Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Blok Aksara Bali Dan Wujud Dasar Dalam Lema Kamus Beraksara Bali-Latin

View through CrossRef
Lema adalah kata yang disebut wujud dasar atau kata dasar yang ada pada kamus yang belum mendapatkan imbuhan. Dalam hal nyatanya, kamus beraksara Bali-Latin, pada lemanya tersebut hanya memperlihatkan masing-masing lema yang menggunakan huruf latin dan aksara Bali saja. Transliterasi pada entri dasar aksara Bali dalam kamus tidak diperlihatkan dan tidak dimuat mengenai proses salinan aksara Bali ke huruf Latin, di kamus tidak diperlihatkan terkait hasil bagaimana masing-masing wujud dasar yang dibentuk oleh blok-blok aksara tersebut, dengan adanya hal seperti itu para pembaca kamus menyebabkan belum memahami isi pada kamus secara lengkap terkait proses pembentukan terjadinya aksara Bali ke huruf Latin. Adanya penulisan aksara Bali dapat didapatkan pada salah satu kamus beraksara Bali-Latin  yang dijadikan pusat perhatian dalam penelitian ini yang diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan Bali. Teori yang digunakan adalah teori grafolinguistik yaitu grafetis dan grafematis. Metode penelitian dengan tata cara pelaksanaannya memberikan gambaran yaitu, pertama membuat pertanyaan guna mempermudah jalannya penelitian yang akan diteliti. Yang kedua, mengumpulkan data untuk memperoleh hasil menyelesaikan masalah dengan menurut analisis datanya, yang ketiga yaitu menunjukkan jawaban dari hasil penyelesaian masalah berdasarkan data yang sudah diperoleh. Hasil pendataan observasi yang telah dilaksanakan, didasarkan pada Kamus beraksara Bali-Latin yang terdapat 16.162 lema dasar. Dalam kamus tersebut ditemukan 21 alfabet yaitu dari alfabet A hingga alfabet Y. Hasil analisis wujud dasar dari masing-masing lema berdasarkan aksara wresastra dimulai dari aksara h, /ha/ hingga aksara z, /ῆ/. Blok aksara Bali itu ada yang tersusun dari 6 blok aksara. Pada wujud dasar yang telah dianalisis masing-masing lema ditemukan pada wujud dasar berdasarkan aksara wresastra, aksara swalalita, pangangge aksara, aksara suara dirgha.
Title: Analisis Blok Aksara Bali Dan Wujud Dasar Dalam Lema Kamus Beraksara Bali-Latin
Description:
Lema adalah kata yang disebut wujud dasar atau kata dasar yang ada pada kamus yang belum mendapatkan imbuhan.
Dalam hal nyatanya, kamus beraksara Bali-Latin, pada lemanya tersebut hanya memperlihatkan masing-masing lema yang menggunakan huruf latin dan aksara Bali saja.
Transliterasi pada entri dasar aksara Bali dalam kamus tidak diperlihatkan dan tidak dimuat mengenai proses salinan aksara Bali ke huruf Latin, di kamus tidak diperlihatkan terkait hasil bagaimana masing-masing wujud dasar yang dibentuk oleh blok-blok aksara tersebut, dengan adanya hal seperti itu para pembaca kamus menyebabkan belum memahami isi pada kamus secara lengkap terkait proses pembentukan terjadinya aksara Bali ke huruf Latin.
Adanya penulisan aksara Bali dapat didapatkan pada salah satu kamus beraksara Bali-Latin  yang dijadikan pusat perhatian dalam penelitian ini yang diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan Bali.
Teori yang digunakan adalah teori grafolinguistik yaitu grafetis dan grafematis.
Metode penelitian dengan tata cara pelaksanaannya memberikan gambaran yaitu, pertama membuat pertanyaan guna mempermudah jalannya penelitian yang akan diteliti.
Yang kedua, mengumpulkan data untuk memperoleh hasil menyelesaikan masalah dengan menurut analisis datanya, yang ketiga yaitu menunjukkan jawaban dari hasil penyelesaian masalah berdasarkan data yang sudah diperoleh.
Hasil pendataan observasi yang telah dilaksanakan, didasarkan pada Kamus beraksara Bali-Latin yang terdapat 16.
162 lema dasar.
Dalam kamus tersebut ditemukan 21 alfabet yaitu dari alfabet A hingga alfabet Y.
Hasil analisis wujud dasar dari masing-masing lema berdasarkan aksara wresastra dimulai dari aksara h, /ha/ hingga aksara z, /ῆ/.
Blok aksara Bali itu ada yang tersusun dari 6 blok aksara.
Pada wujud dasar yang telah dianalisis masing-masing lema ditemukan pada wujud dasar berdasarkan aksara wresastra, aksara swalalita, pangangge aksara, aksara suara dirgha.

Related Results

Pemanfaatan Web Bennylin Nulisa Aksara Bali Dalam Pembelajaran Menulis Aksara Bali
Pemanfaatan Web Bennylin Nulisa Aksara Bali Dalam Pembelajaran Menulis Aksara Bali
Penelitian ini bertujuan membahas tentang (1) tata cara menggunakan Web Bennylin Nulisa Aksara Bali untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis aksara Bali (2) Web Bennylin Nu...
Penerimaan Masyarakat Tejakula Terhadap Pergub Bali No.80 Tahun 2018 Tentang Penulisan Aksara Bali Pada Papan Nama
Penerimaan Masyarakat Tejakula Terhadap Pergub Bali No.80 Tahun 2018 Tentang Penulisan Aksara Bali Pada Papan Nama
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerimaan masyarakat di Kecamatan Tejakula mengenai adanya Pergub Bali No.80 Tahun 2018 mengenai papan nama yang ber-aksara Bali dan kes...
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN NYURAT AKSARA BALI PADA ANAK-ANAK DI PASRAMAN BUDI PAKERTI NAWASENA
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN NYURAT AKSARA BALI PADA ANAK-ANAK DI PASRAMAN BUDI PAKERTI NAWASENA
Aksara Bali merupakan salah satu kebudayaan Hindu Bali yang perlu untuk tetap dilestarikan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, aksara bali semakin tergerus dan keberadaannya ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Meningkatkan Kemampuan Menulis Papan Nama Menggunakan Aplikasi Transliterasi Akara Bali Siswa SMA Negeri 1 Tegallalang
Meningkatkan Kemampuan Menulis Papan Nama Menggunakan Aplikasi Transliterasi Akara Bali Siswa SMA Negeri 1 Tegallalang
Penelitian ini bertujuan untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuannya menulis papan namaa aksara Bali menggunakan media Aplikasi Transliterasi Aksara Bali siswa kelas XII I...

Back to Top