Javascript must be enabled to continue!
PROSES ENKULTURASI DALAM BUDAYA ENTAS-ENTAS, PRASWALA GARA, DAN PUJAN KAPAT (SISTEM SOSIAL LOKAL:ANTAR ETNIS KABUPATEN PROBOLINGGO)
View through CrossRef
Masyarakat Tengger memiliki budaya yang menarik dan unik yang masih terjaga dengan baik. Meskipun faktor eksternal yang kuat mempengaruhi ( intensitas tinggi kegiatan pariwisata ) beberapa tradisi yang masih dilestarikan dengan baik , beberapa di antaranya entas - entas , Praswala Gara , dan Pujan Kapat . Tradisi-tradisi ini berlaku bersama dengan proses komunikasi dan ini menjadi aspek yang menarik untuk belajar. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2014. Metode yang digunakan adalah studi kasus kuallitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara adat di masyarakat Tengger umumnya dibagi menjadi orang-orang mengenai ruang lingkup keluarga dan ruang lingkup desa . Pola komunikasi dipraktekkan di kalangan masyarakat Tengger adalah salah satu vertikal , di mana pemimpin atau kelompok terhormat memiliki posisi penting dan ditaati oleh -Nya orang / bawahan , yang merupakan refleksi dari paternalistik budaya masih dipraktekkan . Pola semacam ini komunikasi dapat dilihat dalam beberapa proses belajar-mengajar yang dilakukan baik di forum formal dan nonformal dan ritual mengenai kelompok , sunctions , dan alokasi posisi.Kata Kunci : Komunikasi, Masyarakat Tengger, Pendidikan
Title: PROSES ENKULTURASI DALAM BUDAYA ENTAS-ENTAS, PRASWALA GARA, DAN PUJAN KAPAT (SISTEM SOSIAL LOKAL:ANTAR ETNIS KABUPATEN PROBOLINGGO)
Description:
Masyarakat Tengger memiliki budaya yang menarik dan unik yang masih terjaga dengan baik.
Meskipun faktor eksternal yang kuat mempengaruhi ( intensitas tinggi kegiatan pariwisata ) beberapa tradisi yang masih dilestarikan dengan baik , beberapa di antaranya entas - entas , Praswala Gara , dan Pujan Kapat .
Tradisi-tradisi ini berlaku bersama dengan proses komunikasi dan ini menjadi aspek yang menarik untuk belajar.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2014.
Metode yang digunakan adalah studi kasus kuallitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara adat di masyarakat Tengger umumnya dibagi menjadi orang-orang mengenai ruang lingkup keluarga dan ruang lingkup desa .
Pola komunikasi dipraktekkan di kalangan masyarakat Tengger adalah salah satu vertikal , di mana pemimpin atau kelompok terhormat memiliki posisi penting dan ditaati oleh -Nya orang / bawahan , yang merupakan refleksi dari paternalistik budaya masih dipraktekkan .
Pola semacam ini komunikasi dapat dilihat dalam beberapa proses belajar-mengajar yang dilakukan baik di forum formal dan nonformal dan ritual mengenai kelompok , sunctions , dan alokasi posisi.
Kata Kunci : Komunikasi, Masyarakat Tengger, Pendidikan.
Related Results
NILAI- NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM UPACARA ENTAS-ENTAS MASYARAKAT SUKU TENGGER DUSUN LEDOK DESA KAYUKEBEK KECAMATAN TUTUR KABUPATEN PASURUAN
NILAI- NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM UPACARA ENTAS-ENTAS MASYARAKAT SUKU TENGGER DUSUN LEDOK DESA KAYUKEBEK KECAMATAN TUTUR KABUPATEN PASURUAN
Suku Tengger merupakan suku dengan keberagaman budaya yang unik yang terus dipegang teguh serta dilestarikan oleh masyarakat Tengger bahkan di era Modernisasi ini. Salah satu waris...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
TAFSIR PERIODISASI GARA-GARA: ANALISIS PENGUBAHAN GARA-GARA DALAM EMPAT LAKON WAYANG KULIT
TAFSIR PERIODISASI GARA-GARA: ANALISIS PENGUBAHAN GARA-GARA DALAM EMPAT LAKON WAYANG KULIT
“Gara-gara” is an important scene in the plot of shadow puppet plays. The diversity of playsperformed or documented in the written texts tends to result in a comparison study of th...
Representasi Komunikasi Keluarga pada Film “Gara-Gara Warisan”
Representasi Komunikasi Keluarga pada Film “Gara-Gara Warisan”
Abstract. Communication is very important in the family. By communicating, family members can know and understand roles, rules and expectations and how family members form and mana...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Upacara Entas-Entas di Pura Sanggha Bhuana Lanud Iswahyudi Maospati Magetan (Studi Nilai Budaya dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran IPS SMP)
Upacara Entas-Entas di Pura Sanggha Bhuana Lanud Iswahyudi Maospati Magetan (Studi Nilai Budaya dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran IPS SMP)
<p class="JOURNALABSTRACT-BODY"><span lang="IN">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan prosesi upacara Entas-entas di Pura Sanggha Bhuana Lanud...
Catatan dari Managing Editor
Catatan dari Managing Editor
Salam sejahtera,
Tahun 2020 ini menandakan awal dari akhir sebuah dekade dimana terjadi berbagai perubahan sosial dan teknologi. Pertama, diketahui bahwa teknologi internet dan me...
Dinamika Asimilasi Etnis Nias di Minangkabau: Identitas Budaya, Interaksi Sosial, dan Tantangan dalam Konteks Multikulturalisme
Dinamika Asimilasi Etnis Nias di Minangkabau: Identitas Budaya, Interaksi Sosial, dan Tantangan dalam Konteks Multikulturalisme
Penelitian yang dilaksanakan di Kampung Nias Tabing, Kota Padang Provinsi Sumatera Barat ini bertujuan untuk mendalami dinamika keberadaan etnis Nias di wilayah Minangkabau, yang m...

