Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

REKONSILIASI ISLAM DAN SAINS DALAM PERSPEKTIF NIDHAL GUESSOUM

View through CrossRef
This paper describes Nidhal Guessoum, who tried to reconcile the epistemic between the Islamic tradition and modern science. The method used is descriptive content analysis. Nidhal sees that efforts to build relations between religion and science are still simplistic. He seeks to uncover the deadlock between the science of religion and philosophy and to present the principles of reconciliation of Islam and science more completely and systematically. This reconciliation effort departs from his critique of the condition of education and Arab society as well as the Islamic world as a whole, as well as the developing thoughts on the relationship between religion and science, which are sometimes too simplistic, both Sardar's ijmāli model, i'jāz an-Najjar model, and Islamization of al-Faruqi's model of knowledge. In Nidhal's view, these methods contain weaknesses, so those other alternatives are needed. The steps taken by Nidhal are to build a foundation for the creation of a harmonious relationship between science, religion and philosophy. He proposed a quantum approach through (1) the principle of no conflict between religion and science, (2) layered interpretation of the Qur'an, (3) theistic falsification.Tulisan ini berupaya menjelaskan pemikiran Nidhal Guessoum yang berusaha melakukan rekonsiliasi epistemik antara tradisi Islam dan sains modern. Metode yang digunakan dalam membaca karya Nidhal adalah dengan menggunakan analisis isi (content analysis) secara deskriptif. Nidhal melihat upaya dalam membangun relasi antara agama dan sains masih bersifat simplistik. Nidhal berusaha menyingkap kebuntuan titik temu antara sains agama dan filsafat serta menghadirkan prinsip-prinsip rekonsiliasi Islam dan sains secara lebih lengkap dan sistematis. Upaya rekonsiliasi ini berangkat dari kritiknya terhadap kondisi pendidikan dan masyarakat Arab serta dunia Islam secara keseluruhan, juga terhadap pemikiran-pemikiran yang berkembang mengenai hubungan antara agama dan sains yang terkadang terlalu simplistik, baik model ijmāli Sardar, model i’jāz an-Najjar, maupun Islamisasi pengetahuan model al-Faruqi. Metode-metode itu dalam pandangan Nidhal mengandung kelemahan-kelemahan sehingga diperlukan alternatif lain. Langkah yang dilakukan Nidhal adalah membangun landasan terciptanya hubungan yang harmonis diantara sains, agama dan filsafat. Nidhal mengusulkan pendekatan kuantum melalui: (1) prinsip tidak ada pertentangan antara agama dan sains; (2) penafsiran berlapis terhadap al-Qur’an; (3) falsifikatif teistik. 
Title: REKONSILIASI ISLAM DAN SAINS DALAM PERSPEKTIF NIDHAL GUESSOUM
Description:
This paper describes Nidhal Guessoum, who tried to reconcile the epistemic between the Islamic tradition and modern science.
The method used is descriptive content analysis.
Nidhal sees that efforts to build relations between religion and science are still simplistic.
He seeks to uncover the deadlock between the science of religion and philosophy and to present the principles of reconciliation of Islam and science more completely and systematically.
This reconciliation effort departs from his critique of the condition of education and Arab society as well as the Islamic world as a whole, as well as the developing thoughts on the relationship between religion and science, which are sometimes too simplistic, both Sardar's ijmāli model, i'jāz an-Najjar model, and Islamization of al-Faruqi's model of knowledge.
In Nidhal's view, these methods contain weaknesses, so those other alternatives are needed.
The steps taken by Nidhal are to build a foundation for the creation of a harmonious relationship between science, religion and philosophy.
He proposed a quantum approach through (1) the principle of no conflict between religion and science, (2) layered interpretation of the Qur'an, (3) theistic falsification.
Tulisan ini berupaya menjelaskan pemikiran Nidhal Guessoum yang berusaha melakukan rekonsiliasi epistemik antara tradisi Islam dan sains modern.
 Metode yang digunakan dalam membaca karya Nidhal adalah dengan menggunakan analisis isi (content analysis) secara deskriptif.
Nidhal melihat upaya dalam membangun relasi antara agama dan sains masih bersifat simplistik.
Nidhal berusaha menyingkap kebuntuan titik temu antara sains agama dan filsafat serta menghadirkan prinsip-prinsip rekonsiliasi Islam dan sains secara lebih lengkap dan sistematis.
Upaya rekonsiliasi ini berangkat dari kritiknya terhadap kondisi pendidikan dan masyarakat Arab serta dunia Islam secara keseluruhan, juga terhadap pemikiran-pemikiran yang berkembang mengenai hubungan antara agama dan sains yang terkadang terlalu simplistik, baik model ijmāli Sardar, model i’jāz an-Najjar, maupun Islamisasi pengetahuan model al-Faruqi.
Metode-metode itu dalam pandangan Nidhal mengandung kelemahan-kelemahan sehingga diperlukan alternatif lain.
Langkah yang dilakukan Nidhal adalah membangun landasan terciptanya hubungan yang harmonis diantara sains, agama dan filsafat.
 Nidhal mengusulkan pendekatan kuantum melalui: (1) prinsip tidak ada pertentangan antara agama dan sains; (2) penafsiran berlapis terhadap al-Qur’an; (3) falsifikatif teistik.
 .

Related Results

NIDHAL GOUSSCUM: INTEGRASI AGAMA DAN SAINS
NIDHAL GOUSSCUM: INTEGRASI AGAMA DAN SAINS
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui integrasi agama dan sains dalam sudut pandang Nidhal Gousscum. Metode penelitian yang penulis lakukan ialah penelitian kualitatif dengan pe...
Evaluasi Kejadian Diskrepansi Pada Pelaksanaan Rekonsiliasi Obat di RSUD Bali Mandara
Evaluasi Kejadian Diskrepansi Pada Pelaksanaan Rekonsiliasi Obat di RSUD Bali Mandara
Latar belakang: Transfer internal rumah sakit (pindah ruangan) merupakan waktu rentan pasien berada pada risiko tinggi mengalami diskrepansi yang dapat mengakibatkan medication err...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM; KONTRIBUSI ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM; KONTRIBUSI ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Latar belakang masalah dalam penelitian ini berawal dari  Banyak pihak di luar Islam telah menafikan sains dan  teknologi dalam Islam. Anggapan mereka Islam tidak mengenal sains da...
Pemikiran Mohd Yusof Othman Dalam Sains Tauhidik Ke Arah Membangunkan Tamadun Melayu
Pemikiran Mohd Yusof Othman Dalam Sains Tauhidik Ke Arah Membangunkan Tamadun Melayu
Sains memainkan peranan utama untuk mencipta teknologi bagi kemajuan negara dan menjadi antara salah satu teras kepada pembentukan tamadun manusia. Tamadun Barat telah mengolah ilm...
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Abstract: The religious phenomenon of Islam in post-reform Indonesia is thought to have experienced extremism and radicalism. The explosion of terrorism in the name of Islam ...
BANTUAN REVIEW DAN REKONSILIASI VAT OUT BULAN JANUARI DAN FEBUARI 2025 DENGAN REVENUE DI MITRA
BANTUAN REVIEW DAN REKONSILIASI VAT OUT BULAN JANUARI DAN FEBUARI 2025 DENGAN REVENUE DI MITRA
Monthly VAT reconciliation and training activities related to Output VAT are the focus of this Community Service Program (PKM). This PKM activity represents a critical and periodic...

Back to Top