Javascript must be enabled to continue!
Carbon Trading dengan Prinsip Syariah di Malaysia Potensi dan Implementasi di Indonesia
View through CrossRef
Intisari:
Perdagangan karbon (carbon trading) merupakan mekanisme pasar yang efektif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan. Dalam perspektif Islam, mekanisme ini dapat diselaraskan dengan prinsip syariah seperti keadilan (‘adl), keberkahan (barakah), dan tanggung jawab lingkungan (khalifah fil ard). Artikel ini mengeksplorasi potensi dan tantangan implementasi carbon trading berbasis syariah di Indonesia, dengan merujuk pada studi kasus Malaysia sebagai negara Muslim yang telah memulai pasar karbon sukarela berbasis syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa carbon trading berbasis syariah memiliki kesesuaian dengan maqasid syariah serta menawarkan model pembiayaan yang etis dan berkelanjutan. Namun, rendahnya literasi karbon, keterbatasan infrastruktur, dan potensi spekulasi menjadi tantangan utama. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan audit syariah, pengembangan produk keuangan inovatif, dan kolaborasi regional untuk memastikan implementasi yang efektif. Dengan strategi ini, Indonesia dapat memanfaatkan potensi besar perdagangan karbon untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi secara etis.
Kata kunci:
Perdagangan karbon; prinsip syariah; keberlanjutan; Indonesia; Malaysia.
Abstract:
ESG (Environmental, Social, Governance)-based financing has emerged as a strategic approach Carbon trading is an effective market mechanism to reduce greenhouse gas emissions while supporting environmental sustainability. From an Islamic perspective, this mechanism aligns with Sharia principles such as justice (‘adl), blessings (barakah), and environmental responsibility (khalifah fil ard). This article explores the potential and challenges of implementing Sharia-based carbon trading in Indonesia, referencing Malaysia as a case study for its voluntary carbon market integrated with Sharia compliance. The findings indicate that Sharia-based carbon trading aligns with maqasid syariah and offers an ethical and sustainable financing model. However, challenges such as low carbon literacy, limited infrastructure, and potential speculation remain significant barriers. Addressing these challenges requires Sharia audits, innovative financial products, and regional collaboration to ensure effective implementation. With these strategies, Indonesia can leverage its substantial carbon trading potential to support environmental and economic sustainability in an ethical manner.
Keywords:
Carbon trading; Sharia principles; sustainability; Indonesia; Malaysia.
Institute Agama Islam Al-Qolam
Title: Carbon Trading dengan Prinsip Syariah di Malaysia Potensi dan Implementasi di Indonesia
Description:
Intisari:
Perdagangan karbon (carbon trading) merupakan mekanisme pasar yang efektif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dalam perspektif Islam, mekanisme ini dapat diselaraskan dengan prinsip syariah seperti keadilan (‘adl), keberkahan (barakah), dan tanggung jawab lingkungan (khalifah fil ard).
Artikel ini mengeksplorasi potensi dan tantangan implementasi carbon trading berbasis syariah di Indonesia, dengan merujuk pada studi kasus Malaysia sebagai negara Muslim yang telah memulai pasar karbon sukarela berbasis syariah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa carbon trading berbasis syariah memiliki kesesuaian dengan maqasid syariah serta menawarkan model pembiayaan yang etis dan berkelanjutan.
Namun, rendahnya literasi karbon, keterbatasan infrastruktur, dan potensi spekulasi menjadi tantangan utama.
Untuk mengatasi hal ini, diperlukan audit syariah, pengembangan produk keuangan inovatif, dan kolaborasi regional untuk memastikan implementasi yang efektif.
Dengan strategi ini, Indonesia dapat memanfaatkan potensi besar perdagangan karbon untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi secara etis.
Kata kunci:
Perdagangan karbon; prinsip syariah; keberlanjutan; Indonesia; Malaysia.
Abstract:
ESG (Environmental, Social, Governance)-based financing has emerged as a strategic approach Carbon trading is an effective market mechanism to reduce greenhouse gas emissions while supporting environmental sustainability.
From an Islamic perspective, this mechanism aligns with Sharia principles such as justice (‘adl), blessings (barakah), and environmental responsibility (khalifah fil ard).
This article explores the potential and challenges of implementing Sharia-based carbon trading in Indonesia, referencing Malaysia as a case study for its voluntary carbon market integrated with Sharia compliance.
The findings indicate that Sharia-based carbon trading aligns with maqasid syariah and offers an ethical and sustainable financing model.
However, challenges such as low carbon literacy, limited infrastructure, and potential speculation remain significant barriers.
Addressing these challenges requires Sharia audits, innovative financial products, and regional collaboration to ensure effective implementation.
With these strategies, Indonesia can leverage its substantial carbon trading potential to support environmental and economic sustainability in an ethical manner.
Keywords:
Carbon trading; Sharia principles; sustainability; Indonesia; Malaysia.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Determinants of Islamic Banking Profitability: A Comparative Analysis of Indonesia and Malaysia
Determinants of Islamic Banking Profitability: A Comparative Analysis of Indonesia and Malaysia
ABSTRACT
Islamic banking in Indonesia and Malaysia experienced differences in asset growth and market share, potentially causing dissimilarity in profitability performance. This st...
The Impact of the Covid-19 Pandemic and Macroeconomics on the Sharia Stock Indexes in Indonesia
The Impact of the Covid-19 Pandemic and Macroeconomics on the Sharia Stock Indexes in Indonesia
ABSTRACT
The Covid-19 pandemic has changed economic conditions in various countries, including Indonesia. One of the sectors affected is the capital market sector which can also de...
A Twitter Sentimen Analysis on Islamic Banking Using Drone Emprit Academic (DEA): Evidence from Indonesia
A Twitter Sentimen Analysis on Islamic Banking Using Drone Emprit Academic (DEA): Evidence from Indonesia
ABSTRACT
The research aimed to identify and collect issues discussed regarding Islamic banking from user activity, sentimen, and content on Twitter. This study used a qualitative a...
STATUS HUKUM NASABAH BNI SYARIAH SETELAH MERGER MENJADI BANK SYARIAH INDONESIA
STATUS HUKUM NASABAH BNI SYARIAH SETELAH MERGER MENJADI BANK SYARIAH INDONESIA
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang bagaimana status hukum nasabah BNI Syariah Makassar setelah merger menjadi Bank Syariah Indonesia. Kelahiran Bank Syariah Indonesia, pengga...
Analisis Implementasi Prinsip – Prinsip Syariah Pada Hotel Grand Darussalam Syariah Medan
Analisis Implementasi Prinsip – Prinsip Syariah Pada Hotel Grand Darussalam Syariah Medan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi prinsip-prinsip syariah pada Hotel Grand Darussalam Syariah Medan yaitu Prinsip Tauhid, Prinsip K...
Conference Committee
Conference Committee
Abstract
Advisory Committee
Prof. Dr. Dwia Ariestina Pulubuhu, MA. (Hasanuddin University, Indonesia) Prof. Dr. Ir....

