Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakteristik Petani Kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar

View through CrossRef
Keberhasilan petani dalam melakukan usahatani terkait dengan kompetensi yang dimilikinya. Karakteristik dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan tindakan. Setiap petani memiliki karakteristik yang berbeda untuk memberikan dorongan dalam bertindak seperti petani kopi dalam melakukan usahatani kopi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dari data primer melalui wawancara langsung dengan responden dan literatur lain. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu umur, pendidikan, jenis kelamin, pengalaman, dan kemauan keras untuk berhasil. Untuk menganalisis indikator kemauan keras untuk berhasil diukur dengan skala likert 1, 2, 3, 4, dan 5. Skor tertinggi (5) untuk jawaban yang sangat diharapkan sedangkan skor terendah (1) untuk jawaban yang sangat tidak diharapkan. Sebagian besar petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan termasuk kedalam golongan usia produktif. Tingkat pendidikan tertinggi petani kopi adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tingkat pendidikan petani paling banyak yaitu pada Sekolah Dasar (SD). Jumlah petani kopi laki-laki di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar lebih besar dari petani perempuan. Pengalaman petani dalam melakukan usahatani kopi rata-rata adalah 21 tahun. Petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar memiliki keinginan untuk menghasilkan produk yang berkualitas. 
Title: Karakteristik Petani Kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar
Description:
Keberhasilan petani dalam melakukan usahatani terkait dengan kompetensi yang dimilikinya.
Karakteristik dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan tindakan.
Setiap petani memiliki karakteristik yang berbeda untuk memberikan dorongan dalam bertindak seperti petani kopi dalam melakukan usahatani kopi.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar.
Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif.
Pengumpulan data diperoleh dari data primer melalui wawancara langsung dengan responden dan literatur lain.
Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu umur, pendidikan, jenis kelamin, pengalaman, dan kemauan keras untuk berhasil.
Untuk menganalisis indikator kemauan keras untuk berhasil diukur dengan skala likert 1, 2, 3, 4, dan 5.
Skor tertinggi (5) untuk jawaban yang sangat diharapkan sedangkan skor terendah (1) untuk jawaban yang sangat tidak diharapkan.
Sebagian besar petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan termasuk kedalam golongan usia produktif.
Tingkat pendidikan tertinggi petani kopi adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tingkat pendidikan petani paling banyak yaitu pada Sekolah Dasar (SD).
Jumlah petani kopi laki-laki di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar lebih besar dari petani perempuan.
Pengalaman petani dalam melakukan usahatani kopi rata-rata adalah 21 tahun.
Petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar memiliki keinginan untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
 .

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Strategi Pendistribusian Zakat Melalui Program Tanah Datar Sehat di BAZNAS Kabupaten Tanah Datar
Strategi Pendistribusian Zakat Melalui Program Tanah Datar Sehat di BAZNAS Kabupaten Tanah Datar
BAZNAS Tanah Datar District has five programs, one of the most important programs is Tanah Datar Sehat. There are several problems that trigger this research, namely the distributi...
KOPI DI PRIANGAN ABAD XVIII-XIX
KOPI DI PRIANGAN ABAD XVIII-XIX
AbstrakSejak 20 Juli 1818 Keresidenan Priangan terdiri atas Cianjur,  Bandung, Sumedang, Limbangan, dan Sukapura. Daerah tersebut sebagai penghasil kopi.   Kopi pada saat itu merup...
KAJIAN EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI PADI DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU
KAJIAN EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI PADI DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU
Kajian ekonomi rumahtangga petani meliputi pembahasan tentang rumahtangga petani dari aspek produksi dan konsumsi yang dilakukan secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk men...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
Sejarah Kopi Kapal Api
Sejarah Kopi Kapal Api
Kopi Kapal Api telah ada sejak zaman penjajahan Belanda datang ke Indonesia. Sebelumnya, perusahaan kopi Kapal Api didirikan, pada tahun 1927, tiga orang bersaudara yaitu Go Soe Lo...
PENINGKATAN KUALITAS KOPI PINANGGIH MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PASCAPANEN GREEN HOUSE
PENINGKATAN KUALITAS KOPI PINANGGIH MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PASCAPANEN GREEN HOUSE
Kopi merupakan tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan. Konsumsi kopi dunia mencapai 70% kopi arabika dan 26% kopi robusta, sisanya jenis lain. Ada empat jenis kopi, yaitu...

Back to Top