Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Studi Kinetika Reaksi Fermentasi Selulosa Tongkol Jagung Menggunakan Enzim Selulase Pada Reaktor Batch

View through CrossRef
Glukosa dapat dihasilkan darl hidrolisa polisakarida, misalnya pati dan selulosa. Salah satu sumber selulosa yang melimpah di alam namun kurang dimanfaakan adalah tongkol jagung. Pada penelitian ini akan dilakukan hidrolisis selulosa dari tongkol jagung dengan proses fermentasi untuk mendapatkan glukosa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan persamaan laju reaksi fermentasi selulosatongkol jagung menjadi glukosa dengan menggunakan enzim selulase pada proses batch. Proses hidrolisis selulosa dilakukan dengan penambahan asam atau secara enzimatis, sebelum melakukan hidrolisis perlu dilakukan delignifikasi karena lignin yang menjadi penghambat utama proses hidrolisis selulosa. Tahapan penelitiam ini yaitu mempersiapkan bahan dari tongkol jagung menjadi serbuk tongkol jagung, tahap delignifikasi, tahap fermentasi enzim, dan analisa hasil. Analisa kadar glukosa dilakukan dengan menggunakan portable-refraktometer. Michaelis-Menten digunakan sebagai metode untuk mengetahui konstanta reaksi. Penelitian ini dilakukan dengan banyak substrat awal adalah 10% (%w/w) pada waktu 30,60, 90, 120, dan 150 menit. Glukosa yang terbentuk dari fermentasi selulosa tongkol jagung relatif kecil dengan waktu fermentasi 150 menit sebesar 7%. Persamaan laju reaksi yang terbentuk dari proses ini adalah −rA=rR=0,0002x(CE0CA0/0,2392+CA) mol/L. menit.
University of Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Title: Studi Kinetika Reaksi Fermentasi Selulosa Tongkol Jagung Menggunakan Enzim Selulase Pada Reaktor Batch
Description:
Glukosa dapat dihasilkan darl hidrolisa polisakarida, misalnya pati dan selulosa.
Salah satu sumber selulosa yang melimpah di alam namun kurang dimanfaakan adalah tongkol jagung.
Pada penelitian ini akan dilakukan hidrolisis selulosa dari tongkol jagung dengan proses fermentasi untuk mendapatkan glukosa.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan persamaan laju reaksi fermentasi selulosatongkol jagung menjadi glukosa dengan menggunakan enzim selulase pada proses batch.
Proses hidrolisis selulosa dilakukan dengan penambahan asam atau secara enzimatis, sebelum melakukan hidrolisis perlu dilakukan delignifikasi karena lignin yang menjadi penghambat utama proses hidrolisis selulosa.
Tahapan penelitiam ini yaitu mempersiapkan bahan dari tongkol jagung menjadi serbuk tongkol jagung, tahap delignifikasi, tahap fermentasi enzim, dan analisa hasil.
Analisa kadar glukosa dilakukan dengan menggunakan portable-refraktometer.
Michaelis-Menten digunakan sebagai metode untuk mengetahui konstanta reaksi.
Penelitian ini dilakukan dengan banyak substrat awal adalah 10% (%w/w) pada waktu 30,60, 90, 120, dan 150 menit.
Glukosa yang terbentuk dari fermentasi selulosa tongkol jagung relatif kecil dengan waktu fermentasi 150 menit sebesar 7%.
Persamaan laju reaksi yang terbentuk dari proses ini adalah −rA=rR=0,0002x(CE0CA0/0,2392+CA) mol/L.
menit.

Related Results

KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR TONGKOL JAGUNG FERMENTASI MENGGUNAKAN CAIRAN RUMEN SEBAGAI INOKULAN
KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR TONGKOL JAGUNG FERMENTASI MENGGUNAKAN CAIRAN RUMEN SEBAGAI INOKULAN
Tongkol jagung mengandung serat kasar yang tinggi dan nilai protein yang rendah. Teknologi fermentasi dengan menggunakan cairan rumen sebagai inokulan diharapkan mampu meningkatkan...
Produksi Crude Selulase dari Limbah Kayu Mahoni Menggunakan Phanerochaete chrysosporium
Produksi Crude Selulase dari Limbah Kayu Mahoni Menggunakan Phanerochaete chrysosporium
Limbah kayu mahoni dapat dikategorikan sebagai limbah lignoselulosa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biofuel, seperti bioetanol. Selulosa pada limbah kayu mahon...
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Abstract This study aims to study the effect of the length of the time of final fermentation (final proofing) in making Japanese Milk Bread. This research was conducted at th...
OPTIMASI KONDISI REAKSI UNTUK SINTESIS KARBOKSIMETIL SELULOSA (CMC) DARI BATANG JAGUNG (Zea mays L.)
OPTIMASI KONDISI REAKSI UNTUK SINTESIS KARBOKSIMETIL SELULOSA (CMC) DARI BATANG JAGUNG (Zea mays L.)
Telah dilakukan penelitian Optimasi Kondisi Reaksi untuk Sintesis Karboksimetil Selulosa (CMC) dari Batang Jagung (Zea mays L.). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio nat...
Karakteristik Sifat Fisis Biobriket Limbah Tongkol Jagung dan Serbuk Kayu
Karakteristik Sifat Fisis Biobriket Limbah Tongkol Jagung dan Serbuk Kayu
Penelitian ini menggunakan bahan baku limbah tongkol jagung dan serbuk kayu.  Limbah tongkol jagung dan serbuk kayu jumlahnya cukup banyak sehingga mendukung dalam ketersediaan bah...
Keragaan Genotipe Jagung Semi Asal Selfing dan Sibbing untuk Perakitan Varietas Jagung Semi
Keragaan Genotipe Jagung Semi Asal Selfing dan Sibbing untuk Perakitan Varietas Jagung Semi
Jagung semi merupakan tongkol jagung muda yang dipanen sebelum terjadi pembuahan dan memiliki nilai nutrisi tinggi. Produksi jagung semi di Indonesia masih menggunakan varietas jag...

Back to Top