Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengeluaran Tahanan Demi Hukum Yang Telah Habis Masa Penahanan Guna Mengurangi Fenomena Overcrowding di Rutan Kelas I Depok

View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan overcrowding di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) atau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Overcrowding sendiri merupakan peristiwa dimana terjadinya penumpukan sejumlah tahanan yang tinggal di dalam rutan melebihi kapasitas seharusnya, sebagaimana terjadi di rutan kelas I Depok. Fenomena overcrowding tentunya dapat menimbulkan tidak terpenuhinya hak-hak tahanan yang seharusnya dijamin selama berada di dalam fasilitas rutan maupun lapas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dan dampak dari fenomena overcrowding di Rutan Kelas I Depok serta untuk mengetahui apakah Pengeluaran demi hukum berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. M.HH-24.PK.01.01.01 Tahun 2011 dapat menjadi alternative untuk menyelasaikan permasalahan overcrowding di dalam Rutan. Didapatkan hasil penelitian bahwasannya proses hukum yang dinilai lambat dalam menangani suatu kasus serta kurangnya kapasitas rutan dan penegak hukum, dalam hal ini kapasitas penjaga lapas menjadi faktor penyebab terjadinya overcrowding di rutan kelas I Depok, yang mana dapat berdampak negatif pada pengawasan tahanan dan perawatan lapas dan juga melanggar hak-hak tahanan. Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. M.HH-24.PK.01.01.01 Tahun 2011 Tentang Pengeluaran Tahanan Demi Hukum, yang menjelaskan bahwa tahanan wajib untuk dilepaskan jika masa penahanan telah habis demi hukum. Dengan membebaskan para tahanan yang telah habis masa tahanan, tentunya akan dapat mencegah terjadinya overcrowding. Pembebasan tahanan demi hukum dalam hal ini dapat dikatakan efektif guna menyelesaikan permasalahan fenomena overcrowding di Rutan Kelas I Depok
Title: Pengeluaran Tahanan Demi Hukum Yang Telah Habis Masa Penahanan Guna Mengurangi Fenomena Overcrowding di Rutan Kelas I Depok
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan overcrowding di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) atau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
Overcrowding sendiri merupakan peristiwa dimana terjadinya penumpukan sejumlah tahanan yang tinggal di dalam rutan melebihi kapasitas seharusnya, sebagaimana terjadi di rutan kelas I Depok.
Fenomena overcrowding tentunya dapat menimbulkan tidak terpenuhinya hak-hak tahanan yang seharusnya dijamin selama berada di dalam fasilitas rutan maupun lapas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dan dampak dari fenomena overcrowding di Rutan Kelas I Depok serta untuk mengetahui apakah Pengeluaran demi hukum berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No.
M.
HH-24.
PK.
01.
01.
01 Tahun 2011 dapat menjadi alternative untuk menyelasaikan permasalahan overcrowding di dalam Rutan.
Didapatkan hasil penelitian bahwasannya proses hukum yang dinilai lambat dalam menangani suatu kasus serta kurangnya kapasitas rutan dan penegak hukum, dalam hal ini kapasitas penjaga lapas menjadi faktor penyebab terjadinya overcrowding di rutan kelas I Depok, yang mana dapat berdampak negatif pada pengawasan tahanan dan perawatan lapas dan juga melanggar hak-hak tahanan.
Peraturan Menteri Hukum dan HAM No.
M.
HH-24.
PK.
01.
01.
01 Tahun 2011 Tentang Pengeluaran Tahanan Demi Hukum, yang menjelaskan bahwa tahanan wajib untuk dilepaskan jika masa penahanan telah habis demi hukum.
Dengan membebaskan para tahanan yang telah habis masa tahanan, tentunya akan dapat mencegah terjadinya overcrowding.
Pembebasan tahanan demi hukum dalam hal ini dapat dikatakan efektif guna menyelesaikan permasalahan fenomena overcrowding di Rutan Kelas I Depok.

Related Results

Analisis Pelayanan Kesehatan yang Holistik Bagi Tahanan Lanjut Usia di Rumah Tahanan Kelas IIB Bangkalan
Analisis Pelayanan Kesehatan yang Holistik Bagi Tahanan Lanjut Usia di Rumah Tahanan Kelas IIB Bangkalan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan pelayanan kesehatan yang holistik bagi tahanan lanjut usia yang ditahan di Rumah Tahanan Kelas IIB Bangkalan. Dengan populasi...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
PENAHANAN TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA DI TINGKAT PENGADILAN TINGGI DI PENGADILAN TINGGI BANDA ACEH
PENAHANAN TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA DI TINGKAT PENGADILAN TINGGI DI PENGADILAN TINGGI BANDA ACEH
PENAHANAN TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA  DI TINGKAT PENGADILAN TINGGI DI PENGADILAN TINGGI BANDA ACEH   Said Rizal1, Mahyaya2 Fakultas Ilmu Hukum, Un...
RE-INVENTING GINI RASIO DATA PENGELUARAN (KONSUMSI): KETIMPANGAN HARGA (GINI BIAS) ATAU KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN (GINI RIIL)
RE-INVENTING GINI RASIO DATA PENGELUARAN (KONSUMSI): KETIMPANGAN HARGA (GINI BIAS) ATAU KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN (GINI RIIL)
Indeks gini menjadi salah satu sasaran pokok kinerja kabinet Presiden Jokowi, tertuang dalam RPJMN 2015-2019 dan RPJMN 2020-2024. Untuk memenuhi indikator indeks gini tersebut, dig...
PEMBENTUKAN KADER KESEHATAN DALAM MENUNJANG PELAYANAN KESEHATAN BAGI WBP DI RUTAN KELAS IIB BALIGE
PEMBENTUKAN KADER KESEHATAN DALAM MENUNJANG PELAYANAN KESEHATAN BAGI WBP DI RUTAN KELAS IIB BALIGE
Latar Belakang : Pemenuhan hak kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan merupakan kewajiban negara. Rutan Kelas IIB Balige menghadapi tantangan dalam layanan keseh...
PENGARUH KELEMBABAN TANAH TERHADAP TAHANAN PENTANAHAN STUDI KASUS PADA GARDU INDUK KEMAYORAN 150 kV
PENGARUH KELEMBABAN TANAH TERHADAP TAHANAN PENTANAHAN STUDI KASUS PADA GARDU INDUK KEMAYORAN 150 kV
Abstract The value of grounding resistance at the substation should be 0 Ω or less than 1 Ω. The value of grounding resistance is influenced by the resistivity and the ground...
PENGARUH KELEMBABAN TANAH TERHADAP TAHANAN PENTANAHAN STUDI KASUS PADA GARDU INDUK KEMAYORAN 150 KV
PENGARUH KELEMBABAN TANAH TERHADAP TAHANAN PENTANAHAN STUDI KASUS PADA GARDU INDUK KEMAYORAN 150 KV
Nilai tahanan pentaahan pada Gardu Induk harus mendekati 0 Ω atau kurang dari 1 Ω, dan dipengaruhi oleh tahanan jenis tanah dan metode sistem pentanahan yang digunakan. Tahanan jen...

Back to Top