Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FREKUENSI PROTEINURIA PADA PENDERITA LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK (LES)

View through CrossRef
ABSTRAK   Latar Belakang Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun multisistem yang mengakibatkan kerusakan organ,jaringan dan sel mediasi karena kompleks imun dan autoantibodi yang berikatan dengan antigen jaringan. LES dapat menyerang satu atau lebih organ, salah satu organ yang banyak diserang adalah ginjal yang dapat menyebabkan komplikasi LES yakni Lupus Nefritis yang memiliki gejala proteinuria. Proteinuria adalah keadaan abnormal dimana jumlah protein dalam urin lebih dari 300 mg dalam urin 24 jam dan 30 mg/dL dalam urin sewaktu. Tujuan penelitian: ini adalah untuk mengetahui frekuensi proteinuria pada penderita Lupus Eritematosus Sistemik (LES) di Palembang tahun 2020, berdasarkan umur, jenis kelamin dan lama sakit. Metode Penelitian: metode penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Sampel pemeriksaan yang digunakan adalah urin sewaktu. Jumlah sampel penelitian adalah 29 orang pasien LES di Komunitas PLSS Palembang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Metode pemeriksaan urin menggunakan metode carik celup (dipstick). Hasil penelitian: menunjukkan sebanyak 6 orang (20.7%) positif proteinuria dan 23 orang (79.3%) negatif proteinuria, Dari 6 orang dengan proteinuria positif, berdasarkan umur ada 6 orang (25.0%) dengan umur berisiko (<50 tahun) dan 0 orang (0.0%) dengan umur tidak berisiko (>50 tahun); berdasarkan jenis kelamin ada 1 orang (50.0%) berjenis kelamin laki-laki dan 5 orang (18.5%) berjenis kelamin perempuan; berdasarkan lama sakit, terdapat 4 orang (57.1%) menderita LES <5 tahun,2 orang (9.1%) menderita LES >5 tahun. Dengan demikian disarankan bagi pasien LES untuk menambahkan pemeriksan fungsi ginjal atau urinalisa pada saat melakukan kontrol rutin.  Kata Kunci : Proteinuria, Lupus Eritematosus Sistemik, Autoimun   ABSTRACT   Background: Systemic Lupus Erythematosus (SLE) is a multisystem autoimmune disease that causes organ, tissue and cell damage due to immune complexes and autoantibodies that bind to tissue antigens. SLE can attack one or more organs, one of the organs that is mostly attacked is the kidney which can cause SLE complications, namely Lupus Nephritis which has symptoms of proteinuria. Proteinuria is an abnormal condition in which the amount of protein in the urine is more than 300 mg in the 24-hour urine and 30 mg/dL in the urine at any time. The purpose of this study: was to determine the frequency of proteinuria in patients with Systemic Lupus Erythematosus (SLE) in Palembang in 2020, based on age, sex and length of illness. Research Methods: This research method is descriptive with a cross-sectional design. The examination sample used was urine at the time. The number of research samples was 29 SLE patients in the Palembang PLSS Community determined by purposive sampling technique. Urine examination method using the dipstick method. The results: showed that 6 people (20.7%) were positive for proteinuria and 23 people (79.3%) were negative for proteinuria. Of the 6 people with positive proteinuria, there were 6 people (25.0%) with age at risk (<50 years) and 0 people. (0.0%) with no risk age (>50 years); based on gender there were 1 person (50.0%) male and 5 (18.5%) female; based on the length of illness, there were 4 people (57.1%) suffering from SLE <5 years, 2 people (9.1%) suffering from SLE >5 years. Thus, it is recommended for SLE patients to add kidney function tests or urinalysis during routine check-ups. Keywords: Proteinuria, Systemic Lupus Erythematosus, Autoimmune
Title: FREKUENSI PROTEINURIA PADA PENDERITA LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK (LES)
Description:
ABSTRAK   Latar Belakang Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun multisistem yang mengakibatkan kerusakan organ,jaringan dan sel mediasi karena kompleks imun dan autoantibodi yang berikatan dengan antigen jaringan.
LES dapat menyerang satu atau lebih organ, salah satu organ yang banyak diserang adalah ginjal yang dapat menyebabkan komplikasi LES yakni Lupus Nefritis yang memiliki gejala proteinuria.
Proteinuria adalah keadaan abnormal dimana jumlah protein dalam urin lebih dari 300 mg dalam urin 24 jam dan 30 mg/dL dalam urin sewaktu.
Tujuan penelitian: ini adalah untuk mengetahui frekuensi proteinuria pada penderita Lupus Eritematosus Sistemik (LES) di Palembang tahun 2020, berdasarkan umur, jenis kelamin dan lama sakit.
Metode Penelitian: metode penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross-sectional.
Sampel pemeriksaan yang digunakan adalah urin sewaktu.
Jumlah sampel penelitian adalah 29 orang pasien LES di Komunitas PLSS Palembang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling.
Metode pemeriksaan urin menggunakan metode carik celup (dipstick).
Hasil penelitian: menunjukkan sebanyak 6 orang (20.
7%) positif proteinuria dan 23 orang (79.
3%) negatif proteinuria, Dari 6 orang dengan proteinuria positif, berdasarkan umur ada 6 orang (25.
0%) dengan umur berisiko (<50 tahun) dan 0 orang (0.
0%) dengan umur tidak berisiko (>50 tahun); berdasarkan jenis kelamin ada 1 orang (50.
0%) berjenis kelamin laki-laki dan 5 orang (18.
5%) berjenis kelamin perempuan; berdasarkan lama sakit, terdapat 4 orang (57.
1%) menderita LES <5 tahun,2 orang (9.
1%) menderita LES >5 tahun.
Dengan demikian disarankan bagi pasien LES untuk menambahkan pemeriksan fungsi ginjal atau urinalisa pada saat melakukan kontrol rutin.
 Kata Kunci : Proteinuria, Lupus Eritematosus Sistemik, Autoimun   ABSTRACT   Background: Systemic Lupus Erythematosus (SLE) is a multisystem autoimmune disease that causes organ, tissue and cell damage due to immune complexes and autoantibodies that bind to tissue antigens.
SLE can attack one or more organs, one of the organs that is mostly attacked is the kidney which can cause SLE complications, namely Lupus Nephritis which has symptoms of proteinuria.
Proteinuria is an abnormal condition in which the amount of protein in the urine is more than 300 mg in the 24-hour urine and 30 mg/dL in the urine at any time.
The purpose of this study: was to determine the frequency of proteinuria in patients with Systemic Lupus Erythematosus (SLE) in Palembang in 2020, based on age, sex and length of illness.
Research Methods: This research method is descriptive with a cross-sectional design.
The examination sample used was urine at the time.
The number of research samples was 29 SLE patients in the Palembang PLSS Community determined by purposive sampling technique.
Urine examination method using the dipstick method.
The results: showed that 6 people (20.
7%) were positive for proteinuria and 23 people (79.
3%) were negative for proteinuria.
Of the 6 people with positive proteinuria, there were 6 people (25.
0%) with age at risk (<50 years) and 0 people.
(0.
0%) with no risk age (>50 years); based on gender there were 1 person (50.
0%) male and 5 (18.
5%) female; based on the length of illness, there were 4 people (57.
1%) suffering from SLE <5 years, 2 people (9.
1%) suffering from SLE >5 years.
Thus, it is recommended for SLE patients to add kidney function tests or urinalysis during routine check-ups.
 Keywords: Proteinuria, Systemic Lupus Erythematosus, Autoimmune.

