Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS ESTIMASI KEUNTUNGAN PADA PROYEK KONSTRUKSI
View through CrossRef
Proses perhitungan biaya yang memadai dan akurat sangat penting untuk memastikan stabilitas anggaran, meminimalkan risiko pembengkakan biaya atau ketidakadilan dalam alokasi sumber daya, serta memberikan kejelasan mengenai kebutuhan finansial yang diperlukan. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian langsung dengan melakukan observasi terkait aktivitas perusahaan dan melalui wawancara. Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan melakukan sesi tanya jawab terkait objek penelitian atau meninjau materi wawancara dengan responden relevan yang dianggap mampu memberikan data atau informasi yang akurat.
Lantai satu terdiri dari 7 ruangan dengan tata letak sebagai berikut: area toilet sisi kiri berukuran 6,00 x 6,00 m², area wudhu berukuran 6,00 x 2,50 m², ruang salat berukuran 6,00 x 6,00 m², ruang kesehatan berukuran 6,00 x 6,00 m², ruang panel berukuran 6,00 x 3,00 m², ruang laktasi berukuran 6,00 x 3,00 m², toilet sisi kanan berukuran 6,00 x 6,00 m², serta area tunggu, lobi lantai satu, dan ruang kedatangan. Lantai dua memiliki 3 ruangan yang terdiri dari: area toilet di sisi kanan berukuran 6,00 x 6,00 m², ruang kontrol berukuran 6,00 x 3,00 m², ruang rapat berukuran 20,50 x 6,00 m², dan kantin (food court). Total biaya konstruksi Gedung Terminal Malalayang Tipe A adalah Rp13.189.341.935,72 (Tiga Belas Miliar Seratus Delapan Puluh Sembilan Juta Tiga Ratus Empat Puluh Satu Ribu Sembilan Ratus Tiga Puluh Lima Rupiah Tujuh Puluh Dua Sen). Estimasi biaya RAP untuk pembangunan Gedung Terminal Malalayang Tipe A menggunakan metode survei lapangan adalah Rp12.456.388.939,02 (Dua Belas Miliar Empat Ratus Lima Puluh Enam Juta Tiga Ratus Delapan Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Tiga Puluh Sembilan Rupiah Dua Sen). Selisih biaya antara RAB dan RAP untuk pembangunan Gedung Terminal Malalayang Tipe A adalah Rp732.952.996,70 (Tujuh Ratus Tiga Puluh Dua Juta Sembilan Ratus Lima Puluh Dua Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Enam Rupiah Tujuh Puluh Sen), yang mencakup estimasi persentase keuntungan kontraktor sebesar 5,56% dari nilai RAB setelah dikurangi nilai RAP.
Title: ANALISIS ESTIMASI KEUNTUNGAN PADA PROYEK KONSTRUKSI
Description:
Proses perhitungan biaya yang memadai dan akurat sangat penting untuk memastikan stabilitas anggaran, meminimalkan risiko pembengkakan biaya atau ketidakadilan dalam alokasi sumber daya, serta memberikan kejelasan mengenai kebutuhan finansial yang diperlukan.
Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian langsung dengan melakukan observasi terkait aktivitas perusahaan dan melalui wawancara.
Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan melakukan sesi tanya jawab terkait objek penelitian atau meninjau materi wawancara dengan responden relevan yang dianggap mampu memberikan data atau informasi yang akurat.
Lantai satu terdiri dari 7 ruangan dengan tata letak sebagai berikut: area toilet sisi kiri berukuran 6,00 x 6,00 m², area wudhu berukuran 6,00 x 2,50 m², ruang salat berukuran 6,00 x 6,00 m², ruang kesehatan berukuran 6,00 x 6,00 m², ruang panel berukuran 6,00 x 3,00 m², ruang laktasi berukuran 6,00 x 3,00 m², toilet sisi kanan berukuran 6,00 x 6,00 m², serta area tunggu, lobi lantai satu, dan ruang kedatangan.
Lantai dua memiliki 3 ruangan yang terdiri dari: area toilet di sisi kanan berukuran 6,00 x 6,00 m², ruang kontrol berukuran 6,00 x 3,00 m², ruang rapat berukuran 20,50 x 6,00 m², dan kantin (food court).
