Javascript must be enabled to continue!
Densitas dan Jenis Pakan Burung Rangkong (Rhyticeros cassidix) di Cagar Alam Tangkoko Batuangus
View through CrossRef
Penelitian burung rangkong sulawesi sudah banyak dilakukan tetapi informasi mengenai densitas dan jenis pakannya masih sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui densitas dan jenis pakan burung rangkong sulawesi (Rhyticeros cassidix) di Cagar Alam Tangkoko Batuangus, Sulawesi Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2014. Penelitian ini menggunakan metode garis transek (Transek Line) yang berjumlah 3 garis transek dengan panjang 2 km dan lebar transek 400 m, mulai dari ketinggian 11-208 m dpl. Hasil Penelitian ini menunjukan densitas tertinggi berada pada T2 dengan jumlah 47 ekor/km2, dan terendah pada T1 31 ekor/km2, dengan densitas rata-rata 37 ekor/ km2. Hasil pengamatan mendapatkan 13 jenis makanan burung rangkong, yang meliputi 8 jenis buah dan 5 jenis serangga. Burung rangkong Sulawesi mengkonsumsi buah dan serangga, seperti buah beringin (Ficus benjamina), Asar mampuduar (Ficus virens), pohon dewan (Ficus altissima), Ficus caulocarpa, karet kerbau (Ficus elastic), kayu ara (Ficus tinctoria), pohon rao (Dracotomelon dao), kananga (Cananga odorata) dan jenis serangga seperti, kumbang tanduk (Oryctes rhinoceross), kumbang tanduk panjang (Batocera numitor), kumbang kelapa (Rhynchophorus vulneratus), kumbang tanduk rusa (Odontolabis bellicose), belalang (Valanga nigricornis).There are many researches about Sulawesi Hornbill have been done but only few information about its density and type of food is available. The purpose of this study was to determine the density and type of food of Sulawesi hornbill (Rhyticeros cassidix) in Batuangus Tangkoko Nature Reserve, North Sulawesi. This study was conducted in June-August 2014. This study used three transect lines with a length of 2 km, a width of 400 m, and an altitude of 11-208 m above sea level. The results of this study showed the highest density was at T2 which is 47 head / km2 and the lowest at T1 which is 31 individuals / km2. The average density is 37 individuals / km2. From the observation 13 kinds of food hornbill were found included eight kinds of fruit and five species of insects. Sulawesi hornbill eats fruits and insects, such as figs (Ficus benjamina), Asar mampuduar (Ficus virens), boards tree (Ficus altissima), Ficus caulocarpa, buffalo rubber (Ficus elastic), wood fig (Ficus tinctoria), tree rao (Dracotomelon dao), Kananga (Cananga odorata) and insects such as horn beetle (Oryctes rhinoceross), long-horn beetle (Batocera numitor), palm weevils (Rhynchophorus vulneratus), deer horn beetle (Odontolabis bellicose), grasshoppers (Valanga nigricornis).There are many researches about Sulawesi Hornbill have been done but only few information about its density and type of food is available. The purpose of this study was to determine the density and type of food of Sulawesi hornbill (Rhyticeros cassidix) in Batuangus Tangkoko Nature Reserve, North Sulawesi. This study was conducted in June-August 2014. This study used three transect lines with a length of 2 km, a width of 400 m, and an altitude of 11-208 m above sea level. The results of this study showed the highest density was at T2 which is 47 head / km2 and the lowest at T1 which is 31 individuals / km2. The average density is 37 individuals / km2. From the observation 13 kinds of food hornbill were found included eight kinds of fruit and five species of insects. Sulawesi hornbill eats fruits and insects, such as figs (Ficus benjamina), Asar mampuduar (Ficus virens), boards tree (Ficus altissima), Ficus caulocarpa, buffalo rubber (Ficus elastic), wood fig (Ficus tinctoria), tree rao (Dracotomelon dao), Kananga (Cananga odorata) and insects such as horn beetle (Oryctes rhinoceross), long-horn beetle (Batocera numitor), palm weevils (Rhynchophorus vulneratus), deer horn beetle (Odontolabis bellicose), grasshoppers (Valanga nigricornis).
Title: Densitas dan Jenis Pakan Burung Rangkong (Rhyticeros cassidix) di Cagar Alam Tangkoko Batuangus
Description:
Penelitian burung rangkong sulawesi sudah banyak dilakukan tetapi informasi mengenai densitas dan jenis pakannya masih sedikit.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui densitas dan jenis pakan burung rangkong sulawesi (Rhyticeros cassidix) di Cagar Alam Tangkoko Batuangus, Sulawesi Utara.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2014.
Penelitian ini menggunakan metode garis transek (Transek Line) yang berjumlah 3 garis transek dengan panjang 2 km dan lebar transek 400 m, mulai dari ketinggian 11-208 m dpl.
Hasil Penelitian ini menunjukan densitas tertinggi berada pada T2 dengan jumlah 47 ekor/km2, dan terendah pada T1 31 ekor/km2, dengan densitas rata-rata 37 ekor/ km2.
Hasil pengamatan mendapatkan 13 jenis makanan burung rangkong, yang meliputi 8 jenis buah dan 5 jenis serangga.
Burung rangkong Sulawesi mengkonsumsi buah dan serangga, seperti buah beringin (Ficus benjamina), Asar mampuduar (Ficus virens), pohon dewan (Ficus altissima), Ficus caulocarpa, karet kerbau (Ficus elastic), kayu ara (Ficus tinctoria), pohon rao (Dracotomelon dao), kananga (Cananga odorata) dan jenis serangga seperti, kumbang tanduk (Oryctes rhinoceross), kumbang tanduk panjang (Batocera numitor), kumbang kelapa (Rhynchophorus vulneratus), kumbang tanduk rusa (Odontolabis bellicose), belalang (Valanga nigricornis).
