Javascript must be enabled to continue!
Viktimisasi Terhadap Transpuan Sebagai Kelompok Marginal
View through CrossRef
Dalam kehidupan bermasyarakat saat ini, harapan untuk berperilaku heteronormatif cukup dominan, sehingga menyulitkan kehidupan komunitas transpuan. Diskriminasi dan stigmatisasi menempatkan transpuan dalam kelompok rentan sehingga mereka juga turut berpotensi menjadi korban kekerasan maupun kejahatan lainnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi bentuk-bentuk viktimisasi terhadap kelompok transpuan sebagai kaum marginal serta bagaimana upaya perlindungan terhadap kelompok transpuan ditinjau dari teori viktimologi kritis. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif-empiris. Data primer yang digunakan adalah informasi dan keterangan dari wawancara yang dilakukan terhadap responden transpuan di beberapa kota, yaitu Yogyakarta (Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul), Kota Semarang, Kabupaten Baturaja, dan Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk viktimisasi terhadap transpuan di antaranya kekerasan fisik dan verbal, kekerasan seksual, viktimisasi properti dan diskriminasi oleh Negara dan masyarakat serta reviktimisasi sosial. Upaya perlindungan seharusnya komprehensif dari berbagai sektor baik ekonomi, sosial, budaya, agama dan hukum.
[In today's society, the expectation of heteronormative behavior is quite dominant, making it difficult for the transgender community to live. Discrimination and stigmatization place transwomen in a vulnerable group so that they have also potential to become victims of violence and other crimes. This research aims to analyze what are the forms of victimization of transgender people as marginalized people and how are the efforts to protect transgender people in terms of critical victimology theory. The research method used is normative-empirical research. The primary data used is information from interviews conducted with transgender respondents in several cities, namely Yogyakarta (Sleman Regency and Bantul Regency), Semarang City, Baturaja Regency, and Makassar City. The results showed that there were several forms of victimization against transgender including physical and verbal violence, sexual violence, property victimization and discrimination of Nation and society and social revictimization. The efforts of protection should be comprehensive, from various sectors including economic, social, culture, religion and law.]
Al-Jamiah Research Centre
Title: Viktimisasi Terhadap Transpuan Sebagai Kelompok Marginal
Description:
Dalam kehidupan bermasyarakat saat ini, harapan untuk berperilaku heteronormatif cukup dominan, sehingga menyulitkan kehidupan komunitas transpuan.
Diskriminasi dan stigmatisasi menempatkan transpuan dalam kelompok rentan sehingga mereka juga turut berpotensi menjadi korban kekerasan maupun kejahatan lainnya.
Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi bentuk-bentuk viktimisasi terhadap kelompok transpuan sebagai kaum marginal serta bagaimana upaya perlindungan terhadap kelompok transpuan ditinjau dari teori viktimologi kritis.
Metode penelitian yang digunakan adalah normatif-empiris.
Data primer yang digunakan adalah informasi dan keterangan dari wawancara yang dilakukan terhadap responden transpuan di beberapa kota, yaitu Yogyakarta (Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul), Kota Semarang, Kabupaten Baturaja, dan Kota Makassar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk viktimisasi terhadap transpuan di antaranya kekerasan fisik dan verbal, kekerasan seksual, viktimisasi properti dan diskriminasi oleh Negara dan masyarakat serta reviktimisasi sosial.
Upaya perlindungan seharusnya komprehensif dari berbagai sektor baik ekonomi, sosial, budaya, agama dan hukum.
[In today's society, the expectation of heteronormative behavior is quite dominant, making it difficult for the transgender community to live.
Discrimination and stigmatization place transwomen in a vulnerable group so that they have also potential to become victims of violence and other crimes.
This research aims to analyze what are the forms of victimization of transgender people as marginalized people and how are the efforts to protect transgender people in terms of critical victimology theory.
The research method used is normative-empirical research.
The primary data used is information from interviews conducted with transgender respondents in several cities, namely Yogyakarta (Sleman Regency and Bantul Regency), Semarang City, Baturaja Regency, and Makassar City.
The results showed that there were several forms of victimization against transgender including physical and verbal violence, sexual violence, property victimization and discrimination of Nation and society and social revictimization.
The efforts of protection should be comprehensive, from various sectors including economic, social, culture, religion and law.
].
Related Results
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat partisipasi pada Kelompok Tani Mekar Bakti 3 sebagai anggota, sebagai pengelola, sebagai manajer (2) Pendapatan pada Kelompok...
Keterlibatan Transpuan dalam Penyelenggaraan Kontestasi Politik (Pilkada Kabupaten Tangerang Tahun 2020)
Keterlibatan Transpuan dalam Penyelenggaraan Kontestasi Politik (Pilkada Kabupaten Tangerang Tahun 2020)
AbstractRegional Head Elections (Pilkada) will be held simultaneously in Tangerang Regency in 2020. People's sovereignty is intended for the community to always give their voting r...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Diskriminasi Terhadap Kelompok Waria di Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta
Diskriminasi Terhadap Kelompok Waria di Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta
Pondok Pesantren Waria Al-Fatah didirikan dengan tujuan sebagai wadah untuk para santri waria dapat memperbaiki diri dan memberikan pemahaman tentang agama. Meskipun pembangunan pe...
MANAJEMEN KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN CANDI MADANI KELURAHAN CANDIROTO KECAMATAN KENDAL KABUPATEN KENDAL
MANAJEMEN KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN CANDI MADANI KELURAHAN CANDIROTO KECAMATAN KENDAL KABUPATEN KENDAL
Tujuan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membantu mitra dalam pengelolaan kelompok pembudidaya ikan tawar. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kel...
Maute Group dan Jaringan Keluarga dalam Kelompok Islam Radikal di Filipina Selatan
Maute Group dan Jaringan Keluarga dalam Kelompok Islam Radikal di Filipina Selatan
<p><strong>Abstrak</strong></p><p>Perjalanan konflik antara pemerintah Filipina dengan kelompok-kelompok separatis di Filipina Selatan memunculkan ber...
When will the marginal sea grow up?
When will the marginal sea grow up?
<p>The back-arc marginal sea is a small ocean basin located between the volcanic arc and the continental crust. This area is not only an important gathering place for...
Pengembangan keterampilan sosial
Pengembangan keterampilan sosial
Diskusi Kelompok, diskusi kelompok besar/kecil, diskusi panelDiskusi kelompok melibatkan dua orang atau lebih dimana tiap anggota kelompok di tempat saling berhadapan dan berbicara...