Total biaya konstruksi Gedung Terminal Malalayang Tipe A adalah Rp13.
189.
341.
935,72 (Tiga Belas Miliar Seratus Delapan Puluh Sembilan Juta Tiga Ratus Empat Puluh Satu Ribu Sembilan Ratus Tiga Puluh Lima Rupiah Tujuh Puluh Dua Sen).
Estimasi biaya RAP untuk pembangunan Gedung Terminal Malalayang Tipe A menggunakan metode survei lapangan adalah Rp12.
456.
388.
939,02 (Dua Belas Miliar Empat Ratus Lima Puluh Enam Juta Tiga Ratus Delapan Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Tiga Puluh Sembilan Rupiah Dua Sen).
Selisih biaya antara RAB dan RAP untuk pembangunan Gedung Terminal Malalayang Tipe A adalah Rp732.
952.
996,70 (Tujuh Ratus Tiga Puluh Dua Juta Sembilan Ratus Lima Puluh Dua Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Enam Rupiah Tujuh Puluh Sen), yang mencakup estimasi persentase keuntungan kontraktor sebesar 5,56% dari nilai RAB setelah dikurangi nilai RAP.
Related Results
Analisis Estimasi Penyelesaian Proyek Konstruksi terhadap Waktu dan Biaya
Analisis Estimasi Penyelesaian Proyek Konstruksi terhadap Waktu dan Biaya
Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi, sehingga sering terjadi keterlambatan penyelesaian proyek maupun pembengkakan biaya akibat sistem ma...
ANALISIS PERANAN KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM MENCEGAH KETERLAMBATAN WAKTU KONSTRUKSI
ANALISIS PERANAN KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM MENCEGAH KETERLAMBATAN WAKTU KONSTRUKSI
ABSTRAK Seorang konsultan manajemen konstruksi berperan sebagai penasehat, pembantu, dan partner. Keterlibatan konsultan manajemen konstruksi diharapkan dapat memberikan informasi ...
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
Dalam ilmu statika benda didalam bidang dapat dibedakan menjadi konstruksi batang dan konstruksi rangka batang. Konstruksi rangka batang merupakan konstruksi yang terdiri dari elem...
PENYEBAB CHANGE ORDER PROYEK KONSTRUKSI RUMAH SAKIT
PENYEBAB CHANGE ORDER PROYEK KONSTRUKSI RUMAH SAKIT
The number of hospital construction projects in Indonesia continues to grow. The main reason is because Indonesia's territory is getting denser, so it is necessary to develop suppo...
Aplikasi Metode Earned Value Management Proyek Warehouse
Aplikasi Metode Earned Value Management Proyek Warehouse
Earned Value Management (EVM) adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk mengukur dan mengelola kinerja proyek dengan membandingkan nilai sebenarnya yang telah dikerjakan dengan ...
PENGELOLAAN PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN THE ICON MENGGUNAKAN METODE MANAJEMEN KONSTRUKSI DI MASA PANDEMI COVID-19
PENGELOLAAN PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN THE ICON MENGGUNAKAN METODE MANAJEMEN KONSTRUKSI DI MASA PANDEMI COVID-19
Konstruksi telah dipengaruhi secara signifikan oleh COVID-19. Di beberapa negara, proyek konstruksi dihentikan, dan bahkan di beberapa negara di mana pekerjaan konstruksi dihentika...
Penerapan Konsep Earned Value Pada Proyek Konstruksi Jalan Tol (Studi Kasus Ruas Jalan Tol Kayuagung - Palembang -Betung)
Penerapan Konsep Earned Value Pada Proyek Konstruksi Jalan Tol (Studi Kasus Ruas Jalan Tol Kayuagung - Palembang -Betung)
Pembangunan infrastruktur jalan tol merupakan salah satu jenis proyek konstruksi yang memiliki lingkup pekerjaan yang kompleks, durasi pelaksanaan pekerjaan yang lama, dan membutuh...
ANALISA PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN MENGGUNAKAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD)
ANALISA PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN MENGGUNAKAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD)
Peningkatan peduduk di Kota Tangerang berbanding terbalik dengan ketersedian lahan pada kota ini, oleh karena itu proyek permbangunan tempat tinggal dibuat menjadi kearah vertikal ...