Related Results

Pengaruh Feedback dan Motivasi Latihan Terhadap Keterampilan Passing Control Sepak Bola
Pengaruh Feedback dan Motivasi Latihan Terhadap Keterampilan Passing Control Sepak Bola
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang perbedaan variabel bebas terhadap variabel terikat. Terdapat dua variabel bebas dalam penelitian ini, yaitu perlakuan lat...
Spectrum of cutaneous lupus erythematosus in South Africans with systemic lupus erythematosus
Spectrum of cutaneous lupus erythematosus in South Africans with systemic lupus erythematosus
Background Cutaneous involvement is very common in systemic lupus erythematosus. We describe the prevalence and spectrum of lupus-specific (cutaneous lupus erythematosus) and non-s...
MO655PROTEINURIA DECREASE AFTER SGLT2I : WHAT CAN WE EXPECT?
MO655PROTEINURIA DECREASE AFTER SGLT2I : WHAT CAN WE EXPECT?
Abstract Background and Aims The effect of sodium-glucose cotransporter-2 inhibitors (SGLT2i) in reducing proteinuria secondary ...
Perancangan Crossover Dua Jalur Pasif dan Aktif Orde Dua
Perancangan Crossover Dua Jalur Pasif dan Aktif Orde Dua
Sirkuit crossover pasif terdiri dari komponen pasif (induktor dan kapasitor) yang tidak mempunyai penguatan daya. Sirkuit crossover aktif terdiri dari komponen pasif (resistor dan ...
Limbah carica (Vasconcellea pubescens A.DC) di Wonosobo dapat menjadi permasalahan. Black Soldier Fly/ BSF (Hermetia illucens L.) adalah serangga biodegradator merupakan solusi tep...
BİR UYGULAMA YÖNTEMİ OLARAK SİSTEMİK SOSYAL HİZMET
BİR UYGULAMA YÖNTEMİ OLARAK SİSTEMİK SOSYAL HİZMET
Son yıllarda doğa ve fen bilimlerinin yanı sıra sosyal bilimlerde de önemli bir analiz yöntemi olarak kullanılan sistem kavramı, sosyal hizmet disiplininde aranılan başat kuramlard...
Seasonal proteinuria changes in IgA nephropathy patients after proteinuria remission v1
Seasonal proteinuria changes in IgA nephropathy patients after proteinuria remission v1
Background: Proteinuria is a powerful prognostic factor for end-stage renal disease in IgA nephropathy (IgAN) patients. However, it is not known whether proteinuria exacerbations a...

Back to Top