Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Program Desa Berdaya Melalui Pengelolaan Keuangan Produk Lapak Desa Di Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto

View through CrossRef
Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto berkeinginan menjadi desa berdaya yang diawali dengan berhasilnya menumbuhkan potensi wisata berupa Lembah Mbencirang. Peran serta masyarakat desa merupakan kunci utama terwujudnya pemberdayaan ekonomi desa. Lapak-lapak desa merupakan perwujudan adanya peran serta masyarakat dalam menuju Program Desa Berdaya. Perlu adanya pengelolaan yang baik terhadap lapak-lapak desa untuk mewujudkan pemberdayaan desa yang optimal. Dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya tergerak untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari program ini adalah agar Desa Kebontunggul dapat mengoptimalkan produk lapak desa dengan pengelolaan keuangan yang sistematis guna menuju desa berdaya dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Desa Kebontunggul mempunyai produk unggulan jamu organik tunggul manik yang pemasarannya hampir di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Timur, dan juga merupakan salah satu desa pemasok sayuran-sayuran segar di supermarket di Kota Mojokerto, selain itu juga banyak pemesanan bibit sayuran dari kabupaten lain seperti Kabupaten Sidoarjo, Gresik, dan Kota Surabaya. Masyarakat desa ini juga memiliki lapak desa yang cukup optimal di kawasan wisata Lembah Mbencirang. Adanya wisata ini memberikan pasar baru bagi masyarakat dalam bentuk foodcourt dan pusat oleh-oleh untuk menjual produk unggulan masyarakat setempat seperti Kripik Tortilla Jagung, Sirup Secang, Jamu Kunyit Asam dan lain-lain. Pengelolaan keuangan masyarakat desa Kebontunggul melalui lapak desa dilakukan dengan memahami dan mempraktikkan konsep Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Break Event Point (BEP). Dengan memahami HPP dan nilai BEP, masyarakat akan mengetahui seberapa besar target penjualan produknya dalam satu bulan agar dapat balik modal dan berapa target penjualan produk agar memperoleh keuntungan yang diinginkan. Semakin banyak keuntungan yang diperoleh masyarakat, tentunya semakin menambah pendapatan desa Banjarsari yang berdampak pada kesejahteraan dan kesuksesan desa Banjarsari menjadi desa berdaya
Title: Program Desa Berdaya Melalui Pengelolaan Keuangan Produk Lapak Desa Di Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto
Description:
Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto berkeinginan menjadi desa berdaya yang diawali dengan berhasilnya menumbuhkan potensi wisata berupa Lembah Mbencirang.
Peran serta masyarakat desa merupakan kunci utama terwujudnya pemberdayaan ekonomi desa.
Lapak-lapak desa merupakan perwujudan adanya peran serta masyarakat dalam menuju Program Desa Berdaya.
Perlu adanya pengelolaan yang baik terhadap lapak-lapak desa untuk mewujudkan pemberdayaan desa yang optimal.
Dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya tergerak untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Tujuan dari program ini adalah agar Desa Kebontunggul dapat mengoptimalkan produk lapak desa dengan pengelolaan keuangan yang sistematis guna menuju desa berdaya dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.
Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Desa Kebontunggul mempunyai produk unggulan jamu organik tunggul manik yang pemasarannya hampir di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Timur, dan juga merupakan salah satu desa pemasok sayuran-sayuran segar di supermarket di Kota Mojokerto, selain itu juga banyak pemesanan bibit sayuran dari kabupaten lain seperti Kabupaten Sidoarjo, Gresik, dan Kota Surabaya.
Masyarakat desa ini juga memiliki lapak desa yang cukup optimal di kawasan wisata Lembah Mbencirang.
Adanya wisata ini memberikan pasar baru bagi masyarakat dalam bentuk foodcourt dan pusat oleh-oleh untuk menjual produk unggulan masyarakat setempat seperti Kripik Tortilla Jagung, Sirup Secang, Jamu Kunyit Asam dan lain-lain.
Pengelolaan keuangan masyarakat desa Kebontunggul melalui lapak desa dilakukan dengan memahami dan mempraktikkan konsep Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Break Event Point (BEP).
Dengan memahami HPP dan nilai BEP, masyarakat akan mengetahui seberapa besar target penjualan produknya dalam satu bulan agar dapat balik modal dan berapa target penjualan produk agar memperoleh keuntungan yang diinginkan.
Semakin banyak keuntungan yang diperoleh masyarakat, tentunya semakin menambah pendapatan desa Banjarsari yang berdampak pada kesejahteraan dan kesuksesan desa Banjarsari menjadi desa berdaya.

Related Results

Program Desa Berdaya Melalui Pengelolaan Keuangan Produk Lapak Desa Di Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto
Program Desa Berdaya Melalui Pengelolaan Keuangan Produk Lapak Desa Di Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto
Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto berkeinginan menjadi desa berdaya yang diawali dengan berhasilnya menumbuhkan potensi wisata berupa Lembah Mbencirang. Peran...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MAKNA PENYAJIAN GONDANG PADA PROSESI KEMATIAN MASYARAKAT BATAK TOBA DI KECAMATAN DOLOK MASIHUL PROVINSI SUMATERA UTARA
MAKNA PENYAJIAN GONDANG PADA PROSESI KEMATIAN MASYARAKAT BATAK TOBA DI KECAMATAN DOLOK MASIHUL PROVINSI SUMATERA UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi kematian masyarakat Batak Toba di Kecamatan Dolok Masihul, dan makna penyajian musik gondang pada prosesi kematian masyarakat...
Strategi Pengembangan Agribisnis Jambu Gondang Manis (Syzygium malances) di Kabupaten Jombang
Strategi Pengembangan Agribisnis Jambu Gondang Manis (Syzygium malances) di Kabupaten Jombang
Kabupaten Jombang adalah salah satu penghasil produk unggulan buah yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian RI No: 308/Kpts/SR.120/4/2006 tentang pelepasan Jambu bol Gondang Manis...
PEMBINAAN KEROHANIAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KEAGAMAAN MELALUI PENGAJIAN UMUM DI DESA KEBONTUNGGUL GONDANG MOJOKERTO JAWA TIMUR
PEMBINAAN KEROHANIAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KEAGAMAAN MELALUI PENGAJIAN UMUM DI DESA KEBONTUNGGUL GONDANG MOJOKERTO JAWA TIMUR
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas keagamaan di masyarakat adalah pembinaan kerohanian. Pengajian umum, yang memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai agama, ad...

Back to Top