Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Survey Potensi Gaharu dengan Sistem Agroforestry Di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar (Studi Kasus: Desa Pulau Gadang dan Desa Koto Masjid)

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi gaharu dengan sistem agroforestry di Desa Pulau Gadang dan Desa Koto Masjid. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pulau Gadang dan Desa Koto Masjid. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei terhadap pohon penghasil gaharu dan wawancara untuk mengetahui tanaman agroforestry masyarakat dan pengelolaanya. Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui Potensi tanaman penghasil gaharu di Desa Pulau Gadang yaitu pada usia tanam 7 tahun sebanyak 70 batang, 8 tahun sebanyak 920 batang dan 9 tahun sebanyak 440 batang. Sedangkan, Desa Koto Masjid yaitu pada usia tanam 7 tahun sebanyak 100 batang, 8 tahun sebanyak 300 batang dan 9 tahun sebanyak 400 batang. Adapun pola tanam yang digunakan oleh masyarakt Desa Pulau Gadang dan Koto Masjid adalah campuran. Jenis tanaman yang dikelola oleh masyarakat Desa Pulau Gadang adalah Karet, Rambutan, Durian, Jengkol, Sawit, Kelapa, Coklat dan Gaharu. Sedangkan pada Desa Koto Masjid adalah Karet, Rambutan, Durian, Jengkol, Sawit, Pinang dan Gaharu.
Center for Open Science
Title: Survey Potensi Gaharu dengan Sistem Agroforestry Di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar (Studi Kasus: Desa Pulau Gadang dan Desa Koto Masjid)
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi gaharu dengan sistem agroforestry di Desa Pulau Gadang dan Desa Koto Masjid.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pulau Gadang dan Desa Koto Masjid.
Metode penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei terhadap pohon penghasil gaharu dan wawancara untuk mengetahui tanaman agroforestry masyarakat dan pengelolaanya.
Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui Potensi tanaman penghasil gaharu di Desa Pulau Gadang yaitu pada usia tanam 7 tahun sebanyak 70 batang, 8 tahun sebanyak 920 batang dan 9 tahun sebanyak 440 batang.
Sedangkan, Desa Koto Masjid yaitu pada usia tanam 7 tahun sebanyak 100 batang, 8 tahun sebanyak 300 batang dan 9 tahun sebanyak 400 batang.
Adapun pola tanam yang digunakan oleh masyarakt Desa Pulau Gadang dan Koto Masjid adalah campuran.
Jenis tanaman yang dikelola oleh masyarakat Desa Pulau Gadang adalah Karet, Rambutan, Durian, Jengkol, Sawit, Kelapa, Coklat dan Gaharu.
Sedangkan pada Desa Koto Masjid adalah Karet, Rambutan, Durian, Jengkol, Sawit, Pinang dan Gaharu.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Mekanisme Pengupahan (Ujrah) pada Pengurus Masjid di Kabupaten Kubu Raya: Suatu Tinjauan Syariah
Mekanisme Pengupahan (Ujrah) pada Pengurus Masjid di Kabupaten Kubu Raya: Suatu Tinjauan Syariah
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mekanisme pengupahan (ujrah) pada pengurus masjid di Kabupaten Kubu Raya dan menilai apakah mekanisme pengupahan (ujrah) pada peng...
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
Abstrak- Penyebaran Islam di Indonesia meninggalkan keberagaman budaya akibat adanya akulturasi khususnya di Pulau Jawa. Di antaranya adalah ritual-ritual atau aktivitas asli Jawa ...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BUDIDAYA TANAMAN GAHARU (ANALYSIS OF NON-WOOD FOREST PRODUCTS GAHARU)
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BUDIDAYA TANAMAN GAHARU (ANALYSIS OF NON-WOOD FOREST PRODUCTS GAHARU)
Gaharu (Aquilaria, spp) merupakan unggulan utama hasil hutan bukan kayu (HHBK). Hasil hutan bukan kayu, baik nabati maupun hewani, beserta produk turunan kecuali kayu yang berasal ...
Analisis Strategi Dakwah Pengurus Masjid Al-Firdaus dalam Menghadapi Era Society 5.0
Analisis Strategi Dakwah Pengurus Masjid Al-Firdaus dalam Menghadapi Era Society 5.0
Abstract. The presence of Era Society 5.0 creates new habits in the use of technology as problem solving in all aspects of life to provide convenience for the community, incl...

Back to Top