Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kualitas dan Kadar Aflatoksin Jagung pada Pengeringan dengan Udara Alamiah
View through CrossRef
Jagung merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk di Provinsi Nusa Tenggara Timur sehingga jagung sudah tidak asing lagi dan ditanam secara turun temurun. Produksi jagung yang cukup tinggi juga dapat menimbulkan masalah dalam penanganan pasca panen yakni dalam hal pengeringan. Pengeringan yang dilakukan oleh masyarakat belum terdesain dengan yang baik sehingga dapat menimbulkan penurunan kualitas dan terjadi kerusakan. Selain penurunan kualitas juga terjadi kerusakan yang disebabkan oleh kandungan air dalam biji jagung masih tinggi sehingga biji jagung diserang oleh cendawan (Aspergillus flavus) yang dapat menghasilkan aflatoksin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kualitas dan kandungan aflatoksin jagung pada pengeringan dengan udara alamiah. Metode penelitian mencakup pengeringan jagung dengan tipe batch drying, analisis kadar aflatoksin dan kualitas berupa kadar karbohidrat, protein dan lemak. Pada pengeringan dengan suhu lingkungan 30°C dan kelembaban relatif (RH) 75% menggunakan tipe pengering batch drying tidak terjadi penurunan kadar aflatoksin maupun kualitas.
Title: Analisis Kualitas dan Kadar Aflatoksin Jagung pada Pengeringan dengan Udara Alamiah
Description:
Jagung merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk di Provinsi Nusa Tenggara Timur sehingga jagung sudah tidak asing lagi dan ditanam secara turun temurun.
Produksi jagung yang cukup tinggi juga dapat menimbulkan masalah dalam penanganan pasca panen yakni dalam hal pengeringan.
Pengeringan yang dilakukan oleh masyarakat belum terdesain dengan yang baik sehingga dapat menimbulkan penurunan kualitas dan terjadi kerusakan.
Selain penurunan kualitas juga terjadi kerusakan yang disebabkan oleh kandungan air dalam biji jagung masih tinggi sehingga biji jagung diserang oleh cendawan (Aspergillus flavus) yang dapat menghasilkan aflatoksin.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kualitas dan kandungan aflatoksin jagung pada pengeringan dengan udara alamiah.
Metode penelitian mencakup pengeringan jagung dengan tipe batch drying, analisis kadar aflatoksin dan kualitas berupa kadar karbohidrat, protein dan lemak.
Pada pengeringan dengan suhu lingkungan 30°C dan kelembaban relatif (RH) 75% menggunakan tipe pengering batch drying tidak terjadi penurunan kadar aflatoksin maupun kualitas.
Related Results
Characteristics Of Corn Drying Using Small Scale Dome Type Dryer
Characteristics Of Corn Drying Using Small Scale Dome Type Dryer
This study aims to measure drying temperature, relative humidity (RH), moisture content, and drying rate versus time in small-scale dome-type dryers. The results of research on dry...
Modifikasi Model Rak Alat Pengering Tipe Hybrid Pada Pengeringan Ikan Keumamah
Modifikasi Model Rak Alat Pengering Tipe Hybrid Pada Pengeringan Ikan Keumamah
Abstrak. Pengeringan hybrid merupakan pengeringan yang menggunakan dua atau lebih sumber energi untuk proses penguapan air. Teknologi ini merupakan alternatif teknologi untuk penge...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
A Analisis Komparatif Pendapatan Usaha Tani Jagung Manis Dan Usaha Tani Jagung Pipil Di Kecamatan Singkawang Selatan
A Analisis Komparatif Pendapatan Usaha Tani Jagung Manis Dan Usaha Tani Jagung Pipil Di Kecamatan Singkawang Selatan
Jagung memiliki peran yang penting bagi ekonomi nasional tidak hanya di perdesaan tetapi juga di perkotaan. Pemilihan lokasi dalam usahtani jagung manis dan usahatani jagung pipil ...
Pengaruh lama pengeringan terhadap kualitas butter cake mangga kweni kering
Pengaruh lama pengeringan terhadap kualitas butter cake mangga kweni kering
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama pengeringan terhadap kualitas butter cake mangga kweni kering pada aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Penelitian ini d...
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang Raja sebagai bahan pembuatan pellet dan mengetahui bagaimana cara pembuatan pellet kulit pisang raja dan untuk menge...
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK ETANOL TONGKOL JAGUNG LOKAL (Zea mays L) , JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) dan JAGUNG HIBRIDA ( Zea mays indurate ) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK ETANOL TONGKOL JAGUNG LOKAL (Zea mays L) , JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) dan JAGUNG HIBRIDA ( Zea mays indurate ) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes
Jagung secara tradisional bisa digunakan untuk kosmetik dan obat jerawat Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis d...
Uji Efektivitas Beberapa Jenis Tanaman Penutup Tanah (Ground Cover) Terhadap Gulma Jagung (Zea mays L.)
Uji Efektivitas Beberapa Jenis Tanaman Penutup Tanah (Ground Cover) Terhadap Gulma Jagung (Zea mays L.)
Belum ditemukan informasi dan data yang akurat jenis tanaman penutup tanah yang sesuai dan efektif menekan pertumbuhan gulma, namun tidak menimbulkan saingan terhadap tanaman jagun...

