Javascript must be enabled to continue!
Korelasi Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Keperawatan
View through CrossRef
The menstrual cycle is said to be abnormal if it is <21 days or >35 days. The impact of an abnormal menstrual cycle, if not treated immediately, can increase the risk of reproductive system diseases such as fertility disorders, infertility, uterine polyps and ovarian cysts. In Indonesia, 14.4% of women experience irregular menstrual cycles. One of the factors that causes menstrual cycle disorders is stress. Stress is often experienced by female students, where this group is undergoing a transitional and critical phase before living life in society. The aim of this research was to determine the relationship between stress levels and the menstrual cycle of female students in the Bachelor of Nursing Study Program at Ngudi Waluyo University. This research design is descriptive correlative with a cross-sectional approach. The sampling technique used in this research was a total sample with research subjects totaling 62 respondents. The measuring tool used in data collection was the DASS 42 questionnaire. Univariate analysis to describe the frequency distribution of stress levels and menstrual cycles, bivariate analysis to find the relationship between the two variables above using the Rank-Spearman test. Respondents experienced more moderate stress as many as 22 people (35.5%) and the highest menstrual cycle of respondents was oligomenorrhea as many as 29 people (46.8%). The results of the analysis showed a correlation value of r = 0.091, p-value = 0.481 (p > 0.05), which means there is no relationship between stress levels and female students' menstrual cycles. Respondents are expected to be able to maintain both physical and mental health, maintain good nutritional intake, exercise regularly and maintain their weight so that their menstrual cycle is not disrupted.
ABSTRAK
Siklus menstruasi dikatakan tidak normal apabila <21 hari atau >35 hari. Dampak siklus menstruasi yang tidak normal, jika tidak segera ditangani dapat meningkatkan risiko gangguan penyakit sistem reproduksi seperti gangguan kesuburan, infertilitas, polip rahim dan kista ovarium. Di Indonesia perempuan yang mengalami masalah siklus menstruasi tidak teratur sebanyak 14,4%. Salah satu faktor yang menyebabkan gangguan siklus menstruasi yaitu stres. Stres sering dialami oleh mahasiswi, dimana kelompok ini sedang menjalani fase transisi dan kritis sebelum menjalani kehidupan di masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi mahasiswi pada Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo. Desain penelitian ini deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross-Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampel dengan subjek penelitian sejumlah 62 responden. Alat ukur yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner DASS 42. Analisa univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tingkat stres dan siklus menstruasi, analisis bivariat untuk mencari hubungan kedua variabel diatas dengan menggunakan uji Rank-Spearman. Responden lebih banyak mengalami stres sedang sebanyak 22 orang (35,5%) dan siklus menstruasi responden terbanyak adalah oligomenorea sebanyak 29 orang (46,8%). Hasil analisis diperoleh hasil nilai korelasi r = 0,091, p-value = 0,481 (p > 0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi mahasiswi. Responden diharapkan dapat menjaga kesehatan baik fisik maupun mental, menjaga asupan nutrisi yang baik, melakukan olah raga secara rutin serta menjaga berat badannya agar siklus menstruasi tidak terganggu.
Title: Korelasi Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Keperawatan
Description:
The menstrual cycle is said to be abnormal if it is <21 days or >35 days.
The impact of an abnormal menstrual cycle, if not treated immediately, can increase the risk of reproductive system diseases such as fertility disorders, infertility, uterine polyps and ovarian cysts.
In Indonesia, 14.
4% of women experience irregular menstrual cycles.
One of the factors that causes menstrual cycle disorders is stress.
Stress is often experienced by female students, where this group is undergoing a transitional and critical phase before living life in society.
The aim of this research was to determine the relationship between stress levels and the menstrual cycle of female students in the Bachelor of Nursing Study Program at Ngudi Waluyo University.
This research design is descriptive correlative with a cross-sectional approach.
The sampling technique used in this research was a total sample with research subjects totaling 62 respondents.
The measuring tool used in data collection was the DASS 42 questionnaire.
Univariate analysis to describe the frequency distribution of stress levels and menstrual cycles, bivariate analysis to find the relationship between the two variables above using the Rank-Spearman test.
Respondents experienced more moderate stress as many as 22 people (35.
5%) and the highest menstrual cycle of respondents was oligomenorrhea as many as 29 people (46.
8%).
The results of the analysis showed a correlation value of r = 0.
091, p-value = 0.
481 (p > 0.
