Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Status Gizi dan Tingkat Aktvitas Fisik dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Perempuan di SMAN 7 Denpasar
View through CrossRef
Sebesar 87% dari wanita dengan ketidakteraturan siklus menstruasi memiliki risiko lebih tinggi mengalami (polycystic ovarian syndrome) akibat gangguan fungsi ovarium. Ketidakteraturan siklus menstruasi juga berisiko mengidap penyakit diabetes melitus 2,01 kali lebih tinggi. Prevalensi perempuan yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur lebih sering terjadi pada remaja perempuan usia 16-18 tahun yang overweight dengan sedentary life style. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan tingkat aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada remaja perempuan di SMA Negeri 7 Denpasar. Subjek penelitian, yaitu siswi kelas XI SMA Negeri 7 Denpasar yang telah memenuhi kriteria inklusi dan berjumlah sebanyak 74 orang. Metode pengambilan sampel menggunaka simple random sampling. Metode penelitian merupakan metode kuantitatif dengan menggunakan cross sectional design. Data mengenai status gizi dikumpulkan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, sementara data mengenai aktivitas fisik dan siklus menstruasi dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh responden. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji pearson Chi Square dan uji regresi logistik multinomial. Dari hasil penelitian diperoleh responden dominan memiliki status gizi normal (68,9%), melakukan tingkat aktivitas fisik sedang (42,3%) dan mengalami siklus menstruasi normal (60,8%). Berdasarkan uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan status gizi dan tingkat aktivitas fisik dengan nilai p= 0,000. Selain itu, terdapat hubungan tingkat aktivitas fisik dengan siklus menstruasi (p= 0,014). Variabel bebas yang dominan berperan terhadap siklus menstruasi adalah status gizi.
Title: Hubungan Status Gizi dan Tingkat Aktvitas Fisik dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Perempuan di SMAN 7 Denpasar
Description:
Sebesar 87% dari wanita dengan ketidakteraturan siklus menstruasi memiliki risiko lebih tinggi mengalami (polycystic ovarian syndrome) akibat gangguan fungsi ovarium.
Ketidakteraturan siklus menstruasi juga berisiko mengidap penyakit diabetes melitus 2,01 kali lebih tinggi.
Prevalensi perempuan yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur lebih sering terjadi pada remaja perempuan usia 16-18 tahun yang overweight dengan sedentary life style.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan tingkat aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada remaja perempuan di SMA Negeri 7 Denpasar.
Subjek penelitian, yaitu siswi kelas XI SMA Negeri 7 Denpasar yang telah memenuhi kriteria inklusi dan berjumlah sebanyak 74 orang.
Metode pengambilan sampel menggunaka simple random sampling.
Metode penelitian merupakan metode kuantitatif dengan menggunakan cross sectional design.
Data mengenai status gizi dikumpulkan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, sementara data mengenai aktivitas fisik dan siklus menstruasi dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh responden.
Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji pearson Chi Square dan uji regresi logistik multinomial.
Dari hasil penelitian diperoleh responden dominan memiliki status gizi normal (68,9%), melakukan tingkat aktivitas fisik sedang (42,3%) dan mengalami siklus menstruasi normal (60,8%).
Berdasarkan uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan status gizi dan tingkat aktivitas fisik dengan nilai p= 0,000.
Selain itu, terdapat hubungan tingkat aktivitas fisik dengan siklus menstruasi (p= 0,014).
Variabel bebas yang dominan berperan terhadap siklus menstruasi adalah status gizi.
Related Results
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
HUBUNGAN KONSUMSI BUAH DAN SAYUR SERTA KOPI READY TO DRINK TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI REMAJA PUTRI
HUBUNGAN KONSUMSI BUAH DAN SAYUR SERTA KOPI READY TO DRINK TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI REMAJA PUTRI
ABSTRACTBackground: As many as 75% of adolescents women aged 12-24 years old experience menstrual cycle disorders. Menstrual cycle disorders are disorders experienced by a woman du...
Hubungan Status Gizi dengan Panjang Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Kedokteran Unisba
Hubungan Status Gizi dengan Panjang Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Kedokteran Unisba
Abstract. An irregular menstrual cycle length may indicate hormonal disturbances affecting women's reproductive health. Nutritional status is a crucial factor influencing menstrual...
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMA MUHAMMADIYAH 7 YOGYAKARTA
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMA MUHAMMADIYAH 7 YOGYAKARTA
ABSTRAK
Masa remaja ialah perubahan berasal kanak-kanak sampai dewasa dilihat dari perubahan fisik, psikis serta psikososial, Masa remaja ditandai dengan datangnya menstruasi ...
Hubungan Status Gizi Dengan Siklus Menstruasi Pada Siswi Sekolah Menengah Atas
Hubungan Status Gizi Dengan Siklus Menstruasi Pada Siswi Sekolah Menengah Atas
Salah satu faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah status gizi. Status gizi dipengaruhi secara langsung oleh asupan makanan dan penyakit infeksi. Asupan gizi yang sangat ...
Factors Associated With Anemia In Female Adolescents
Factors Associated With Anemia In Female Adolescents
Latar belakang: anemia adalah suatu keadaan yang ditandai dengan penurunan kadar eritrosit per satuan volume darah atau kadar hemoglobin yang tidak mencukupi kebutuhan fisiologis t...