There are many researches about Sulawesi Hornbill have been done but only few information about its density and type of food is available.
The purpose of this study was to determine the density and type of food of Sulawesi hornbill (Rhyticeros cassidix) in Batuangus Tangkoko Nature Reserve, North Sulawesi.
This study was conducted in June-August 2014.
This study used three transect lines with a length of 2 km, a width of 400 m, and an altitude of 11-208 m above sea level.
The results of this study showed the highest density was at T2 which is 47 head / km2 and the lowest at T1 which is 31 individuals / km2.
The average density is 37 individuals / km2.
From the observation 13 kinds of food hornbill were found included eight kinds of fruit and five species of insects.
Sulawesi hornbill eats fruits and insects, such as figs (Ficus benjamina), Asar mampuduar (Ficus virens), boards tree (Ficus altissima), Ficus caulocarpa, buffalo rubber (Ficus elastic), wood fig (Ficus tinctoria), tree rao (Dracotomelon dao), Kananga (Cananga odorata) and insects such as horn beetle (Oryctes rhinoceross), long-horn beetle (Batocera numitor), palm weevils (Rhynchophorus vulneratus), deer horn beetle (Odontolabis bellicose), grasshoppers (Valanga nigricornis).
There are many researches about Sulawesi Hornbill have been done but only few information about its density and type of food is available.
The purpose of this study was to determine the density and type of food of Sulawesi hornbill (Rhyticeros cassidix) in Batuangus Tangkoko Nature Reserve, North Sulawesi.
This study was conducted in June-August 2014.
This study used three transect lines with a length of 2 km, a width of 400 m, and an altitude of 11-208 m above sea level.
The results of this study showed the highest density was at T2 which is 47 head / km2 and the lowest at T1 which is 31 individuals / km2.
The average density is 37 individuals / km2.
From the observation 13 kinds of food hornbill were found included eight kinds of fruit and five species of insects.
Sulawesi hornbill eats fruits and insects, such as figs (Ficus benjamina), Asar mampuduar (Ficus virens), boards tree (Ficus altissima), Ficus caulocarpa, buffalo rubber (Ficus elastic), wood fig (Ficus tinctoria), tree rao (Dracotomelon dao), Kananga (Cananga odorata) and insects such as horn beetle (Oryctes rhinoceross), long-horn beetle (Batocera numitor), palm weevils (Rhynchophorus vulneratus), deer horn beetle (Odontolabis bellicose), grasshoppers (Valanga nigricornis).
Related Results
KOMUNITAS IKAN KARANG DI PERAIRAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) BATUANGUS, KOTAMADYA BITUNG, PROVINSI SULAWESI UTARA
KOMUNITAS IKAN KARANG DI PERAIRAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) BATUANGUS, KOTAMADYA BITUNG, PROVINSI SULAWESI UTARA
<p><strong><em>REEF FISH COMMUNITY IN THE BATUANGUS NATURE PARK, MUNICIPALITY OF BITUNG, NORTH SULAWESI PROVINCE</em></strong></p><p><e...
Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Budidaya ikan menjadi salah satu usaha mandiri yang dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalah Pondok Pesantren Lintang Songo. Pentingnya memperhatikan cara merawat dan memeli...
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Keanekaragaman cagar budaya Indonesia dapat mencerminkan kekayaan sekaligus identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, cagar budaya Indonesia jumlahnya belum diketahui secara past...
Keanekaragaman dan Kelimpahan Jenis Burung di Kawasan Mangrove Bee Jay Bakau Resort (BJBR) Kota Probolinggo
Keanekaragaman dan Kelimpahan Jenis Burung di Kawasan Mangrove Bee Jay Bakau Resort (BJBR) Kota Probolinggo
Keanekaragaman dan kelimpahan jenis burung dapat dijadikan sebagai indikator suatu lingkungan. Burung memiliki peranan penting dalam habitatnya. Mangrove merupakan salah satu habit...
Jenis Burung Enggang (Bucerotidae) di Desa Nanga Raun Kecamatan Kalis Kabupaten Kapuas Hulu
Jenis Burung Enggang (Bucerotidae) di Desa Nanga Raun Kecamatan Kalis Kabupaten Kapuas Hulu
Burung Rangkong merupakan ikon hutan hujan tropis Asia yang berperan besar dalam penyebaran benih yang penting dalam menjaga kesehatan hutan hujan tropis. Burung Rangkong d...
BIODIVERSITAS BURUNG AIR DI PESISIR PANTAI SOCOREJO, KECAMATAN JENU, KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR
BIODIVERSITAS BURUNG AIR DI PESISIR PANTAI SOCOREJO, KECAMATAN JENU, KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman burung air yang ada di sepanjang pantai Socorejo dan status perlindungannya sebagai dasar upaya perencanaan pengelolaan...
STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI
STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI
Perkembangan teknologi digital dewasa ini dapat dimanfaatkan dalam upaya pelestarian cagar budaya dengan melalui digitalisasi. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep digital...
Pertumbuhan Rajungan (Portunus pelagicus) Yang Diberi Pakan Segar Keong Bakau (Telescopium telescopium) Dan Keong Mas (Pomacea canaliculata) Dalam Sistem Resirkulasi
Pertumbuhan Rajungan (Portunus pelagicus) Yang Diberi Pakan Segar Keong Bakau (Telescopium telescopium) Dan Keong Mas (Pomacea canaliculata) Dalam Sistem Resirkulasi
Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas ekspor yang bernilai cukup tinggi sehingga teknologi pembudidayaannya yang berkelanjutan seperti kontinyuitas pakannya sangat perl...

