Javascript must be enabled to continue!
NILAI-NILAI DAKWAH DALAM TRADISI MALLELE BOYANG PADA MASYARAKAT MANDAR
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai dakwah dalam tradisi mallele boyang pada masyarakat mandar. Pokok masalah tersebut selanjutnya dibagi dalam beberapa sub masalah yaitu: Bagaimana pelaksanaan tradisi mallele boyang masyarakat mandar?, Apa saja nilai dakwah dalam tradisi mallele boyang masyarakat mandar? Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah: Studi dakwah pada masyarakat banggae majene. Adapun sumber data penelitian ini adalah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan pemerintah setempat. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menggambarkan tentang tradisi mallele boyang yakni sebuah tradisi di wilayah mandar untuk memindahkan rumah panggung dengan cara diangkat secara gotong royong dan memindahkannya dari satu lokasi ke lokasi yang baru. Mallele boyang merupakan tradisi gotong royong atau biasa dikatakan dengan bahasa mandar siwaliparriq, yang bermakna kebersamaan dan saling tolong menolong. Nilai-nilai dakwah yang terdapat dalam tradisi mallele boyang masyarakat mandar yakni sikap gotong royong (sikap saling tolong menolong), keikhlasan, bersedekah, bersyukur, silaturahim dan sikap saling menghargai.
Kata Kunci: Dakwah, Mallele boyang, Mandar.
Title: NILAI-NILAI DAKWAH DALAM TRADISI MALLELE BOYANG PADA MASYARAKAT MANDAR
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai dakwah dalam tradisi mallele boyang pada masyarakat mandar.
Pokok masalah tersebut selanjutnya dibagi dalam beberapa sub masalah yaitu: Bagaimana pelaksanaan tradisi mallele boyang masyarakat mandar?, Apa saja nilai dakwah dalam tradisi mallele boyang masyarakat mandar? Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah: Studi dakwah pada masyarakat banggae majene.
Adapun sumber data penelitian ini adalah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan pemerintah setempat.
Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menggambarkan tentang tradisi mallele boyang yakni sebuah tradisi di wilayah mandar untuk memindahkan rumah panggung dengan cara diangkat secara gotong royong dan memindahkannya dari satu lokasi ke lokasi yang baru.
Mallele boyang merupakan tradisi gotong royong atau biasa dikatakan dengan bahasa mandar siwaliparriq, yang bermakna kebersamaan dan saling tolong menolong.
Nilai-nilai dakwah yang terdapat dalam tradisi mallele boyang masyarakat mandar yakni sikap gotong royong (sikap saling tolong menolong), keikhlasan, bersedekah, bersyukur, silaturahim dan sikap saling menghargai.
Kata Kunci: Dakwah, Mallele boyang, Mandar.
Related Results
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
Abstrak: Antropologi dakwah adalah terminologi yang terdiri dari dua kata, yaitu antropologi dan dakwah. Seperti juga antropologi, dakwah merupakan salah satu disiplin ilmu. Bedany...
Hubungan Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Hubungan Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep dakwah pemberdayaan masyarakat dan bagaimana keterkaitan antara dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Latar bela...
Riset Komunikasi Dakwah Berbasis Budaya Indonesia
Riset Komunikasi Dakwah Berbasis Budaya Indonesia
Buku ini mengemukakan berbagai topik-topik yang diangkat dari hasil penelitian dimulai konsep ‘riset dakwah’ dan ‘riset komunikasi dakwah’ dengan mengadakan penjelajahan wawasan ...
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
Kearifan Lokal merupakan nilai luhur yang terkandung dalam kekayaan budaya tradisi pada kelompok masyarakat dari generasi ke generasi yang diwariskan secara turun temurun. Oleh kar...
NAKODAI MARA’DIA ABANUA KAIYANG TOILOPI: SPIRIT NILAI BUDAYA MARITIM DAN IDENTITAS ORANG MANDAR
NAKODAI MARA’DIA ABANUA KAIYANG TOILOPI: SPIRIT NILAI BUDAYA MARITIM DAN IDENTITAS ORANG MANDAR
Artikel ini membahas orang Mandar sebagai suku bangsa maritim yang tidak diragukan eksistensinya. Sebagai pemangku kebudayaan maritim dan religius yang taat, tidak dapat dimungkiri...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Pesan Dakwah dalam Film Animasi Hafiz & Hafizah Pendekatan Struktur Narasi Todorov
Pesan Dakwah dalam Film Animasi Hafiz & Hafizah Pendekatan Struktur Narasi Todorov
Pada era digital saat ini, berdakwah dapat menggunakan cerita/narasi. Pesan dakwah disampaikan secara implisit melalui struktur narasi yang dibangun. Dakwah melalui narasi yang men...
Model Komunikasi Dakwah di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan
Model Komunikasi Dakwah di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan
Masyarakat Madura dikenal dengan keakraban antar sesama manusia, selalu mengedepankan perilaku yang baik terhadap semua orang dan tidak pandang bulu, sopan santun yang dibudayakan ...

