,8 kg sampah per orang dan jika ditotal maka sebanyak 189 ribu ton sampah per hari.
Sampah yang dihasilkan sebanyak 15% berupa sampah plastik atau sekitar 28,4 ribu ton per hari.
Pada awalnya polimer alam digunakan sebagai bahan pembuatan perkakas dan pembuatan senjata.
Monomer dalam pembentukan polimer merupakan molekul yang memiliki ikatan rangkap atau yang memiliki gugus fungsi tertentu.
Polimer digolongkan atas polimer alam dan polimer sintetik.
Polimer alam seperti selulosa, pati, kitin, kitosan, gelatin, dekstran, alginat, pektin, gum guar dan karet digunakan dalam pembuatan nanokomposit.
Polimer alam menunjukkan sifat seperti kemurnian, kristalinitas, solditas tarik, meningkatkan elastisitas dan memilikki permukaan yang luas.
Kesimpulannya adalah daya tarik pada bioplastik memiliki kekuatan yang sama namun jika ditambahkan dengan material-material yang lainĀ maka daya hantar akan semakin kuat dan semakin baik.
Related Results
BIOPLASTIK DARI PATI KULIT PISANG RAJA DENGAN BERBAGAI BAHAN PEREKAT
BIOPLASTIK DARI PATI KULIT PISANG RAJA DENGAN BERBAGAI BAHAN PEREKAT
Kulit pisang raja adalah salah satu limbah yang belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Limbah kulit pisang raja memiliki kadar pati yang cukup tinggi sebesar 50% dan dapat diol...
Pembuatan Bioplastik Berbahan Dasar Pati Biji Alpukat dan Selulosa dari Limbah Kertas Dengan Metode Melt Intercalation
Pembuatan Bioplastik Berbahan Dasar Pati Biji Alpukat dan Selulosa dari Limbah Kertas Dengan Metode Melt Intercalation
Peningkatan penggunaan plastik berbasis petrokimia telah menimbulkan permasalahan lingkungan yang serius akibat sifatnya yang sulit terdegradasi secara alami. Salah satu alternatif...
PEMBUATAN BIOPLASTIK DARI AMPAS TAHU DAN AMPAS TEBU DENGAN PENGARUH PENAMBAHAN GLISEROL DAN TEPUNG MAIZENA
PEMBUATAN BIOPLASTIK DARI AMPAS TAHU DAN AMPAS TEBU DENGAN PENGARUH PENAMBAHAN GLISEROL DAN TEPUNG MAIZENA
Penggunaan plastik sebagai pengemas sudah sangat umum dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, dibutuhkan alternatif plastik ramah lingkungan yang berasal dari bahan yang dapat ...
Dampak Sampah Plastik Terhadap Kesehatan dan Lingkungan
Dampak Sampah Plastik Terhadap Kesehatan dan Lingkungan
Plastik adalah benda yang sering kita temui dalam kehidupan sehari hari, dikemas dalam bentuk yang berbeda sesuai dengan fungsinya masing masing. Plastik memberikan banyak manfaat ...
Penambahan Plasticizer Sorbitol terhadap Karakteristik Bioplastik dari Limbah Dekaragenan Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty ex P. C. Silva, 1966
Penambahan Plasticizer Sorbitol terhadap Karakteristik Bioplastik dari Limbah Dekaragenan Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty ex P. C. Silva, 1966
Kekhawatiran terhadap sumber daya yang tidak dapat diperbaharui menyebabkan pemanfaatan sumber daya alam terbarukan dan mudah terurai (biodegradable) sebagai bahan baku pembuatan b...
Pemanfaatan Ecobrick Sebagai Media Pembelajaran Pengelolaan Sampah Plastik
Pemanfaatan Ecobrick Sebagai Media Pembelajaran Pengelolaan Sampah Plastik
Plastik adalah salah satu bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga permasalahan sampah plastik semakin meningkat dan menjadi tantangan serius bagi lingkung...
PENGARUH MODEL PISAU PADA MESIN SAMPAH BOTOL PLASTIK
PENGARUH MODEL PISAU PADA MESIN SAMPAH BOTOL PLASTIK
Seiring peningkatan pemakaian botol plastik menyebabkan timbulnya sampah botol plastik semakin menumpuk. yangmenuntut pengelolaannya dilakukan secara benar agar dapat mengatasi pen...
KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI INDONESIA: STUDI KASUS KOTA SURABAYA
KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI INDONESIA: STUDI KASUS KOTA SURABAYA
Manajemen sampah plastik perkotaan menjadi sorotan beberapa tahun belakang karena jumlah timbulan sampah plastik yang meningkat setiap tahunnya. Begitu juga dengan adanya potensi s...

