Javascript must be enabled to continue!
Aktifitas Perawatan Dan Perbaikan Daun Baling- Baling Pada Kapal
View through CrossRef
Kerusakan pada daun propeller (baling–baling) sangat berpengaruh terhadap performa dari kapal dikarenakan daya yang dipindahkan dari mesin induk tidak dapat dipakai secara maksimal. Jenis kerusakan daun baling – baling kapal selama berlayar diantaranya kavitasi, fouling, bengkok, retak bahkan patah akibat benturan dengan benda asing. Untuk tetap mengoptimalkan daya dorong baling – baling maka diperlukan proses perawatan dan perbaikan baling-baling diantaranya adalah dengan pembersihan, penambalan, pelurusan serta pemotongan bagian yang patah untuk kemudian disambung dengan material baru dengan cara pengelasan (penyambungan). Setelah perawatan dan perbaikan proses selanjutnya adalah dilakukan pengetesan dengan metode liquid penetrant test serta balancing. Hasil balancing akan menunjukkan bahwa daun baling-baling sudah memenuhi standar atau belum untuk digunakan berlayar. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan deskriptif dengan penekanan pada faktor kavitasi dan fouling yang sering menyebabkan kerusakan. Hasil penelitian menegaskan pentingnya perawatan rutin dan penggunaan metode yang tepat dalam pemeliharaan baling-baling kapal. Proses perawatan dan perbaikan baling-baling meliputi penambalan, pelurusan, pemotongan dilanjutkan penyambungan dengan pengelasan serta pengerendaan (penghalusan) serta uji penetrasi (colour test).
Akademi Maritim Yogyakarta
Title: Aktifitas Perawatan Dan Perbaikan Daun Baling- Baling Pada Kapal
Description:
Kerusakan pada daun propeller (baling–baling) sangat berpengaruh terhadap performa dari kapal dikarenakan daya yang dipindahkan dari mesin induk tidak dapat dipakai secara maksimal.
Jenis kerusakan daun baling – baling kapal selama berlayar diantaranya kavitasi, fouling, bengkok, retak bahkan patah akibat benturan dengan benda asing.
Untuk tetap mengoptimalkan daya dorong baling – baling maka diperlukan proses perawatan dan perbaikan baling-baling diantaranya adalah dengan pembersihan, penambalan, pelurusan serta pemotongan bagian yang patah untuk kemudian disambung dengan material baru dengan cara pengelasan (penyambungan).
Setelah perawatan dan perbaikan proses selanjutnya adalah dilakukan pengetesan dengan metode liquid penetrant test serta balancing.
Hasil balancing akan menunjukkan bahwa daun baling-baling sudah memenuhi standar atau belum untuk digunakan berlayar.
Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan deskriptif dengan penekanan pada faktor kavitasi dan fouling yang sering menyebabkan kerusakan.
Hasil penelitian menegaskan pentingnya perawatan rutin dan penggunaan metode yang tepat dalam pemeliharaan baling-baling kapal.
Proses perawatan dan perbaikan baling-baling meliputi penambalan, pelurusan, pemotongan dilanjutkan penyambungan dengan pengelasan serta pengerendaan (penghalusan) serta uji penetrasi (colour test).
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
Pelayanan jasa keagenan kapal telah berjalan dengan baik, namun masih ditemui permasalahan diantaranya ialah: kurangnya keamanan dalam pelayanan jasa keagenan, adanya keterlambatan...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Investigasi Efisiensi Propeler Kapal Ikan Tradisional
Investigasi Efisiensi Propeler Kapal Ikan Tradisional
Kapal ikan tradisional biasanya dibuat dari kayu dan dengan pola kapal yang diperoleh secara empiris sebagai warisan turun-temurun tanpa diketahui nilai hambatan kapalnya. Adapun s...
MODIFIKASI SISTEM PERMESINAN DAN GENERAL ARRANGEMENT KAPAL NAVIGASI BIMA SAKTI MENJADI KAPAL LATIH
MODIFIKASI SISTEM PERMESINAN DAN GENERAL ARRANGEMENT KAPAL NAVIGASI BIMA SAKTI MENJADI KAPAL LATIH
<p><em>A training ship is a ship that is used as a training ship to train cadets to become sailors. It is used in order to meet today’s sailors need. There are various ...
PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN DI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL KALIMANTAN SELATAN
PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN DI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL KALIMANTAN SELATAN
Kapal perikanan merupakan salah satu unsur dalam menentukan keberhasilan operasi penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ; (1) tingkat teknologi; (2) jenis ka...
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Kapal Patroli dalam melakukan pengawasan keselamatan pelayaran di laut dalam wilayah kerja Kantor KSOP Kelas...