05), which means there is no relationship between stress levels and female students' menstrual cycles.
Respondents are expected to be able to maintain both physical and mental health, maintain good nutritional intake, exercise regularly and maintain their weight so that their menstrual cycle is not disrupted.
ABSTRAK
Siklus menstruasi dikatakan tidak normal apabila <21 hari atau >35 hari.
Dampak siklus menstruasi yang tidak normal, jika tidak segera ditangani dapat meningkatkan risiko gangguan penyakit sistem reproduksi seperti gangguan kesuburan, infertilitas, polip rahim dan kista ovarium.
Di Indonesia perempuan yang mengalami masalah siklus menstruasi tidak teratur sebanyak 14,4%.
Salah satu faktor yang menyebabkan gangguan siklus menstruasi yaitu stres.
Stres sering dialami oleh mahasiswi, dimana kelompok ini sedang menjalani fase transisi dan kritis sebelum menjalani kehidupan di masyarakat.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi mahasiswi pada Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo.
Desain penelitian ini deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross-Sectional.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampel dengan subjek penelitian sejumlah 62 responden.
Alat ukur yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner DASS 42.
Analisa univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tingkat stres dan siklus menstruasi, analisis bivariat untuk mencari hubungan kedua variabel diatas dengan menggunakan uji Rank-Spearman.
Responden lebih banyak mengalami stres sedang sebanyak 22 orang (35,5%) dan siklus menstruasi responden terbanyak adalah oligomenorea sebanyak 29 orang (46,8%).
Hasil analisis diperoleh hasil nilai korelasi r = 0,091, p-value = 0,481 (p > 0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi mahasiswi.
Responden diharapkan dapat menjaga kesehatan baik fisik maupun mental, menjaga asupan nutrisi yang baik, melakukan olah raga secara rutin serta menjaga berat badannya agar siklus menstruasi tidak terganggu.
.
Related Results
HUBUNGAN KONSUMSI BUAH DAN SAYUR SERTA KOPI READY TO DRINK TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI REMAJA PUTRI
HUBUNGAN KONSUMSI BUAH DAN SAYUR SERTA KOPI READY TO DRINK TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI REMAJA PUTRI
ABSTRACTBackground: As many as 75% of adolescents women aged 12-24 years old experience menstrual cycle disorders. Menstrual cycle disorders are disorders experienced by a woman du...
Hubungan Status Gizi dengan Panjang Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Kedokteran Unisba
Hubungan Status Gizi dengan Panjang Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Kedokteran Unisba
Abstract. An irregular menstrual cycle length may indicate hormonal disturbances affecting women's reproductive health. Nutritional status is a crucial factor influencing menstrual...
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN POLA SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 17 MALANG
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN POLA SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 17 MALANG
Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara tingkat stres dan pola siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 17 Malang. Kesehatan mental dan reproduks...
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMA MUHAMMADIYAH 7 YOGYAKARTA
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMA MUHAMMADIYAH 7 YOGYAKARTA
ABSTRAK
Masa remaja ialah perubahan berasal kanak-kanak sampai dewasa dilihat dari perubahan fisik, psikis serta psikososial, Masa remaja ditandai dengan datangnya m...
Hubungan Antara Lama Menstruasi Dengan Kadar Hemoglobin Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2016
Hubungan Antara Lama Menstruasi Dengan Kadar Hemoglobin Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2016
Hemoglobin merupakan komponen penting dalam darah. Jika darah kekurangan hemoglobin atau jumlah hemoglobin dalam darah kurang dari jumlah normalnya, maka tubuh akan mengalami anemi...
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA AKADEMI KEBIDANAN
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA AKADEMI KEBIDANAN
AbstrakMasa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik,psikologis, maupun intelektual. Masalah kesehatan reproduksi pada remaja d...
HUBUNGAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWI MAHAD AISYAH BINTI ABU BAKAR ANGKATAN 2020
HUBUNGAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWI MAHAD AISYAH BINTI ABU BAKAR ANGKATAN 2020
Gaya belajar adalah kombinasi dari bagaimana seseorang menyerap, dan kemudian mengatur, serta mengolah informasi. Pentingnya memahami gaya belajar seseorang terletak pada fakta bah...
GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Dismenorea merupakan salah satu masalah menstruasi yang sering terjadi pada wanita. Dismenorea terjadi akibat kelebihan produksi prostaglandin yang menyebabkan peningkatan kontrakt...

