Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBEDAAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR ANTARA IBU HAMIL KEK DAN TIDAK KEK

View through CrossRef
Latar Belakang : Status gizi ibu selama masa kehamilan mempunyai peranan penting terhadap panjang badan bayi yang akan dilahirkan. Bayi baru lahir tergolong stunting apabila memiliki panjang badan < 46,1 cm untuk laki – laki dan < 45,4 cm untuk perempuan. Stunting merupakan keadaan tubuh pendek sebagai akibat dari malnutrisi knonik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan panjang badan bayi baru lahir antara ibu hamil KEK dan tidak KEK.Metode : Penelitian observasional dengan pendekatan cohort prospective. Sampel penelitian ini adalah 18 ibu hamil dengan usia kehamilan 36 – 40 minggu untuk tiap kelompok. Sampel diambil dari dua Puskesmas di Semarang Timur yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan pengukuran antropometri. Panjang badan bayi baru lahir diukur menggunakan infantometer, LILA ibu hamil diukur menggunakan pita LILA, tinggi badan orangtua diukur menggunakan microtoise, asupan energi dan protein diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), jenis kelamin dan status ekonomi diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney.Hasil : Terdapat 8,3% bayi lahir stunting pada penelitian ini dengan 5,5% bayi lahir dari ibu KEK dan 2,8% bayi lahir dari ibu tidak KEK. Tidak ada perbedaan panjang badan bayi baru lahir antara ibu hamil KEK dan tidak KEK (p>0,05). Panjang badan bayi baru lahir juga tidak menunjukkan perbedaan antara tiap kategori tinggi badan ibu dan ayah, jenis kelamin bayi, asupan energi dan protein serta status ekonomi keluarga (p>0,05).Kesimpulan :Panjang badan bayi baru lahir menunjukkan tidak ada perbedaan antara ibu hamil KEK dan tidak KEK. Panjang badan bayi baru lahir juga menunjukkan tidak ada perbedaan antara  tiap kategori tinggi badan ibu dan ayah, jenis kelamin bayi, asupan energi dan protein serta status ekonomi keluarga.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: PERBEDAAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR ANTARA IBU HAMIL KEK DAN TIDAK KEK
Description:
Latar Belakang : Status gizi ibu selama masa kehamilan mempunyai peranan penting terhadap panjang badan bayi yang akan dilahirkan.
Bayi baru lahir tergolong stunting apabila memiliki panjang badan < 46,1 cm untuk laki – laki dan < 45,4 cm untuk perempuan.
Stunting merupakan keadaan tubuh pendek sebagai akibat dari malnutrisi knonik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan panjang badan bayi baru lahir antara ibu hamil KEK dan tidak KEK.
Metode : Penelitian observasional dengan pendekatan cohort prospective.
Sampel penelitian ini adalah 18 ibu hamil dengan usia kehamilan 36 – 40 minggu untuk tiap kelompok.
Sampel diambil dari dua Puskesmas di Semarang Timur yang dipilih menggunakan metode purposive sampling.
Data diperoleh melalui kuesioner dan pengukuran antropometri.
Panjang badan bayi baru lahir diukur menggunakan infantometer, LILA ibu hamil diukur menggunakan pita LILA, tinggi badan orangtua diukur menggunakan microtoise, asupan energi dan protein diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), jenis kelamin dan status ekonomi diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner.
Data kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney.
Hasil : Terdapat 8,3% bayi lahir stunting pada penelitian ini dengan 5,5% bayi lahir dari ibu KEK dan 2,8% bayi lahir dari ibu tidak KEK.
Tidak ada perbedaan panjang badan bayi baru lahir antara ibu hamil KEK dan tidak KEK (p>0,05).
Panjang badan bayi baru lahir juga tidak menunjukkan perbedaan antara tiap kategori tinggi badan ibu dan ayah, jenis kelamin bayi, asupan energi dan protein serta status ekonomi keluarga (p>0,05).
Kesimpulan :Panjang badan bayi baru lahir menunjukkan tidak ada perbedaan antara ibu hamil KEK dan tidak KEK.
Panjang badan bayi baru lahir juga menunjukkan tidak ada perbedaan antara  tiap kategori tinggi badan ibu dan ayah, jenis kelamin bayi, asupan energi dan protein serta status ekonomi keluarga.

Related Results

Optimalisasi Sosialisasi Dan Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Di Desa Jambesari
Optimalisasi Sosialisasi Dan Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Di Desa Jambesari
Kelas ibu hamil termasuk salah satu sarana belajar bersama yang diikuti ibu hamil mulai dari trimester II dan II, yang difasilitasi oleh bidan yang bertujuan membahas materi di buk...
Upaya Menurunkan Kejadian KEK pada Ibu Hamil Melalui Pendidikan Kesehatan
Upaya Menurunkan Kejadian KEK pada Ibu Hamil Melalui Pendidikan Kesehatan
Ibu hamil dengan status gizi buruk atau mengalami KEK (Kurang Energi Kronis) cenderung melahirkan bayi BBLR dan dihadapkan pada risiko kematian yang lebih besar dibanding dengan ba...
Edukasi Senam Hamil Pada Ibu Hamil Trimester III Sebagai Persiapan Persalinan Di TPMB Lia Maria Bandar Lampung
Edukasi Senam Hamil Pada Ibu Hamil Trimester III Sebagai Persiapan Persalinan Di TPMB Lia Maria Bandar Lampung
Senam hamil merupakan suatu metode penting untuk mempertahankan atau memperbaiki keseimbangan fisik ibu hamil dan merupakan terapi latihan yang diberikan pada ibu hamil. Manfaat se...
Penerapan Sistem Ibu Hamil (SIBUMIL) dalam Menunjang Efektifitas Pencatatan Data Ibu Hamil
Penerapan Sistem Ibu Hamil (SIBUMIL) dalam Menunjang Efektifitas Pencatatan Data Ibu Hamil
Posyandu Ngudi Rahayu merupakan posyandu di Desa Luwang Kecamatan Gatak Sukoharjo, Jawa Tengah. Pencatatan masih dilakukan secara manual menggunakan tulisan tangan, sehingga data p...
Effectiveness Of Android Application Ceting On Screening Of Stunting Risk Factors In Pregnant Women
Effectiveness Of Android Application Ceting On Screening Of Stunting Risk Factors In Pregnant Women
Latar Belakang: Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4% atau 5,33 juta balita, belum men...
Pengetahuan Ibu Hamil dengan Kejadian Kurang Energi Kronik di Puskesmas Antang Perumnas
Pengetahuan Ibu Hamil dengan Kejadian Kurang Energi Kronik di Puskesmas Antang Perumnas
Kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) adalah kondisi kesehatan yang ditandai dengan asupan energi yang tidak mencukupi dalam jangka waktu yang lama, yang mengakibatkan penurunan bera...
Gambaran Ibu yang Memijatkan Bayi ke Dukun Bayi di Desa Jambu Kabupaten Semarang
Gambaran Ibu yang Memijatkan Bayi ke Dukun Bayi di Desa Jambu Kabupaten Semarang
Baby massage is a direct contact therapy with the body that can provide a sense of security and comfort for babies. The villagers chose to use a shaman as an alternative to baby ma...

Back to Top