Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN LIMBAH PERCA BATIK DI KAMPUNG BATIK LAWEYAN

View through CrossRef
Menurut data SIPSN KLHK (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) tahun 2021, Indonesia telah menghasilkan 2,3 juta ton limbah tekstil yang setara dengan 12% dari total sampah yang dihasilkan di Indonesia dimana jika tidak ditangani dengan baik dapat memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan. Permasalahan limbah kain perca batik dialami oleh masyarakat di Kampung Batik Laweyan dimana mayoritas penduduk merupakan pekerja informal (pengrajin batik, dagang/wiraswasta, karyawan pertokoan, karyawan swasta), sehingga menjadi potensi diberikannya pelatihan pemanfaatan kain perca untuk diolah menjadi berbagai macam aneka kerajinan. Berdasarkan data tersebut, maka kami akan melaksanakan pengadian masyarakat yang bertujuan memanfaatkan limbah kain perca menjadi produk kerajinan seperti aksesoris yang memiliki keindahan, fungsi, dan nilai ekonomis seperti bros, gantungan kunci dll. Pembuatan produk kerajinan di mulai dengan memberikan pelatihan kepada ibu rumah tangga yang tergabung di kelompok PKK RW 1 dan RW 2 PKK Kelurahan Laweyan dengan tujuan memberikan bekal ilmu dan praktek terhadap ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan ekonomi keluarga melalui wirausaha. Pelatihan terdiri dari tahap pemilihan kain perca, cara membuat pola, cara menjahit dan cara membuat produk. Hasil pelatihan menghasilkan bros dan gantungan kunci yang memiliki nilai ekonomis sehingga dapat dijadikan sebagai peluang bisnis.   Kata kunci: ibu rumah tangga, kain perca, limbah, produk  
Title: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN LIMBAH PERCA BATIK DI KAMPUNG BATIK LAWEYAN
Description:
Menurut data SIPSN KLHK (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) tahun 2021, Indonesia telah menghasilkan 2,3 juta ton limbah tekstil yang setara dengan 12% dari total sampah yang dihasilkan di Indonesia dimana jika tidak ditangani dengan baik dapat memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan.
Permasalahan limbah kain perca batik dialami oleh masyarakat di Kampung Batik Laweyan dimana mayoritas penduduk merupakan pekerja informal (pengrajin batik, dagang/wiraswasta, karyawan pertokoan, karyawan swasta), sehingga menjadi potensi diberikannya pelatihan pemanfaatan kain perca untuk diolah menjadi berbagai macam aneka kerajinan.
Berdasarkan data tersebut, maka kami akan melaksanakan pengadian masyarakat yang bertujuan memanfaatkan limbah kain perca menjadi produk kerajinan seperti aksesoris yang memiliki keindahan, fungsi, dan nilai ekonomis seperti bros, gantungan kunci dll.
Pembuatan produk kerajinan di mulai dengan memberikan pelatihan kepada ibu rumah tangga yang tergabung di kelompok PKK RW 1 dan RW 2 PKK Kelurahan Laweyan dengan tujuan memberikan bekal ilmu dan praktek terhadap ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan ekonomi keluarga melalui wirausaha.
Pelatihan terdiri dari tahap pemilihan kain perca, cara membuat pola, cara menjahit dan cara membuat produk.
Hasil pelatihan menghasilkan bros dan gantungan kunci yang memiliki nilai ekonomis sehingga dapat dijadikan sebagai peluang bisnis.
  Kata kunci: ibu rumah tangga, kain perca, limbah, produk  .

Related Results

PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJUSEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG Hindam Basith Rafiqi1721073411Penciptaan Fotografi Pascasarjana ISI YogyakartaEmail : hindambasith...
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ABSTRACT Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta is a village that grows among the villages in Java. The term Pakauman given by Keraton means the dwellings of 'kaum' or ulama. Kampun...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
Analisis Ekonomi terhadap Biaya Produksi, Harga Pokok, dan Penawaran ‘Ibu Paini’ di Kawasan Batik Kabupaten Bojonegoro
Analisis Ekonomi terhadap Biaya Produksi, Harga Pokok, dan Penawaran ‘Ibu Paini’ di Kawasan Batik Kabupaten Bojonegoro
Abstract. The purpose of this research is to analyze production costs, basic prices, and batik offers. The object of her study is Mrs. Paini's batik which is in the Bojonegoro bati...
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
ABSTRAK Batik merupakan salah satu perwujudan dari kebudayaan Indonesia yang dituangkan dalam selembar kain. Batik Grobogan merupakan salah satu ikon yang menggambarkan karakterist...

Back to Top