Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Evaluasi Program Pencegahan Gizi Kurang di Puskesmas Maelang Tahun 2024

View through CrossRef
Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Maelang, Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program pencegahan gizi kurang, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta memberikan rekomendasi perbaikan program. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan kunci seperti kepala puskesmas, petugas gizi, dan kader posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pembagian vitamin, penyuluhan gizi, dan pemberian makanan lokal telah dilaksanakan dan dianggap cukup efektif. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya kesadaran ibu balita serta keterbatasan frekuensi pelatihan bagi kader. Evaluasi menunjukkan peningkatan status gizi sebagian balita, meskipun masih terdapat anak dengan berat dan tinggi badan di bawah standar. Disarankan untuk meningkatkan edukasi masyarakat, pelatihan berkala bagi tenaga kesehatan dan kader, serta pemeliharaan sarana prasarana guna menunjang keberhasilan program pencegahan gizi kurang.
Title: Evaluasi Program Pencegahan Gizi Kurang di Puskesmas Maelang Tahun 2024
Description:
Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Maelang, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program pencegahan gizi kurang, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta memberikan rekomendasi perbaikan program.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan kunci seperti kepala puskesmas, petugas gizi, dan kader posyandu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pembagian vitamin, penyuluhan gizi, dan pemberian makanan lokal telah dilaksanakan dan dianggap cukup efektif.
Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya kesadaran ibu balita serta keterbatasan frekuensi pelatihan bagi kader.
Evaluasi menunjukkan peningkatan status gizi sebagian balita, meskipun masih terdapat anak dengan berat dan tinggi badan di bawah standar.
Disarankan untuk meningkatkan edukasi masyarakat, pelatihan berkala bagi tenaga kesehatan dan kader, serta pemeliharaan sarana prasarana guna menunjang keberhasilan program pencegahan gizi kurang.

Related Results

GAMBARAN KEBIASAAN MEMBACA LABEL PANGAN BERDASARKAN STATUS GIZI MAHASISWA GIZI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TAHUN 2023
GAMBARAN KEBIASAAN MEMBACA LABEL PANGAN BERDASARKAN STATUS GIZI MAHASISWA GIZI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TAHUN 2023
ABSTRAK Label gizi merupakan informasi  yang ditujukan kepada  masyarakat untuk  memberikan  informasi terkait  manfaat  dan  kandungan gizi makanan dalam kemasan tersebut. Membac...
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI
Salah satu faktor penting dalam mencapai derajat Kesehatan yang optimal yaitu dengan status gizi yang baik. Tingkat pengetahuan gizi mempengaruhi seseorang dalam memilih makanan. B...
GAMBARAN PENERAPAN SADAR GIZI, PENGETAHUAN GIZI IBU, DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KARASSING KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA
GAMBARAN PENERAPAN SADAR GIZI, PENGETAHUAN GIZI IBU, DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KARASSING KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA
Tingginya angka kematian anak merupakan ciri yang umum dijumpai di negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Salah satu penyebabnya yaitu kekurangan gizi. Berdasarka...
SOSIALISASI PEDOMAN GIZI SEIMBANG 2014 BAGI GURU SD N 05 JOHAR BARU
SOSIALISASI PEDOMAN GIZI SEIMBANG 2014 BAGI GURU SD N 05 JOHAR BARU
Pedoman Gizi Seimbang telah dikenalkan dan disosialisasikan kepada masyarakat lebih dari 15 tahun lalu akan tetapi masih banyak masyarakat di Indonesia yang tidak mengetahui Pedoma...
Evaluasi Pelaksanaan Imunisasi Human Papillomavirus (HPV) Empat Puskesmas di Kota Semarang
Evaluasi Pelaksanaan Imunisasi Human Papillomavirus (HPV) Empat Puskesmas di Kota Semarang
ABSTRACT Cervical cancer is one of the leading causes of death among women worldwide. WHO made a policy related to primary prevention of cervical cancer in women with Human Papillo...
ESTIMASI MODEL DINAMIS NUTRISI YANG TIDAK BAIK DAN MALNUTRISI DI PROVINSI SULAWESI SELATAN
ESTIMASI MODEL DINAMIS NUTRISI YANG TIDAK BAIK DAN MALNUTRISI DI PROVINSI SULAWESI SELATAN
Hampir setengah dari kematian balita di dunia berkaitan dengan masalah gizi kurang dan gizi buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi prevalensi gizi kurang dan gizi b...
Pandangan Ahli Gizi Tentang Pelayanan Gizi Berbasis Gen Di Indonesia
Pandangan Ahli Gizi Tentang Pelayanan Gizi Berbasis Gen Di Indonesia
Latar Belakang: Penyakit kardiometabolik adalah penyebab utama kematian, morbiditas dan pengeluaran perawatan kesehatan polimorfisme nukleotida tunggal berhubungan dengan penyakit ...
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA REMAJA PUTRI DI SMPN KOTA JAMBI
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA REMAJA PUTRI DI SMPN KOTA JAMBI
Abstrak Pola makan yang baik akan mempengaruhi status gizi pada remaja. Salah satu masalah gizi yang disebabkan oleh pola makan yang tidak baik adalah  gizi kurang pada remaja yang...

Back to Top