Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Rancang Bangun Oven Pengering Cabai dilengkapi Kontrol Suhu Otomatis

View through CrossRef
Cabai merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai jual cenderung tinggi. Proses pengolahan cabai pasca panen merupakan suatu proses yang penting untuk dilakukan agar tetap menjaga kualitas dari cabai. Suhu merupakan satu hal yang penting dalam proses pengeringan cabai. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sebuah oven pengering cabai yang dilengkapi dengan kontrol suhu otomatis. Sensor yang digunakan pada penelitian ini adalah thermostat digital. Dari hasil penelitian yang dilakukan, sensor mampu mendeteksi suhu didalam oven yang dibuat. Persentasi error terbesar dari pengujian yang dilakukan yaitu 0.91% pada suhu 55°C sedangkan pada suhu 35°C, 70°C, dan 85°C memiliki hasil pembacaan yang sama dengan termometer pembanding. Sistem pembuangan panas pada oven juga bekerja dengan baik dimana kipas aktif pada suhu 70°C dan padam pada suhu 60°C. Proses pengeringan cabai dilakukan sebanyak 5 kali perulangan dengan berat awal cabai 750gr. Setelah pengeringan, berat cabai berkurang rata-rata 64.85% dari berat awalnya. Untuk pengembangan kedepannya oven dibuat dengan sistem pemanasan hybrid dengan alat pemanas dapat diatur secara otomatis berdasarkan tingkat pemanasan didalam oven.
Title: Rancang Bangun Oven Pengering Cabai dilengkapi Kontrol Suhu Otomatis
Description:
Cabai merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai jual cenderung tinggi.
Proses pengolahan cabai pasca panen merupakan suatu proses yang penting untuk dilakukan agar tetap menjaga kualitas dari cabai.
Suhu merupakan satu hal yang penting dalam proses pengeringan cabai.
Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sebuah oven pengering cabai yang dilengkapi dengan kontrol suhu otomatis.
Sensor yang digunakan pada penelitian ini adalah thermostat digital.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, sensor mampu mendeteksi suhu didalam oven yang dibuat.
Persentasi error terbesar dari pengujian yang dilakukan yaitu 0.
91% pada suhu 55°C sedangkan pada suhu 35°C, 70°C, dan 85°C memiliki hasil pembacaan yang sama dengan termometer pembanding.
Sistem pembuangan panas pada oven juga bekerja dengan baik dimana kipas aktif pada suhu 70°C dan padam pada suhu 60°C.
Proses pengeringan cabai dilakukan sebanyak 5 kali perulangan dengan berat awal cabai 750gr.
Setelah pengeringan, berat cabai berkurang rata-rata 64.
85% dari berat awalnya.
Untuk pengembangan kedepannya oven dibuat dengan sistem pemanasan hybrid dengan alat pemanas dapat diatur secara otomatis berdasarkan tingkat pemanasan didalam oven.

Related Results

Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Penggunaan lemari pengering untuk pengeringan masih mempunyai kelemahan, yaitu temperatur pengering di dalam lemari pengering sering tidak seragam atau tidak sama di setiap rak yan...
Unjuk Kerja Pengering Tenaga Surya Tipe Efek Rumah Kaca Untuk Pengeringan Cabai Dengan Perlakuan Low Temperature Long Time Blanching
Unjuk Kerja Pengering Tenaga Surya Tipe Efek Rumah Kaca Untuk Pengeringan Cabai Dengan Perlakuan Low Temperature Long Time Blanching
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji unjuk kerja pengering tenaga surya tipe efek rumah kaca pada pengeringan cabai dengan perlakuan low temperature long time (LTLT) bla...
Sistem Kontrol Penyiraman Air Dan Nutrisi Tanaman Cabai Berbasis Internet Of Things (IoT) Menggunakan Decision Tree C5
Sistem Kontrol Penyiraman Air Dan Nutrisi Tanaman Cabai Berbasis Internet Of Things (IoT) Menggunakan Decision Tree C5
Indonesia sebagai negara agraris memiliki banyak lahan pertanian subur. Namun, teknologi pertanian masih perlu dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas. Salah satu masalah yan...
Karakteristik Pengering Surya (Solar Dryer) Dengan Turbin Ventilator
Karakteristik Pengering Surya (Solar Dryer) Dengan Turbin Ventilator
Pada penelitian terdahulu, alat pengering yang dianalisis adalah pengering surya dengan kolektor sekunder, rak bertingkat dan exhaust fan. Penelitian tersebut berhasil mengatasi fe...
Edukasi Diversifikasi Olahan Cabai Pada Masyarakat di Kampung KB Yosodadi Dalam Pengendalian Inflasi
Edukasi Diversifikasi Olahan Cabai Pada Masyarakat di Kampung KB Yosodadi Dalam Pengendalian Inflasi
Menurunnya produksi cabai menyebabkan kelangkaan barang dan tingginya harga, namun pada saat panen raya harga kedua komoditas jatuh, sehingga cabai merupakan komoditas hortikultura...
Analisis Usahatani Cabai Rawit (Capsicum frutescens) di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut
Analisis Usahatani Cabai Rawit (Capsicum frutescens) di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut
Cabai merupakan salah satu komoditas holtikultura yang dibutuhkan dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Cabai rawit merupakan jenis cabai yang banyak digunakan dalam masakan se...
Rekayasa alat pengering lada sisten rotary dengan pengontrol suhu untuk perbaikan mutu bubuk lada
Rekayasa alat pengering lada sisten rotary dengan pengontrol suhu untuk perbaikan mutu bubuk lada
Rekayasa alat pengering lada sistem rotary (P, L dan T, 86, 59 dan 72 cm) dengan pengontrol suhu untuk perbaikan mutu bubuk Lada Borneo Samboja (LBS) bertujuan untuk meningkatkan p...
Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan  gambaran hasil pre-test siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol pada materi pokok suhu dan perubahannya, (2) mendeskrips...

Back to Top