Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Kadar Hepcidin dengan Status Besi pada Inflamasi Akibat Obesitas

View through CrossRef
Latar belakang. Angka kejadian obesitas yang tinggi cenderung mengalami komplikasi jangka panjang, yaitu penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, dan gangguan homeostasis besi.Tujuan. Menilai hubungan kadar hepcidin dengan status besi akibat inflamasi pada anak obesitas.Metode. Telah dilakukan penelitian dengan desain potong lintang mengenai hubungan kadar hepcidin dengan status besi (feritin, sTfR) pada anak obesitas (IL-6, Hs-CRP). Subjek berasal dari siswa SMP Z di Makassar yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian berlangsung dari September sampai November 2012. Analisis statistik menggunakan uji student t dan Mann Whitney U dengan nilai kemaknaan p=0,05.Hasil. Jumlah subjek yang memenuhi kriteria inklusi 20 anak obes, 20 superobes, dan 35 berat badan normal. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna rerata kadar hepcidin pada obes dengan berat badan normal (p=0,850), tetapi terdapat perbedaan bermakna rerata kadar hepcidin pada superobes dengan berat normal (p=0,012), rerata IL-6 antara obes dengan berat normal (p=0,01), superobes dengan berat normal (p=0,000), rerata hs-CRP antara obes dengan berat normal (p=0,004), superobes dengan berat normal (p=0,011). Tidak terdapat perbedaan bermakna rerata feritin dan sTfR antara superobes dan obes dengan berat normal (p=0,05).Kesimpulan. Pada anak superobes, terjadi peningkatan kadar hepcidin akibat inflamasi tetapi belum menyebabkan gangguan status besi. Sementara itu, pada obes terjadi inflamasi, tetapi belum menyebabkan peningkatan kadar hepcidin
Paediatrica Indonesiana - Indonesian Pediatric Society
Title: Hubungan Kadar Hepcidin dengan Status Besi pada Inflamasi Akibat Obesitas
Description:
Latar belakang.
Angka kejadian obesitas yang tinggi cenderung mengalami komplikasi jangka panjang, yaitu penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, dan gangguan homeostasis besi.
Tujuan.
Menilai hubungan kadar hepcidin dengan status besi akibat inflamasi pada anak obesitas.
Metode.
Telah dilakukan penelitian dengan desain potong lintang mengenai hubungan kadar hepcidin dengan status besi (feritin, sTfR) pada anak obesitas (IL-6, Hs-CRP).
Subjek berasal dari siswa SMP Z di Makassar yang memenuhi kriteria inklusi.
Penelitian berlangsung dari September sampai November 2012.
Analisis statistik menggunakan uji student t dan Mann Whitney U dengan nilai kemaknaan p=0,05.
Hasil.
Jumlah subjek yang memenuhi kriteria inklusi 20 anak obes, 20 superobes, dan 35 berat badan normal.
Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna rerata kadar hepcidin pada obes dengan berat badan normal (p=0,850), tetapi terdapat perbedaan bermakna rerata kadar hepcidin pada superobes dengan berat normal (p=0,012), rerata IL-6 antara obes dengan berat normal (p=0,01), superobes dengan berat normal (p=0,000), rerata hs-CRP antara obes dengan berat normal (p=0,004), superobes dengan berat normal (p=0,011).
Tidak terdapat perbedaan bermakna rerata feritin dan sTfR antara superobes dan obes dengan berat normal (p=0,05).
Kesimpulan.
Pada anak superobes, terjadi peningkatan kadar hepcidin akibat inflamasi tetapi belum menyebabkan gangguan status besi.
Sementara itu, pada obes terjadi inflamasi, tetapi belum menyebabkan peningkatan kadar hepcidin.

Related Results

Abstract 3253: Bone morphogenetic proteins increase hepcidin in breast cancer cells
Abstract 3253: Bone morphogenetic proteins increase hepcidin in breast cancer cells
Abstract Hepcidin is a systemic peptide hormone produced in the liver that regulates iron absorption and recirculation. Induction of hepcidin by inflammatory cytokin...
Validity of Serum And Urinary Hepcidin As Biomarkers of Late-Onset Sepsis of Premature Infants
Validity of Serum And Urinary Hepcidin As Biomarkers of Late-Onset Sepsis of Premature Infants
Abstract Background: Sepsis remains one of the leading causes of neonatal morbidity and mortality particularly among premature infants. Blood culture is the “gold standard”...
PERSEPSI SISWA SMP TERHADAP OBESITAS PADA REMAJA (Studi kasus pada siswa SMP PL Dominico Savio Semarang)
PERSEPSI SISWA SMP TERHADAP OBESITAS PADA REMAJA (Studi kasus pada siswa SMP PL Dominico Savio Semarang)
Latar Belakang: Obesitas adalah keadaan dimana terjadi peningkatan massa jaringan lemak dalam tubuh. Pencegahan obesitas pada masa remaja dianggap lebih mudah dilakukan daripada me...
HUBUNGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN BAHAN MAKANAN SUMBER ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI SMA MUSLIMIN
HUBUNGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN BAHAN MAKANAN SUMBER ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI SMA MUSLIMIN
Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah lebih rendah dari normal. Kekurangan oksigen dalam jaringan otak dan otot menyebabkan gejala anemia, seperti lemah...
Serum Hepcidin Is an Early Predictor of Iron Depletion in Non-Anemic Blood Donors
Serum Hepcidin Is an Early Predictor of Iron Depletion in Non-Anemic Blood Donors
Introduction Iron deficiency is one of the major concerns in repeated whole blood donors. Although taking iron supplementation, frequent whole blood donors sometimes...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

Back to Top