Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pluralisme Agama dan Dialog Teologi

View through CrossRef
Kemajemukan dalam beragama merupakan kenyataan yang di satu sisi merupakan anugerah Tuhan, namun di sisi lain, karena disikapi secara keliru, juga sering menyebabkan konflik, sebagaimana yang terjadi di Ambon di awal tahun 1999. Akar dari konflik tersebut, di samping kemungkinan disebabkan faktor sosial dan politik, juga tidak pelak lagi adalah karena ari klaim kebenaran masing-masing penganut agama. Artikel ini menjelaskan problem pluralisme agama dan kemungkinan solusi terhadap konflik yang ditimbulkan oleh keragaman tersebut. Solusi yang sering ditawarkan adalah dialog pada tataran teologis. Artikel ini berkesimpulan bahwa dialog teologis adalah tawaran elitis, karena persoalan keselamatan sulit untuk dipertemukan seiring dengan kuatnya klaim kebenaran. Tawaran yang realistis adalah dialog pada tingkat etis, yaitu respon bersama umat beragama terhadap isu-isu etis di sekeliling mereka, seperti isu etis di balik kerusakan lingkungan dan bagaimana etika agama mengatasinya. Tawaran lain dalam menghadapi keragaman agama adalah perspektif filsafat perennial tentang kesatuan transendental agama-agama pada tingkat esoteris. Namun, tawaran ini, sama halnya dengan dialog teologis, hanya menyentuh kalangan elitis. Alasan terpenting tentang tidak mungkinnya dialog teologis dan kesatuan agama-agama, serta ini sekaligus menjadi solusi keragaman itu adalah perlunya kita menyadari bahwa agama memiliki dimensi yang absolut (kebenaran teologis) dan yang relatif (interpretasi dan penerapan yang tergantung dengan berbagai konteks). Inklusivitas sangat terkait dengan dimensi terakhir.Kata-kunci: pluralisme, dialog teologis, absolusitas, relativitas, filsafat perennial, klaim kebenaran
Title: Pluralisme Agama dan Dialog Teologi
Description:
Kemajemukan dalam beragama merupakan kenyataan yang di satu sisi merupakan anugerah Tuhan, namun di sisi lain, karena disikapi secara keliru, juga sering menyebabkan konflik, sebagaimana yang terjadi di Ambon di awal tahun 1999.
Akar dari konflik tersebut, di samping kemungkinan disebabkan faktor sosial dan politik, juga tidak pelak lagi adalah karena ari klaim kebenaran masing-masing penganut agama.
Artikel ini menjelaskan problem pluralisme agama dan kemungkinan solusi terhadap konflik yang ditimbulkan oleh keragaman tersebut.
Solusi yang sering ditawarkan adalah dialog pada tataran teologis.
Artikel ini berkesimpulan bahwa dialog teologis adalah tawaran elitis, karena persoalan keselamatan sulit untuk dipertemukan seiring dengan kuatnya klaim kebenaran.
Tawaran yang realistis adalah dialog pada tingkat etis, yaitu respon bersama umat beragama terhadap isu-isu etis di sekeliling mereka, seperti isu etis di balik kerusakan lingkungan dan bagaimana etika agama mengatasinya.
Tawaran lain dalam menghadapi keragaman agama adalah perspektif filsafat perennial tentang kesatuan transendental agama-agama pada tingkat esoteris.
Namun, tawaran ini, sama halnya dengan dialog teologis, hanya menyentuh kalangan elitis.
Alasan terpenting tentang tidak mungkinnya dialog teologis dan kesatuan agama-agama, serta ini sekaligus menjadi solusi keragaman itu adalah perlunya kita menyadari bahwa agama memiliki dimensi yang absolut (kebenaran teologis) dan yang relatif (interpretasi dan penerapan yang tergantung dengan berbagai konteks).
Inklusivitas sangat terkait dengan dimensi terakhir.
Kata-kunci: pluralisme, dialog teologis, absolusitas, relativitas, filsafat perennial, klaim kebenaran.

Related Results

MENGGUGAT PLURALISME BARAT, MENGGAGAS PLURALISME SYARI'AT
MENGGUGAT PLURALISME BARAT, MENGGAGAS PLURALISME SYARI'AT
Salah satu faktor utama penyebab munculnya gagasan pluralisme adalah pesatnya perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi, yang membawa implikasi kepada fakta bahwa tidak ad...
Pluralisme Agama Perspektif Penafsiran Nurcholis Madjid
Pluralisme Agama Perspektif Penafsiran Nurcholis Madjid
Pluralisme agama telah menjadi salah satu isu penting dalam masyarakat multikultural. Nurcholish Madjid, sebagai salah satu pemikir Islam terkemuka di Indonesia, menawarkan perspek...
FILSAFAT PLURALISME AGAMA PERSFEKTIF NURCHOLIS MADJID
FILSAFAT PLURALISME AGAMA PERSFEKTIF NURCHOLIS MADJID
Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pemikiran Nurcholish Madjid tentang pluralisme agama dan implikasinya dalam konteks Indonesia. Nurcholish Madjid adalah seorang cendekiawa...
ANALISIS KALIMAT DIALOG DALAM NASKAH DRAMA �PADA SUATU HARI� KARYA ARIFIN C. NOER
ANALISIS KALIMAT DIALOG DALAM NASKAH DRAMA �PADA SUATU HARI� KARYA ARIFIN C. NOER
Judul penelitian ini adalah Analisis Kalimat Dialog dalam Naskah Drama �Pada Suatu Hari� Karya Arifin C. Noer (Sebuah Analisis Pragmatik tentang Deiksis dan Praanggapan). Rumusan m...
BATAL
BATAL
Hubungan antar pemeluk agama di Indonesia tidak selalu harmonis. Perbedaan ataupun ciri khas yang terdapat pada agama-agama dipertentangkan bahkan dibentur-benturkan oleh beberapa ...
Pengaruh Pendidikan Pluralisme Dalam Kurikulum Bagi Siswa Sma Kristen Yakin Hidup Sukses (YHS)
Pengaruh Pendidikan Pluralisme Dalam Kurikulum Bagi Siswa Sma Kristen Yakin Hidup Sukses (YHS)
Abstract: Education plays an important role in shaping one's character and worldview. In Indonesia, with its high diversity of religions and beliefs, pluralism education has become...
SOSIALISASI AGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA MUSLIM
SOSIALISASI AGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA MUSLIM
Dalam proses pembangunan manusia Indonesia, agama memiliki kedudukan penting dan utama dalam upaya membentuk kualitas manusia dan masyarakat yang maju dan mandiri. Melalui pembangu...
Evaluasi Kristis Pandangan Teologi Kemakmuran Tentang Pemahaman Makna Penderitaan
Evaluasi Kristis Pandangan Teologi Kemakmuran Tentang Pemahaman Makna Penderitaan
Teologi kemakmuran merupakan salah satu gerakan yang muncul dan menjadi satu fenomena tersendiri yang sangat mempengaruhi kehidupan keKristenan sejak abad ke-20.  Bagi teologi kema...

Back to Top