Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Rhinitis Gustatori

View through CrossRef
Pendahuluan: Rinitis gustatori adalah bagian dari rinitis non alergi yang ditandai dengan sindrom hipersekresi hidung akibat makanan, yang ditandai dengan onset akut seperti hidung berair berlebihan yang terjadi segera setelah konsumsi makanan panas dan atau pedas. Tujuan : Mengetahui dan memahami diagnosis dan tatalaksana rinitis gustatori. Tinjauan Pustaka : Rinitis gustatori berkaitan dengan capsaicin yaitu zat yang menyengat pada cabai, saus tabasco, lobak dan lada hitam yang merangsang saraf sensorik aferen di mulut dan mukosa orofaring sehingga memicu terjadinya rinore gustatori. Saat ini tidak ada standar untuk pemeriksaan objektif guna mendiagnosis rinitis gustatori tetapi skin prick test dan food challenge test dapat dilakukan untuk menyingkirkan rinitis alergi. Penatalaksanaan yang tepat untuk kasus rinitis gustatori membutuhkan penelitian lebih lanjut guna membuktikan pemberian obat kombinasi Ipratropium Bromida dan kortikosteroid intranasal lebih efektif daripada pemberian obat tunggal atau tidak. Kesimpulan : Sampai saat ini masih belum ditemukan diagnosis untuk menentukan rinitis gustatori, namun untuk membedakan dengan rinitis alergi dapat dilakukan skin prick test dan food challenge test. Penatalaksaan yang tepat dan efektif terhadap rinitis gustatori juga masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Kata kunci : Rinitis gustatori, rinore, capsaicin
Title: Rhinitis Gustatori
Description:
Pendahuluan: Rinitis gustatori adalah bagian dari rinitis non alergi yang ditandai dengan sindrom hipersekresi hidung akibat makanan, yang ditandai dengan onset akut seperti hidung berair berlebihan yang terjadi segera setelah konsumsi makanan panas dan atau pedas.
Tujuan : Mengetahui dan memahami diagnosis dan tatalaksana rinitis gustatori.
Tinjauan Pustaka : Rinitis gustatori berkaitan dengan capsaicin yaitu zat yang menyengat pada cabai, saus tabasco, lobak dan lada hitam yang merangsang saraf sensorik aferen di mulut dan mukosa orofaring sehingga memicu terjadinya rinore gustatori.
Saat ini tidak ada standar untuk pemeriksaan objektif guna mendiagnosis rinitis gustatori tetapi skin prick test dan food challenge test dapat dilakukan untuk menyingkirkan rinitis alergi.
Penatalaksanaan yang tepat untuk kasus rinitis gustatori membutuhkan penelitian lebih lanjut guna membuktikan pemberian obat kombinasi Ipratropium Bromida dan kortikosteroid intranasal lebih efektif daripada pemberian obat tunggal atau tidak.
Kesimpulan : Sampai saat ini masih belum ditemukan diagnosis untuk menentukan rinitis gustatori, namun untuk membedakan dengan rinitis alergi dapat dilakukan skin prick test dan food challenge test.
Penatalaksaan yang tepat dan efektif terhadap rinitis gustatori juga masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
Kata kunci : Rinitis gustatori, rinore, capsaicin.

Related Results

Persistent rhinitis – allergic or nonallergic?
Persistent rhinitis – allergic or nonallergic?
SummaryAlthough rhinitis has been classified as being either allergic, noninfectious, or ‘‘other forms’’ (nonallergic noninfectious), these categories lack strict classification cr...
Rhinitis-Respect your nose
Rhinitis-Respect your nose
We all know the functions of nose i.e. breathing and smell. The outcome of breathing is to ventilate the lungs and we also know that there is lung compliance which reflects its eff...
Prevalence and Contributing Factors of Rhinitis Among a Sample of Medical Students in Baghdad
Prevalence and Contributing Factors of Rhinitis Among a Sample of Medical Students in Baghdad
Background: Rhinitis and nasal irritation are highly prevalent, significantly impacting the quality of life for millions of patients. The high prevalence of rhinitis in Iraq may be...
Relationship between ARIA classification and drug treatment in allergic rhinitis and asthma
Relationship between ARIA classification and drug treatment in allergic rhinitis and asthma
Introduction:  The Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma (ARIA) guidelines provide a stepwise treatment to rhinitis, which classifies the disease according to its duration and...
Allergic rhinitis and asthma comorbidity: ARIA classification of rhinitis does not correlate with the prevalence of asthma
Allergic rhinitis and asthma comorbidity: ARIA classification of rhinitis does not correlate with the prevalence of asthma
SummaryBackground Allergic rhinitis and asthma comorbidity is supported by both the similar underlying pathogenesis and immunologic mechanisms. The aim of this study was to v...
Prevalence and bidirectional association between rhinitis and urticaria: A systematic review and meta-analysis
Prevalence and bidirectional association between rhinitis and urticaria: A systematic review and meta-analysis
Background: Rhinitis, allergic rhinitis in particular, and urticaria are both common atopic problems globally. However, there is controversy regarding the correlation between rhini...
Bronchial hyperresponsiveness in young children with allergic rhinitis and its risk factors
Bronchial hyperresponsiveness in young children with allergic rhinitis and its risk factors
Background:  Subjects with allergic rhinitis but no clinical evidence of asthma have greater bronchial hyperresponsiveness (BHR), and several factors have been implicated as its de...

Back to Top