Javascript must be enabled to continue!
STUDY OF THE CHARACTER OF JESUS IN MARK 4:35-8:30
View through CrossRef
Yesus ditampilkan Injil Markus sebagai karakter yang misterius. Studi tentang kemisteriusan pribadi Yesus semakin menanjak belakangan ini sejak Wrede mengungkapkan teori tentang “Rahasia Mesianis”-nya. Analisis karakter Yesus secara naratif dalam artikel ini merupakan salah satu upaya terfokus untuk membantu mengungkit beberapa aspek dari “Rahasia” ini. Saya menggunakan metode analisis karakter yang dirancang oleh Malbon, yang berfokus pada performa karakter, dalam hal ini Yesus. Analisis ini menaruh perhatian pada apa yang karakter-karakter lain katakan kepada dan tentang Yesus; apa tanggapan Yesus; apa yang Yesus lakukan, serta apa karakter-karakter lain lakukan sebagai tanggapan atas kata dan tindakan Yesus. Pembahasan hanya dibatasi atas Mrk 4:35-8:30 karena dalam bagian inilah terjadi proses identifikasi karakter Yesus yang berpuncak pada pengakuan Petrus atas Kemesiasan Yesus. Proses ini tampak terkait secara hakiki dengan tonggak peristiwa misi pertama Yesus ke seberang, yang notabene merupakan daerah orang non-Yahudi. Hasil dari studi ini menunjukkan karakter Yesus yang familiar, meneguhkan beberapa fakta yang sudah ada sebelumnya, sekaligus menyajikan aspek-aspek yang mungkin mengejutkan.
Sekolah Tinggi Katolik Seminari Santo Yohanes Salib
Title: STUDY OF THE CHARACTER OF JESUS IN MARK 4:35-8:30
Description:
Yesus ditampilkan Injil Markus sebagai karakter yang misterius.
Studi tentang kemisteriusan pribadi Yesus semakin menanjak belakangan ini sejak Wrede mengungkapkan teori tentang “Rahasia Mesianis”-nya.
Analisis karakter Yesus secara naratif dalam artikel ini merupakan salah satu upaya terfokus untuk membantu mengungkit beberapa aspek dari “Rahasia” ini.
Saya menggunakan metode analisis karakter yang dirancang oleh Malbon, yang berfokus pada performa karakter, dalam hal ini Yesus.
Analisis ini menaruh perhatian pada apa yang karakter-karakter lain katakan kepada dan tentang Yesus; apa tanggapan Yesus; apa yang Yesus lakukan, serta apa karakter-karakter lain lakukan sebagai tanggapan atas kata dan tindakan Yesus.
Pembahasan hanya dibatasi atas Mrk 4:35-8:30 karena dalam bagian inilah terjadi proses identifikasi karakter Yesus yang berpuncak pada pengakuan Petrus atas Kemesiasan Yesus.
Proses ini tampak terkait secara hakiki dengan tonggak peristiwa misi pertama Yesus ke seberang, yang notabene merupakan daerah orang non-Yahudi.
Hasil dari studi ini menunjukkan karakter Yesus yang familiar, meneguhkan beberapa fakta yang sudah ada sebelumnya, sekaligus menyajikan aspek-aspek yang mungkin mengejutkan.
Related Results
Implementasi Pembelajaran IPS Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
Implementasi Pembelajaran IPS Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
This study aims to analyze the implementation of social studies learning as strengthening character education in elementary schools. The research method used is a qualitative descr...
Modlitwa poranna Jezusa (Mk 1,35)
Modlitwa poranna Jezusa (Mk 1,35)
The study of Mk 1,35 which is situated at the end of the first missionary day of Jesus in Capharnaum (Mk 1,21-34.35-39), is divided into four parts. The first part offers a general...
‘The Jesus I Didn't Know': The Historical Jesus in an Unappreciated African Basket
‘The Jesus I Didn't Know': The Historical Jesus in an Unappreciated African Basket
The emergence of the Age of the Enlightenment ushered in critical thinking about the Gospels and Jesus. This makes the hypostatic perspective of Jesus as being God and human to be ...
Plasma AR Alterations and Timing of Intensified Hormone Treatment for Prostate Cancer
Plasma AR Alterations and Timing of Intensified Hormone Treatment for Prostate Cancer
This randomized clinical trial explores whether hormone intensification at start of androgen deprivation therapy alters selection of androgen receptor (AR) gene alterations within ...
“De Baptista nil nisi bonum” John the Baptist as a Paradigm for Mission « De Baptista nil nisi bonum » – Jean-Baptiste comme paradigme de la mission ,,De Baptista nil nisi bonum“ – Johannes der Täufer als Paradigma für Mission “De Baptista nil nisi bonum”
“De Baptista nil nisi bonum” John the Baptist as a Paradigm for Mission « De Baptista nil nisi bonum » – Jean-Baptiste comme paradigme de la mission ,,De Baptista nil nisi bonum“ – Johannes der Täufer als Paradigma für Mission “De Baptista nil nisi bonum”
AbstractThis paper considers how John the Baptist may function as a model of mission. The preaching, behaviour and praxis of Jesus and the Baptist are compared, and the results sho...
The Role of Character Education in Shaping the Young Generation with Pancasila Character
The Role of Character Education in Shaping the Young Generation with Pancasila Character
Character education has a very important role in building a young generation with Pancasila character. The research method used is a literature study by examining various reliable ...
Analysis Solidarity of Jesus According to the Gospel of Mark and Its Relation to Christian Community Solidarity in Toraja
Analysis Solidarity of Jesus According to the Gospel of Mark and Its Relation to Christian Community Solidarity in Toraja
Abstract: Â This study examines the concept of Jesus' solidarity as a reflection of the remarkable church in Toraja's Christian community's implementation of solidarity towards oth...
A Narrative Analysis of Mark’s Use of the
Shema
A Narrative Analysis of Mark’s Use of the
Shema
Abstract
This article examines Mark’s use of the
Shema
(Deuteronomy 6:4–5), arguing that the Gospel w...

