Javascript must be enabled to continue!
PENGEMBANGAN SISTEM ANGGARAN SEDERHANA (ANGGARAN KAS DAN PENJUALAN) UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN PADA PABRIK TEMPE GUNUNG SULAH
View through CrossRef
ABSTRACT
Unstructured financial management remains a major problem among micro and small enterprises, including the Gunung Sulah Tempe Factory, resulting in weak cash flow control and inadequate business planning. This study aims to design and implement a simple budgeting system consisting of a cash budget and a sales budget to improve the effectiveness of financial management and business resilience. The study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, in-depth interviews with the business owner, and analysis of available financial documents. The research stages include identifying initial conditions, developing budget formats tailored to business characteristics, implementing the budgets in operational activities, and evaluating the effectiveness of their application. The results indicate that the simple budgeting system improves the regularity of financial record-keeping, helps the business owner project cash flows and set sales targets more rationally, and reduces the risk of cash shortages. Therefore, the implementation of a simple budgeting system not only supports more effective financial management but also contributes to enhancing the resilience and sustainability of micro enterprises with limited resources and accounting knowledge.
ABSTRAK
Pengelolaan keuangan yang belum terstruktur masih menjadi permasalahan utama pada usaha mikro dan kecil, termasuk Pabrik Tempe Gunung Sulah, yang berdampak pada lemahnya pengendalian arus kas dan perencanaan usaha. Penelitian ini bertujuan merancang dan menerapkan sistem anggaran sederhana berupa anggaran kas dan anggaran penjualan sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan dan ketahanan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta analisis dokumen keuangan. Tahapan penelitian meliputi identifikasi kondisi awal, penyusunan format anggaran sesuai karakteristik usaha, penerapan dalam kegiatan operasional, dan evaluasi hasil implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem anggaran sederhana mampu meningkatkan keteraturan pencatatan keuangan, membantu pemilik usaha dalam memproyeksikan arus kas dan menetapkan target penjualan secara lebih rasional, serta mengurangi risiko kekurangan dana. Dengan demikian, penerapan anggaran sederhana tidak hanya mendukung pengelolaan keuangan yang lebih efektif, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan resiliensi dan keberlanjutan usaha mikro dengan keterbatasan sumber daya dan pemahaman akuntansi.
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia
Title: PENGEMBANGAN SISTEM ANGGARAN SEDERHANA (ANGGARAN KAS DAN PENJUALAN) UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN PADA PABRIK TEMPE GUNUNG SULAH
Description:
ABSTRACT
Unstructured financial management remains a major problem among micro and small enterprises, including the Gunung Sulah Tempe Factory, resulting in weak cash flow control and inadequate business planning.
This study aims to design and implement a simple budgeting system consisting of a cash budget and a sales budget to improve the effectiveness of financial management and business resilience.
The study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, in-depth interviews with the business owner, and analysis of available financial documents.
The research stages include identifying initial conditions, developing budget formats tailored to business characteristics, implementing the budgets in operational activities, and evaluating the effectiveness of their application.
The results indicate that the simple budgeting system improves the regularity of financial record-keeping, helps the business owner project cash flows and set sales targets more rationally, and reduces the risk of cash shortages.
Therefore, the implementation of a simple budgeting system not only supports more effective financial management but also contributes to enhancing the resilience and sustainability of micro enterprises with limited resources and accounting knowledge.
ABSTRAK
Pengelolaan keuangan yang belum terstruktur masih menjadi permasalahan utama pada usaha mikro dan kecil, termasuk Pabrik Tempe Gunung Sulah, yang berdampak pada lemahnya pengendalian arus kas dan perencanaan usaha.
Penelitian ini bertujuan merancang dan menerapkan sistem anggaran sederhana berupa anggaran kas dan anggaran penjualan sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan dan ketahanan usaha.
Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta analisis dokumen keuangan.
Tahapan penelitian meliputi identifikasi kondisi awal, penyusunan format anggaran sesuai karakteristik usaha, penerapan dalam kegiatan operasional, dan evaluasi hasil implementasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem anggaran sederhana mampu meningkatkan keteraturan pencatatan keuangan, membantu pemilik usaha dalam memproyeksikan arus kas dan menetapkan target penjualan secara lebih rasional, serta mengurangi risiko kekurangan dana.
Dengan demikian, penerapan anggaran sederhana tidak hanya mendukung pengelolaan keuangan yang lebih efektif, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan resiliensi dan keberlanjutan usaha mikro dengan keterbatasan sumber daya dan pemahaman akuntansi.
Related Results
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KAS KECIL PADA BIRO PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KAS KECIL PADA BIRO PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Biro Administrasi Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat merupakan organisasi perangkat daerah yang membantu tugas Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Dalam menjala...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Efek Pemberian Pakan dengan Tambahan Overripe Tempe terhadap Jumlah Escherichia coli dan Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Ayam Petelur
Efek Pemberian Pakan dengan Tambahan Overripe Tempe terhadap Jumlah Escherichia coli dan Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Ayam Petelur
Overripe tempe memiliki kandungan nutrisi dan komponen bioaktif yang dihasilkan bakteri asam laktat dan kapang Rhizopus oligosporus. Bakteri asam laktat (BAL) dapat menghasilkan be...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Tinjauan Atas Sistem Dan Prosedur Pengeluaran Kas Pada Institut Pertanian Bogor
Tinjauan Atas Sistem Dan Prosedur Pengeluaran Kas Pada Institut Pertanian Bogor
Sistem akuntansi merupakan suatu struktur atau kerangka yang terdiri dari organisasi, formulir, catatan dan laporan yang dirancang dan diimplementasikan untuk menyediakan informasi...
Pembuatan Tempe Bekatul Dan Kandungan Gizinya
Pembuatan Tempe Bekatul Dan Kandungan Gizinya
Penelitian bertujuan: 1) mengetahui formula tempe bekatul yang tepat sesuai dengan karakteristik bekatul, 2) mengetahui daya terima konsumen terhadap tempe bekatul, dan 3) mengetah...

