Javascript must be enabled to continue!
Ekstraksi Fitur Berdasarkan Deskriptor Bentuk dan Titik Salien Untuk Klasifikasi Citra Ikan Tuna
View through CrossRef
Abstract. The manual classification of fish causes problems on accuracy and execution time. In the image of tuna, beside the shape feature, local features is also necessary to differentiate the types of fish especially which have a similar shape. The purpose of this study is to develop a new feature extraction system which integrates point of saline and the shape of descriptor to classify the image of tuna. The input image is then transformed into HSV format. Hue channel is selected for the segmentation process. Shape descriptors are extracted by using Fourier Descriptor (FD) and the saline points are extracted using Speeded Up Robust Features (SURF). The results of local features are performed by Bag of Feature (BOF). Feature integration combines shape descriptor and saline features with appropriate weight. Experimental results show that by integrating features, the classification problems of fish with similar shape can be resolved with an accuracy of classification acquired by 83.33%.Keywords: feature extraction, fourier descriptor, surf, classification, tuna fish imageAbstrak. Klasifikasi secara manual yang dilakukan berdasarkan bentuk, tekstur, dan bagian tubuh ikan dapat menimbulkan permasalahan pada akurasi dan waktu klasifikasi. Pada citra ikan tuna, selain diperlukan fitur bentuk juga diperlukan fitur lokal untuk membedakan jenis ikan terutama yang memiliki bentuk secara visual mirip. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem ekstraksi fitur baru yang mengintegrasikan deskriptor bentuk dan titik salien untuk klasifikasi citra ikan tuna. Segmentasi diawali dengan mengambil kanal Hue pada citra HSV. Deskriptor bentuk diekstrak menggunakan Fourier Descriptor dan titik salien diekstrak menggunakan Speeded Up Robust Features. Untuk menyamakan dimensi dilakukan pemrosesan menggunakan Bag of Feature. Kedua jenis fitur yang sudah diperoleh dilakukan integrasi dengan mempertimbangkan bobot masing-masing fitur. Uji coba dilakukan pada dataset tiga jenis ikan tuna dengan 10-fold cross validation. Hasil uji coba menunjukkan dengan mengintegrasikan deskriptor bentuk dan titik salien permasalahan klasifikasi ikan tuna dengan bentuk yang mirip dapat diselesaikan dengan akurasi klasifikasi sebesar 83,33%.Kata Kunci: ekstraksi fitur, deskriptor fourier, surf, klasifikasi, citra ikan tuna
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Title: Ekstraksi Fitur Berdasarkan Deskriptor Bentuk dan Titik Salien Untuk Klasifikasi Citra Ikan Tuna
Description:
Abstract.
The manual classification of fish causes problems on accuracy and execution time.
In the image of tuna, beside the shape feature, local features is also necessary to differentiate the types of fish especially which have a similar shape.
The purpose of this study is to develop a new feature extraction system which integrates point of saline and the shape of descriptor to classify the image of tuna.
The input image is then transformed into HSV format.
Hue channel is selected for the segmentation process.
Shape descriptors are extracted by using Fourier Descriptor (FD) and the saline points are extracted using Speeded Up Robust Features (SURF).
The results of local features are performed by Bag of Feature (BOF).
Feature integration combines shape descriptor and saline features with appropriate weight.
Experimental results show that by integrating features, the classification problems of fish with similar shape can be resolved with an accuracy of classification acquired by 83.
33%.
Keywords: feature extraction, fourier descriptor, surf, classification, tuna fish imageAbstrak.
Klasifikasi secara manual yang dilakukan berdasarkan bentuk, tekstur, dan bagian tubuh ikan dapat menimbulkan permasalahan pada akurasi dan waktu klasifikasi.
Pada citra ikan tuna, selain diperlukan fitur bentuk juga diperlukan fitur lokal untuk membedakan jenis ikan terutama yang memiliki bentuk secara visual mirip.
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem ekstraksi fitur baru yang mengintegrasikan deskriptor bentuk dan titik salien untuk klasifikasi citra ikan tuna.
Segmentasi diawali dengan mengambil kanal Hue pada citra HSV.
Deskriptor bentuk diekstrak menggunakan Fourier Descriptor dan titik salien diekstrak menggunakan Speeded Up Robust Features.
Untuk menyamakan dimensi dilakukan pemrosesan menggunakan Bag of Feature.
Kedua jenis fitur yang sudah diperoleh dilakukan integrasi dengan mempertimbangkan bobot masing-masing fitur.
Uji coba dilakukan pada dataset tiga jenis ikan tuna dengan 10-fold cross validation.
Hasil uji coba menunjukkan dengan mengintegrasikan deskriptor bentuk dan titik salien permasalahan klasifikasi ikan tuna dengan bentuk yang mirip dapat diselesaikan dengan akurasi klasifikasi sebesar 83,33%.
Kata Kunci: ekstraksi fitur, deskriptor fourier, surf, klasifikasi, citra ikan tuna.
Related Results
Salmonella occurrence and myoglobin (mb) in frozen smoked tuna
Salmonella occurrence and myoglobin (mb) in frozen smoked tuna
Title (Bahasa Indonesia): Keberadaan salmonella dan tingkat kesegaran frozen smoked tuna
This study aimed to quantify Salmonella, Total and Total Plate Count (TPC) in ...
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volume Ekspor Ikan Tuna Indonesia
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volume Ekspor Ikan Tuna Indonesia
Permasalahan dalam penelitian ini apakah harga ekspor ikan tuna, jumlah produksi ikan tuna dalam negeri dan nilai tukar rupiah ( kurs ) berpengaruh terhadap volume ekspor ikan tun...
Pengaruh Jumlah Produksi Tuna, Harga Ekspor Tuna, dan Nilai Tukar Dolar Terhadap Volume Ekspor Tuna Indonesia
Pengaruh Jumlah Produksi Tuna, Harga Ekspor Tuna, dan Nilai Tukar Dolar Terhadap Volume Ekspor Tuna Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah produksi tuna, harga ekspor tuna, dan nilai tukar dolar terhadap volume ekspor tuna Indonesia. Data yang digunakan merup...
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
Evaluation of 16S rRNA Gene Sequence for DNA Barcoding of Tuna Fish
Evaluation of 16S rRNA Gene Sequence for DNA Barcoding of Tuna Fish
For fish product authentication, DNA barcoding has been a reliable tool. This is due to its requirement of a small amount of tissue sample in order to conduct a full analysis for s...
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
Upaya pengembangan budidaya ikan patin jambal (Pangasius djambal) dan ikan patin nasutus (P. nasutus) sebagai komoditas ekspor ikan patin daging putih sulit direalisasikan, karena ...
Pengaruh Tri-n-Oktil Posfin Oksida dan Tingkat Ekstraksi pada Pemurnian Konsentrat Thorium
Pengaruh Tri-n-Oktil Posfin Oksida dan Tingkat Ekstraksi pada Pemurnian Konsentrat Thorium
Telah dilakukan ekstraksi konsentrat thorium oksalat hasil olah monasit memakai ekstraktan Tri – n - Oktil Posfin Oksida (TOPO). Pengotor yang paling banyak terkandung dalam kon...
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode anal...

