Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisa Prosedur Penilaian Materialitas dalam Audit Menurut Isa 320

View through CrossRef
Materialitas adalah konsep kunci dalam pelaksanaan audit yang mempengaruhi ruang lingkup prosedur audit, penetapan risiko, dan evaluasi kesalahan yang ditemukan. ISA 320 "Materiality in Planning and Performing an Audit" memberikan pedoman bagi auditor untuk menetapkan materialitas keseluruhan (overall materiality), performance materiality, dan materialitas untuk unsur tertentu serta menuntut peninjauan kembali jika informasi baru muncul selama audit. Artikel ini menganalisis prosedur penilaian materialitas menurut ISA 320, menelaah langkah-langkah praktis yang direkomendasikan standar, implikasi penetapan benchmark (mis. pendapatan, laba sebelum pajak, total aset), perlakuan faktor kualitatif, serta mekanisme revisi dan dokumentasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif-doktrinal (analisis isi standard dan pedoman praktik), dikombinasikan tinjauan literatur empiris tentang pengaruh penetapan materialitas terhadap upaya audit. Hasil menunjukkan bahwa penerapan ISA 320 menuntut profesional judgment yang sistematis, penggunaan benchmark kuantitatif dan pertimbangan kualitatif, serta dokumentasi yang jelas atas rasionalitas angka materialitas dan perubahan selama audit. Temuan juga menegaskan hubungan terbalik antara materialitas dan risiko audit serta pentingnya performance materiality untuk menahan agregasi salah saji. Rekomendasi praktis diberikan untuk auditor: (1) gunakan kombinasi benchmark, (2) catat faktor kualitatif secara eksplisit, (3) revisi materialitas jika informasi baru muncul, dan (4) komunikasikan ukuran materialitas ke tim audit guna konsistensi implementasi.
Title: Analisa Prosedur Penilaian Materialitas dalam Audit Menurut Isa 320
Description:
Materialitas adalah konsep kunci dalam pelaksanaan audit yang mempengaruhi ruang lingkup prosedur audit, penetapan risiko, dan evaluasi kesalahan yang ditemukan.
ISA 320 "Materiality in Planning and Performing an Audit" memberikan pedoman bagi auditor untuk menetapkan materialitas keseluruhan (overall materiality), performance materiality, dan materialitas untuk unsur tertentu serta menuntut peninjauan kembali jika informasi baru muncul selama audit.
Artikel ini menganalisis prosedur penilaian materialitas menurut ISA 320, menelaah langkah-langkah praktis yang direkomendasikan standar, implikasi penetapan benchmark (mis.
pendapatan, laba sebelum pajak, total aset), perlakuan faktor kualitatif, serta mekanisme revisi dan dokumentasi.
Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif-doktrinal (analisis isi standard dan pedoman praktik), dikombinasikan tinjauan literatur empiris tentang pengaruh penetapan materialitas terhadap upaya audit.
Hasil menunjukkan bahwa penerapan ISA 320 menuntut profesional judgment yang sistematis, penggunaan benchmark kuantitatif dan pertimbangan kualitatif, serta dokumentasi yang jelas atas rasionalitas angka materialitas dan perubahan selama audit.
Temuan juga menegaskan hubungan terbalik antara materialitas dan risiko audit serta pentingnya performance materiality untuk menahan agregasi salah saji.
Rekomendasi praktis diberikan untuk auditor: (1) gunakan kombinasi benchmark, (2) catat faktor kualitatif secara eksplisit, (3) revisi materialitas jika informasi baru muncul, dan (4) komunikasikan ukuran materialitas ke tim audit guna konsistensi implementasi.

Related Results

Paper K-9 Pelaporan Hasil Audit dan Tindak Lanjut Audit Internal
Paper K-9 Pelaporan Hasil Audit dan Tindak Lanjut Audit Internal
Pelaporan hasil audit merupakan komponen utama dalam komunikasi dari audit internal tentang hasil audit. Untuk mengkomunikasikan hasil audit diperlukan susunan laporan, dimana hasi...
Hubungan Kualitas Audit, Komite Audit, dan Dewan Pengawas Syariah terhadap Kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia
Hubungan Kualitas Audit, Komite Audit, dan Dewan Pengawas Syariah terhadap Kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia
ABSTRAK Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan kualitas audit, komite audit, dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) terhadap kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia pada tahun...
Pengaruh Audit Tenure dan Audit Delay terhadap Kualitas Audit
Pengaruh Audit Tenure dan Audit Delay terhadap Kualitas Audit
Abstract. The mining industry contributes significantly to the Indonesian economy, but its complexity requires audit quality to ensure transparency of financial statements. Audit t...
Sebuah Jurnal Audit Audit Plan, Audit Program dan Audit Prosedur Pada Harta, Utang dan Modal
Sebuah Jurnal Audit Audit Plan, Audit Program dan Audit Prosedur Pada Harta, Utang dan Modal
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses dan prosedur audit plan, audit program dan audit prosedur pada harta, utang dan modal. Penelitian ini juga dimaksudka...
PERAN AUDIT FEE DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT
PERAN AUDIT FEE DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT
Abstract: This research purpose to obtain empirical evidence regarding factor that has an influence on audit quality, such as the audit firm reputation, audit tenure and auditor sw...
DETERMINAN FEE AUDIT
DETERMINAN FEE AUDIT
ABSTRACT This study aims to examine the factors that affect audit fees. Factors examined include  factors derived from the entity (client) and the factors derived from the auditor....
ANALISIS KEMAMPUAN GURU KELAS MELAKSANAKAN PENILAIAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN
ANALISIS KEMAMPUAN GURU KELAS MELAKSANAKAN PENILAIAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Penilaian yang dilaksanakan oleh guru masih didominasi oleh penilaian yang digunakan mengukur aspek kognitif yang bisa diterapkan dalam penilaian kurikulum. Atas dasar tersebut pen...

Back to Top