Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penyuluhan Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang (DAGUSIBU) Obat dengan Benar di Desa Kekeran Bali

View through CrossRef
Saat ini pengobatan sendiri (swamedikasi) meningkat di kalangan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat di Desa Kekeran. Hal ini baik namun harus diimbangi dengan pengetahuan cara mengelola obat dengan benar agar mendapatkan efek yang diharapkan dan menghindari dampak kesalahan penggunaan obat. Namun, hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Kekeran belum pernah memperoleh informasi terkait pengelolaan obat dengan benar. Hal tersebut dapat memengaruhi keberhasilan masyarakat ketika swamedikasi. Adanya permasalahan tersebut, membuat kami sebagai tim pelaksana program pengabdian masyarakat melakukan upaya berupa kegiatan penyuluhan dapatkan, gunakan, simpan, dan buang (DAGUSIBU) obat dengan benar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Kekeran terkait pengelolaan obat dengan benar. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini, yaitu metode sosialisasi dalam bentuk presentasi dengan bantuan power point dan booklet serta metode tanya jawab dengan target sasaran yang dituju, yaitu ibu rumah tangga (IRT). Berdasarkan penyuluhan yang telah dilakukan, kehadiran peserta memenuhi target sasaran, yaitu keseluruhan IRT yang berjumlah 28 orang (100%) dan sebagian besar aktif dalam sesi tanya jawab (57,14%) yang menandakan kegiatan disambut antusias oleh masyarakat. Dalam mengukur tingkat pengetahuan masyarakat, dilakukan penilaian dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Dari hasil pre-test didapatkan bahwa sebelum dilakukannya penyuluhan, pengetahuan IRT mengenai DAGUSIBU obat masih tergolong kurang (42,14%). Namun berdasarkan hasil post-test setelah dilakukan penyuluhan, pengetahuan IRT di Desa Kekeran sudah tergolong baik (98,83%). Berdasarkan hal tersebut, disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat yang sebelumnya tidak atau kurang tahu menjadi tahu mengenai cara pengolahan obat (56,19%). Maka dari itu kegiatan ini hendaknya rutin untuk dilakukan di Desa Kekeran agar seluruh masyarakat mampu mengolah obat dengan benar.
Title: Penyuluhan Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang (DAGUSIBU) Obat dengan Benar di Desa Kekeran Bali
Description:
Saat ini pengobatan sendiri (swamedikasi) meningkat di kalangan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat di Desa Kekeran.
Hal ini baik namun harus diimbangi dengan pengetahuan cara mengelola obat dengan benar agar mendapatkan efek yang diharapkan dan menghindari dampak kesalahan penggunaan obat.
Namun, hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Kekeran belum pernah memperoleh informasi terkait pengelolaan obat dengan benar.
Hal tersebut dapat memengaruhi keberhasilan masyarakat ketika swamedikasi.
Adanya permasalahan tersebut, membuat kami sebagai tim pelaksana program pengabdian masyarakat melakukan upaya berupa kegiatan penyuluhan dapatkan, gunakan, simpan, dan buang (DAGUSIBU) obat dengan benar.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Kekeran terkait pengelolaan obat dengan benar.
Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini, yaitu metode sosialisasi dalam bentuk presentasi dengan bantuan power point dan booklet serta metode tanya jawab dengan target sasaran yang dituju, yaitu ibu rumah tangga (IRT).
Berdasarkan penyuluhan yang telah dilakukan, kehadiran peserta memenuhi target sasaran, yaitu keseluruhan IRT yang berjumlah 28 orang (100%) dan sebagian besar aktif dalam sesi tanya jawab (57,14%) yang menandakan kegiatan disambut antusias oleh masyarakat.
Dalam mengukur tingkat pengetahuan masyarakat, dilakukan penilaian dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test.
Dari hasil pre-test didapatkan bahwa sebelum dilakukannya penyuluhan, pengetahuan IRT mengenai DAGUSIBU obat masih tergolong kurang (42,14%).
Namun berdasarkan hasil post-test setelah dilakukan penyuluhan, pengetahuan IRT di Desa Kekeran sudah tergolong baik (98,83%).
Berdasarkan hal tersebut, disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat yang sebelumnya tidak atau kurang tahu menjadi tahu mengenai cara pengolahan obat (56,19%).
Maka dari itu kegiatan ini hendaknya rutin untuk dilakukan di Desa Kekeran agar seluruh masyarakat mampu mengolah obat dengan benar.

Related Results

Sosialisasi Dagusibu Di Kecamatan Seberang Ulu 2, Palembang
Sosialisasi Dagusibu Di Kecamatan Seberang Ulu 2, Palembang
Penggunaan obat erat hubungannya dengan terapi penyakit, karena obat digunakan untuk mencegah penyakit, mengobati penyakit, mendiagnosa penyakit, maupun untuk pemeliharaan kesehata...
Sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat Dengan Benar pada Masyarakan di Desa Pematang Cermai
Sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat Dengan Benar pada Masyarakan di Desa Pematang Cermai
Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan masyarakat adalah melalui kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kefarmasian. adalah "Dagusibu", yakni "Dapatkan, Guna...
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Desa Kuang Baru Lombok Timur tentang Perilaku Dagusibu Obat
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Desa Kuang Baru Lombok Timur tentang Perilaku Dagusibu Obat
Inisiatif DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) sangat krusial untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui edukasi penggunaan obat yang benar. Swamedikasi yang tidak tepa...
Pusatnya Obat Aborsi Cytotec Asli 085713148808 Pelabuhan Ratu Jual Obat Penggugur Kandungan Janin Asli Telat Bulan Di Pelabuhan Ratu
Pusatnya Obat Aborsi Cytotec Asli 085713148808 Pelabuhan Ratu Jual Obat Penggugur Kandungan Janin Asli Telat Bulan Di Pelabuhan Ratu
Pusatnya Obat Aborsi Cytotec Asli Pelabuhan Ratu 085713148808 Dan Jual Obat Penggugur Kandungan Janin Telat Datang Bulan Di kota Pelabuhan Ratu. Produk Obat Cytotec Asli Aman Sampa...

Back to Top