Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Disrupsi Implementasi Pembelajaran Tematik Pada Masa Pandemi Covid-19; Studi Kasus Di MIN 2 Kota Kediri

View through CrossRef
At this time, the term disruption emerged, which is a technological development that has penetrated all fields, including education. Coupled with the conditions during the pandemic that did not allow for intense face-to-face meetings. So it requires using technology in learning. So, what if the application of technology in learning is applied at Madarasah Ibtidaiyah. This research is classified as descriptive qualitative research with case study method. The results showed that the impact of disruption to thematic learning during the pandemic resulted in the disruption of thematic learning in MIN 2 Kediri City. Implementation of thematic learning that has not been massive and evenly distributed in each class in using online learning applications. This happened because student teachers and student guardians were not ready to face the wave of disruption that occurred during the COVID-19 pandemic. Then, the MIN 2 Kediri Strategy in dealing with disruptions that occur in the implementation of Thematic learning is carried out by instilling understanding in teachers for self-disruption (self-disruption) and choosing to reshape, namely improving learning that has been carried out, and making the best use of time when there are meetings. face to face with students. Then learning is combined using digital media to support student understanding. [Pada saat ini muncul istilah disrupi, yakni sebuah perkembangan teknologi yang merambah kesemua bidang tak terkecuali pendidikan. Ditambah dengan kondisi saat pandemi yang tidak memungkinkan untuk intens tatap muka. Maka mengharuskan menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Penelitian ini mendeskripsikan dampak disrupsi terhadap pembelajaran Tematik dan strategi yang digunakan dalam menghadapi disrupsi yang terjadi pada pembelajaran Tematik di MIN 2 Kota Kediri. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Perolehan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dampak disrupsi terhadap pembelajaran tematik dalam masa pandemi mengakibatkan terdisrupsinya pembelajaran tematik di MIN 2 Kota Kediri. Pelaksanaan pembelajaran tematik yang belum secara masif dan merata disetiap kelasnya dalam menggunakan aplikasi pembelajaran online. Hal ini Terjadi lantaran guru peserta didik dan wali murid belum siap dalam menghadapi gelombang disrupsi yang terjadi pada saat pandemi covid-19. Kemudian, Strategi MIN 2 Kota Kediri dalam menghadapi disrupsi yang terjadi pada pelaksanaan pembelajaran Tematik dilakukan dengan cara menanamkan pemahaman kepada guru untuk self disruption (disrupsi diri) dan memilih melakukan reshape yakni memperbaiki pembelajaran sudah dilaksanakan, dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya ketika ada pertemuan tatap muka dengan peserta didik.  Kemudian pembelajaran dikombinasikan menggunakan media digital untuk menunjang pemahaman peserta didik]
Title: Disrupsi Implementasi Pembelajaran Tematik Pada Masa Pandemi Covid-19; Studi Kasus Di MIN 2 Kota Kediri
Description:
At this time, the term disruption emerged, which is a technological development that has penetrated all fields, including education.
Coupled with the conditions during the pandemic that did not allow for intense face-to-face meetings.
So it requires using technology in learning.
So, what if the application of technology in learning is applied at Madarasah Ibtidaiyah.
This research is classified as descriptive qualitative research with case study method.
The results showed that the impact of disruption to thematic learning during the pandemic resulted in the disruption of thematic learning in MIN 2 Kediri City.
Implementation of thematic learning that has not been massive and evenly distributed in each class in using online learning applications.
This happened because student teachers and student guardians were not ready to face the wave of disruption that occurred during the COVID-19 pandemic.
Then, the MIN 2 Kediri Strategy in dealing with disruptions that occur in the implementation of Thematic learning is carried out by instilling understanding in teachers for self-disruption (self-disruption) and choosing to reshape, namely improving learning that has been carried out, and making the best use of time when there are meetings.
face to face with students.
Then learning is combined using digital media to support student understanding.
[Pada saat ini muncul istilah disrupi, yakni sebuah perkembangan teknologi yang merambah kesemua bidang tak terkecuali pendidikan.
Ditambah dengan kondisi saat pandemi yang tidak memungkinkan untuk intens tatap muka.
Maka mengharuskan menggunakan teknologi dalam pembelajaran.
Penelitian ini mendeskripsikan dampak disrupsi terhadap pembelajaran Tematik dan strategi yang digunakan dalam menghadapi disrupsi yang terjadi pada pembelajaran Tematik di MIN 2 Kota Kediri.
Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus.
Perolehan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan dampak disrupsi terhadap pembelajaran tematik dalam masa pandemi mengakibatkan terdisrupsinya pembelajaran tematik di MIN 2 Kota Kediri.
Pelaksanaan pembelajaran tematik yang belum secara masif dan merata disetiap kelasnya dalam menggunakan aplikasi pembelajaran online.
Hal ini Terjadi lantaran guru peserta didik dan wali murid belum siap dalam menghadapi gelombang disrupsi yang terjadi pada saat pandemi covid-19.
Kemudian, Strategi MIN 2 Kota Kediri dalam menghadapi disrupsi yang terjadi pada pelaksanaan pembelajaran Tematik dilakukan dengan cara menanamkan pemahaman kepada guru untuk self disruption (disrupsi diri) dan memilih melakukan reshape yakni memperbaiki pembelajaran sudah dilaksanakan, dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya ketika ada pertemuan tatap muka dengan peserta didik.
  Kemudian pembelajaran dikombinasikan menggunakan media digital untuk menunjang pemahaman peserta didik].

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Nilai Biologi Mahasiswa Semester Satu Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah
Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Nilai Biologi Mahasiswa Semester Satu Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah
Pandemi COVID-19 juga membawa dampak yang cukup besar pada bidang pendidikan. Kebijakan mengharuskan semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah, termasuk kegiatan belajar-mengajar...
URGENSI PERENCANAAN PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI
URGENSI PERENCANAAN PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI
Banyaknya kendala dan kesulitan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan belajar tatap muka terbatas pada pelaksanaan pembelaj...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pembelajaran Tematik Terpadu di MIN 1 Kota Malang
Pembelajaran Tematik Terpadu di MIN 1 Kota Malang
Kata Kunci    : Pembelajaran Tematik Terpadu, MIN 1 Kota Malang Pemberlakuan Kurikulum 2013 pada dasarnya merupakan wujud nyata pembenahan kurikulum yang dilakukan oleh pemerintah....
Blanded Learning Metode Pembelajaran Efektif Masa Pandemi Covid-19
Blanded Learning Metode Pembelajaran Efektif Masa Pandemi Covid-19
Dunia perkembangan era digital masa kini semakin pesat. Apalagi dalam menghadapimasa pandemi Covid-19 tentunnya dibutuhkan fasilitas teknologi yang memadai agar mudahnya proses pem...
Burden of the Beast
Burden of the Beast
Introduction Throughout the COVID-19 pandemic, and its fluctuating waves of infections and the emergence of new variants, Indigenous populations in Australia and worldwide have re...

Back to Top